<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Humaniora &#8211; Fakta Hukum Lembata</title>
	<atom:link href="https://lembata.faktahukumntt.com/category/humaniora/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lembata.faktahukumntt.com</link>
	<description>Berita Terkini Lembata</description>
	<lastBuildDate>Sat, 18 Oct 2025 23:12:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-6-32x32.png</url>
	<title>Humaniora &#8211; Fakta Hukum Lembata</title>
	<link>https://lembata.faktahukumntt.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Anak Literasi dan Sekolah yang Terlalu Baik</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/anak-literasi-dan-sekolah-yang-terlalu-baik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[petrus togo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2025 23:12:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[anak sekolah dasar]]></category>
		<category><![CDATA[daya ingat]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[kemampuan membaca]]></category>
		<category><![CDATA[literasi sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[membaca dari dini]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pentingnya literasi]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan guru]]></category>
		<category><![CDATA[semangat belajar]]></category>
		<category><![CDATA[wajib naik kelas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lembata.faktahukumntt.com/?p=23071</guid>

					<description><![CDATA[FHCN&#8211; CERPEN = Pagi itu, di ruang kelas sederhana di ujung desa, Bu Bota menatap lembar ujian murid-muridnya dengan napas panjang. Ia guru kelas yang dikenal sabar, tapi kali ini matanya terasa panas. Hampir separuh siswanya tidak bisa membaca dengan lancar. Beberapa bahkan masih mengeja, padahal mereka sudah duduk di kelas lima. “Bu… ini huruf [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://lembata.faktahukumntt.com/Tag/Faktahukumntt">FHCN</a>&#8211; CERPEN = Pagi itu, di ruang kelas sederhana di ujung desa, Bu Bota menatap lembar ujian murid-muridnya dengan napas panjang. Ia guru kelas yang dikenal sabar, tapi kali ini matanya terasa panas. Hampir separuh siswanya tidak bisa membaca dengan lancar. Beberapa bahkan masih mengeja, padahal mereka sudah duduk di kelas lima.</p>
<p>“Bu… ini huruf apa?” tanya Yani, sambil menunjuk kata Indonesia di lembaran buku Bahasa Indonesia.</p>
<p>“Itu ‘I-n-d-o-n-e-s-i-a’, Nak,” jawab Bu Bota lembut.<br />
Yani mengangguk, lalu menunduk malu.</p>
<p>Di luar kelas, terdengar suara tawa anak-anak yang lain. Mereka gembira karena kabar dari kepala sekolah: semua anak akan naik kelas. Tidak ada yang tinggal. Tidak ada yang boleh gagal. Semua “berhasil”.</p>
<p>Tapi di hati Bu Bota, kalimat itu terasa menyesakkan.<br />
Naik kelas, tapi belum bisa membaca. Lulus, tapi tak paham huruf.<br />
Apa arti keberhasilan kalau hanya tertulis di rapor, bukan di kemampuan mereka?</p>
<p>Di ruang guru, ia berbicara dengan rekan-rekannya.<br />
“Pak, saya khawatir. Kalau begini terus, anak-anak hanya pintar menyalin, bukan memahami.”</p>
<p>Pak Boli, guru senior, hanya menghela napas.<br />
“Kebijakan sudah dari atas, Bu. Anak wajib naik kelas. Katanya, demi semangat belajar dan pemerataan.”</p>
<p>“Pemerataan kebodohan, mungkin…” gumam Bu Bota lirih.</p>
<p>Hari-hari berlalu. Bu Bota mulai membuat Pojok Baca di kelas. Buku-buku lama disusun di rak kayu bekas. Ia ajak murid-murid membaca dengan keras setiap pagi, meski hanya lima belas menit.<br />
Yani mulai bisa membaca kalimat sederhana.<br />
Tono, yang dulu selalu diam, kini berani menulis namanya sendiri.</p>
<p>Di akhir semester, ketika rapor dibagikan, semua anak tersenyum karena naik kelas. Tapi kali ini, senyum Bu Bota berbeda. Ia tahu, ada beberapa anak yang belum sempurna, tapi sudah mau berjuang. Itulah kenaikan kelas yang sesungguhnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sampah Plastik Menjadi Momok di Drainase Kota Lewoleba: Ribuan Pelajar Bergerak Membersihkan Jantung Kota</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/humaniora/sampah-plastik-menjadi-momok-di-drainase-kota-lewoleba-ribuan-pelajar-bergerak-membersihkan-jantung-kota/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[petrus togo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2025 01:21:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[aksi bersih-bersih]]></category>
		<category><![CDATA[cinta lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[drainase Lewoleba]]></category>
		<category><![CDATA[drainase tersumbat]]></category>
		<category><![CDATA[kebersihan kota]]></category>
		<category><![CDATA[kesadaran masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Lembata berkarakter]]></category>
		<category><![CDATA[Nubatukan]]></category>
		<category><![CDATA[Pasukan Pecinta Jantung Kota]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar Lembata]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah plastik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lembata.faktahukumntt.com/?p=23018</guid>

					<description><![CDATA[FHNC&#8211; Lewoleba, 11 Oktober 2025 — Suasana Sabtu pagi di jantung Kota Lewoleba tampak semarak. Ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan memenuhi ruas-ruas jalan utama. Dengan karung di tangan, mereka berbondong-bondong memungut sampah anorganik yang menumpuk di badan jalan dan saluran drainase. Kegiatan ini merupakan aksi nyata Pasukan Pecinta Jantung Kota Lewoleba, yang mengusung semangat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://lembata.faktahukumntt.com/Tag/Faktahukumntt">FHNC</a>&#8211; Lewoleba, 11 Oktober 2025 — Suasana Sabtu pagi di jantung Kota Lewoleba tampak semarak. Ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan memenuhi ruas-ruas jalan utama.</p>
<p>Dengan karung di tangan, mereka berbondong-bondong memungut sampah anorganik yang menumpuk di badan jalan dan saluran drainase. Kegiatan ini merupakan aksi nyata Pasukan Pecinta Jantung Kota Lewoleba, yang mengusung semangat “Cinta Lingkungan, Cinta Lembata”.</p>
<p>Kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WITA dan berlangsung serentak di enam titik utama di Kota Lewoleba, dengan koordinasi dari berbagai guru dan relawan pecinta lingkungan.</p>
<p>Mereka bekerja sama dengan penuh semangat dan kebersamaan demi kebersihan dan keindahan kota.</p>
<p>🟩 LOKASI 1: Depan Toko Rizky Barokah, Wangatoa</p>
<p>Koordinator: Ka. Rian &amp; Ka. Sherly<br />
Sekolah peserta:</p>
<p>MIS Arsyad Muhamad</p>
<p>SDK St. Theresia</p>
<p>SDN Batas Kota</p>
<p>SDI Lamahora</p>
<p>SMPN 4 Lamahora</p>
<p>SMPS Anugerah Kasih</p>
<p>SMPK St. Theresia</p>
<p>SMPS PGRI</p>
<p>SMA Anugerah Kasih</p>
<p>SMAS Frateran Don Bosco</p>
<p>SMAS St. Yakobus Rasul</p>
<p>🟩 LOKASI 2: Depan Bengkel Langgeng</p>
<p>Koordinator: Ka. Ano &amp; Ka. Vina<br />
Sekolah peserta:</p>
<p>MA Nur Salam</p>
<p>SMAS PGRI</p>
<p>SKO Bernadhino</p>
<p>MTsN Wangatoa</p>
<p>SDN Wangatoa</p>
<p>MIS Nur Salam</p>
<p>🟩 LOKASI 3: Jembatan Lasitarda, Jalan 3</p>
<p>Koordinator: Ka. Tedjo &amp; Ka. Andri<br />
Sekolah peserta:</p>
<p>SMAN 1 Nubatukan</p>
<p>SMKS Ile Lewotolok</p>
<p>SDI 1 Lewoleba</p>
<p>SDN Kota Baru</p>
<p>SMPN 1 Nubatukan</p>
<p>🟩 LOKASI 4: Perempatan Gong 2 Ribu</p>
<p>Koordinator: Ka. Ivan &amp; Ka. Alfi<br />
Sekolah peserta:</p>
<p>SDK St. Angela Merici</p>
<p>SDK St. Don Bosco</p>
<p>SMPK St. Don Bosco</p>
<p>SDI 2 Lewoleba</p>
<p>🟩 LOKASI 5: Depan Gereja Advent Eropaun</p>
<p>Koordinator: Ka. Matrix, Ka. Feby &amp; Ka. Nia<br />
Sekolah peserta:</p>
<p>SDI 1 Waikomo</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nyanyian Pantun Ajinglewo: Kisah Tenggelamnya Kampung Lewo Lete dalam Tandak Ajaib&#8221;</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/humaniora/nyanyian-pantun-ajinglewo-kisah-tenggelamnya-kampung-lewo-lete-dalam-tandak-ajaib/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[petrus togo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2025 15:20:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Ajinglewo]]></category>
		<category><![CDATA[atawolo]]></category>
		<category><![CDATA[lewo lete]]></category>
		<category><![CDATA[tandak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lembata.faktahukumntt.com/?p=22437</guid>

					<description><![CDATA[FK &#8211;Kampung Lewo Lete, kini dikenal sebagai wilayah keramat yang diselimuti rumpun bambu dan dijaga oleh Moyang Lete, menyimpan kisah tragis nan mistis yang hidup dalam ingatan kolektif masyarakat Suku Karang dan Roning, khususnya di Desa Lusilame, Kampung Atawolo. Sebuah peristiwa luar biasa yang tak tercatat dalam sejarah resmi bencana dunia, namun tetap menggetarkan bagi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://lembata.faktahukumntt.com/Tag/Faktahukumntt">FK</a> &#8211;</strong>Kampung Lewo Lete, kini dikenal sebagai wilayah keramat yang diselimuti rumpun bambu dan dijaga oleh Moyang Lete, menyimpan kisah tragis nan mistis yang hidup dalam ingatan kolektif masyarakat Suku Karang dan Roning, khususnya di Desa Lusilame, Kampung Atawolo. Sebuah peristiwa luar biasa yang tak tercatat dalam sejarah resmi bencana dunia, namun tetap menggetarkan bagi mereka yang mendengarnya: <strong>tenggelamnya Kampung Lewo Lete akibat tarian tandak yang diganggu oleh seekor ajing (anjing).</strong></p>
<h3><strong>Kisah Awal Tandak</strong></h3>
<p>Tandak atau <strong>Hamang</strong> adalah tarian tradisional khas masyarakat Lewo Lete, ditarikan dengan membentuk lingkaran besar — tangan saling bergandengan, bergerak dalam irama yang riang, mencerminkan persatuan dan suka cita. Pada suatu perhelatan budaya yang meriah, masyarakat sedang larut dalam sukacita menari tandak. Namun suasana berubah menjadi mencekam ketika seekor <strong>ajing misterius</strong> masuk ke dalam lingkaran itu.</p>
<h3><strong>Masuknya Ajing Ajaib</strong></h3>
<p>Awalnya, ajing itu berlarian di tengah lingkaran. Dihalau oleh para penari, namun ia justru semakin liar dan menyatu dalam putaran. Didorong oleh rasa penasaran dan emosi, seseorang berseru, <strong>&#8220;Kalau engkau ajing baik, coba buatkan satu pantun!&#8221;</strong></p>
<p>Yang tak terduga pun terjadi. Ajing itu melesat keluar dari lingkaran, kemudian kembali — kini mengenakan <strong>kenarang</strong>, hiasan leher yang biasanya digunakan dalam ritual. Yang lebih mengejutkan, di ekornya tergantung <strong>kawok</strong>, benda yang menyerupai abu dapur, dan dari kepalanya tampak rupa manusia yang cantik.</p>
<h3><strong>Pantun Ajaib Sang Ajing</strong></h3>
<p>Di tengah keheningan yang aneh dan penuh ketegangan, ajing itu mengeluarkan suara—awalnya seperti gonggongan, lalu berubah menjadi lantunan mantra pantun yang memukau dan menyeramkan. Berikut cuplikan pantunnya:</p>
<blockquote><p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BIHARA Tadit Lame: Kisah Keramat Persahabatan Ayam dan Kucing di Kampung Atawolo&#8221;</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/humaniora/tadik-lame-kisah-keramat-persahabatan-ayam-dan-kucing-di-kampung-atawolo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[petrus togo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2025 11:55:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[ayam dan kucing]]></category>
		<category><![CDATA[bambu keramat]]></category>
		<category><![CDATA[budaya keramat]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Atawolo]]></category>
		<category><![CDATA[legenda NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Neong]]></category>
		<category><![CDATA[roh leluhur]]></category>
		<category><![CDATA[Suku Mehan]]></category>
		<category><![CDATA[sumber air suci.]]></category>
		<category><![CDATA[Tadik Lame]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lembata.faktahukumntt.com/?p=22428</guid>

					<description><![CDATA[FK &#8211; Tadik Lame: Kisah Keramat Persahabatan Ayam dan Kucing di Kampung Atawolo Di pedalaman Desa Lusilame, tersembunyi sebuah kampung tua penuh misteri dan nilai budaya sakral yang dikenal dengan nama Tadik Lame. Kampung ini terletak di kaki gunung Atawolo, dan menjadi pusat dari kepercayaan spiritual masyarakat lokal yang berasal dari Suku Mehan. Suku ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://lembata.faktahukumntt.com/Tag/Faktahukumntt">FK</a> &#8211; Tadik Lame: Kisah Keramat Persahabatan Ayam dan Kucing di Kampung Atawolo</strong></p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-22430 size-full" src="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/08/Screenshot_20250809_195022_Chrome.jpg" alt="" width="650" height="328" srcset="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/08/Screenshot_20250809_195022_Chrome.jpg 650w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/08/Screenshot_20250809_195022_Chrome-300x151.jpg 300w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/08/Screenshot_20250809_195022_Chrome-24x12.jpg 24w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/08/Screenshot_20250809_195022_Chrome-36x18.jpg 36w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/08/Screenshot_20250809_195022_Chrome-48x24.jpg 48w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /></p>
<p>Di pedalaman Desa Lusilame, tersembunyi sebuah kampung tua penuh misteri dan nilai budaya sakral yang dikenal dengan nama <strong>Tadik Lame</strong>. Kampung ini terletak di kaki gunung Atawolo, dan menjadi pusat dari kepercayaan spiritual masyarakat lokal yang berasal dari <strong>Suku Mehan</strong>. Suku ini dipimpin secara turun-temurun oleh Kepala Suku Beda Gule.</p>
<p>Menurut kisah yang diwariskan secara lisan, nenek moyang dari kampung ini adalah sepasang suami istri: <strong>Beda Gule</strong> dan istrinya yang dikenal dengan nama <strong>Lupa</strong>. Ketika keduanya meninggal dunia, mereka tidak benar-benar hilang. <strong>Nenek Lupa dipercaya menjelma menjadi seekor ayam betina</strong>, sementara <strong>Beda Gule berubah menjadi seekor kucing jantan</strong>, yang oleh masyarakat Atawolo disebut <strong>Neong</strong> – nama yang juga digunakan untuk menyebut kucing hutan.</p>
<p>Menariknya, <strong>persahabatan antara ayam dan kucing ini menjadi simbol keramat</strong> yang dihormati oleh seluruh masyarakat. Mereka bukan hanya makhluk biasa, melainkan roh leluhur yang menjaga kampung, sumber air, serta ketentraman seluruh keturunan mereka. Kampung Tadik Lame sendiri memiliki luas sekitar satu hektare, dan di dalamnya terdapat <strong>sumber air suci bernama Liang Meran Matan</strong>, yang tidak pernah kering, bahkan di musim kemarau sekalipun.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rofinus Rehe: Sang Sinar Kulit Tinta dari Pelosok Lembata, Setia Mengabdi sebagai Guru PPPK</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/humaniora/rofinus-rehe-sang-sinar-kulit-tinta-dari-pelosok-lembata-setia-mengabdi-sebagai-guru-pppk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[petrus togo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Aug 2025 03:30:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[BKD NTT.]]></category>
		<category><![CDATA[FaktaHukumNTT]]></category>
		<category><![CDATA[Guru inspiratif Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Guru PPPK NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalisme daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah nyata jurnalis jadi guru]]></category>
		<category><![CDATA[Mantan jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[Media lokal NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan di Lembata]]></category>
		<category><![CDATA[PPPK Tahap 1 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Rofinus Rehe]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lembata.faktahukumntt.com/?p=22299</guid>

					<description><![CDATA[FK &#8211; LEMBATA, NTT Minggu 3 Agustus 2025 – Ketika sebagian besar orang berlomba-lomba menuju pusat keramaian dan gemerlap kota untuk mengejar karier dan pengakuan, ada sosok yang justru memilih menetap di pinggiran. Ia tinggal di Lembata, sebuah pulau yang terletak di ujung timur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Nama yang mungkin tidak tercetak besar dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3 style="padding-left: 40px"></h3>
<p><strong><a href="https://lembata.faktahukumntt.com/Tag/Faktahukumntt">FK</a> &#8211; LEMBATA, NTT Minggu 3 Agustus 2025</strong> – Ketika sebagian besar orang berlomba-lomba menuju pusat keramaian dan gemerlap kota untuk mengejar karier dan pengakuan, ada sosok yang justru memilih menetap di pinggiran. Ia tinggal di Lembata, sebuah pulau yang terletak di ujung timur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Nama yang mungkin tidak tercetak besar dalam dunia jurnalisme nasional, tetapi kisahnya menginspirasi dan layak dikenal: <strong>Rofinus Rehe, S.Ag.</strong></p>
<p>Ia adalah kombinasi yang tidak biasa — <strong>mantan jurnalis</strong> yang kini <strong>mengabdi sebagai guru PPPK</strong>, seorang pendidik yang pernah menjadi pengawal fakta, pembawa suara keadilan, dan penulis dari daerah yang sering luput dari perhatian media arus utama.</p>
<h3><strong>Awal Langkah: Pena dan Jalan Terjal</strong></h3>
<p>Perjalanan Rofinus dimulai dari tahun <strong>2009</strong>, ketika ia mulai menulis sebagai jurnalis untuk media cetak <strong>Tabloid HAK RAKYAT</strong>. Dari sinilah, semangat dan kepekaan jurnalistiknya mulai terasah. Tidak ada studio besar, tidak ada fasilitas modern — hanya keberanian, kejujuran, dan semangat untuk menyampaikan fakta.</p>
<p>Dunia jurnalistik di daerah bukan tanpa tantangan. Jalanan yang belum teraspal, sinyal telepon yang kerap hilang, serta narasumber yang tersembunyi jauh di balik bukit atau lembah — semua menjadi bagian dari rutinitas. Namun, di situlah nilai perjuangannya terlihat. <strong>Rofinus tidak menulis demi popularitas, tetapi demi suara-suara kecil yang butuh didengar.</strong></p>
<p>Dari <strong>Tabloid HAK RAKYAT</strong>, ia kemudian melanjutkan kiprahnya di <strong>Warta Alor</strong>, lalu ke <strong>Tabloid Likurai</strong>, dan sempat menjadi bagian dari <strong>Majalah CAKRAWALA.NTT</strong> — media yang banyak menyoroti isu pendidikan dan sosial. Ia juga sempat berkiprah di <strong>Majalah Fakta Hukum Nasional</strong>, tempat ia lebih mendalami dunia hukum dan kebijakan publik.</p>
<h3><strong>Lahirnya Media Lokal Berbasis Digital</strong></h3>
<p>Ketika transformasi media mulai beralih dari cetak ke digital, Rofinus tak ketinggalan zaman. Ia menjadi salah satu penggerak <strong>faktahukumntt.com</strong>, media online yang berdiri dengan visi membangun jurnalisme lokal yang independen dan profesional.</p>
<p><strong>Fakta Hukum NTT</strong> menjadi rumah baru baginya. Media ini kemudian berkembang dan membentuk <strong>biro-biro di berbagai kabupaten</strong> di NTT, termasuk di kampung halamannya: Lembata. Di sinilah peran Rofinus menjadi sangat penting. Ia tak hanya sebagai jurnalis, tetapi juga penggerak media daerah, sekaligus penghubung antara informasi dan masyarakat lokal.</p>
<p><strong>&#8220;Menjadi jurnalis di daerah adalah panggilan,&#8221;</strong> kata Rofinus dalam satu kesempatan. <strong>&#8220;Kita tidak hanya melaporkan berita, tapi juga mendidik pembaca tentang apa yang sedang terjadi di sekitar mereka.&#8221;</strong></p>
<h3><strong>Peran Ganda: Jurnalis dan Guru</strong></h3>
<p>Yang membuat kisah Rofinus semakin unik adalah kenyataan bahwa sejak awal ia juga adalah <strong>seorang guru honor</strong>. Di sela-sela meliput berita, menyusun naskah, dan mewawancarai narasumber, ia tetap mengajar di sekolah. Bagi Rofinus, pendidikan dan informasi adalah dua sisi dari mata uang yang sama — keduanya adalah alat pemberdayaan.</p>
<p>Bertahun-tahun ia hidup dalam keterbatasan sebagai guru honor dengan penghasilan minim. Namun, semangatnya tidak pernah surut. Ia percaya, <strong>ilmu adalah kekuatan</strong>, dan seorang guru memiliki peran penting dalam membentuk generasi masa depan.</p>
<p>Puncaknya terjadi saat ia akhirnya diangkat sebagai <strong>Guru PNS PPPK</strong>, dan ditempatkan di <strong>SMAN 1 Nubatukan, Kabupaten Lembata</strong>. Sebuah capaian yang bukan hanya menjadi pengakuan atas dedikasi, tetapi juga titik balik dalam hidupnya.</p>
<h3><strong>Keputusan Besar: Menggantungkan Kartu Pers</strong></h3>
<p>Dengan status baru sebagai ASN PPPK, Rofinus kemudian mengambil keputusan besar: <strong>menggantungkan kartu jurnalisnya</strong>.</p>
<p>Keputusan ini bukan karena kehilangan cinta pada dunia pers, melainkan bentuk tanggung jawab pada profesi barunya. Ia ingin fokus sepenuhnya sebagai guru, membimbing dan mendampingi siswa dengan penuh perhatian.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menulis Karena Iman: Jejak Sunyi Gutun Roning Lusilame dari Desa Benatak&#8221;</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/humaniora/menulis-karena-iman-jejak-sunyi-gutun-roning-lusilame-dari-desa-benatak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[petrus togo]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2025 04:54:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat guru sehat]]></category>
		<category><![CDATA[guru desa]]></category>
		<category><![CDATA[guru inspiratif Lembata]]></category>
		<category><![CDATA[guru Katolik dari Benatak]]></category>
		<category><![CDATA[Gutun Roning Lusilame]]></category>
		<category><![CDATA[harapan dalam tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[menulis bukan untuk bisnis.]]></category>
		<category><![CDATA[menulis karena iman]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan guru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lembata.faktahukumntt.com/?p=21944</guid>

					<description><![CDATA[                 Magister, Homo Scribens               (Guru, manusia yang menulis) FK &#8211; Gutun Atau Busuk terurai hati pupuk yang subur untuk TANAH. Di sebuah sudut tenang di Pulau Lembata, tersembunyi sebuah desa kecil bernama Benatak. Di sanalah tinggal seorang guru agama Katolik yang sederhana [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="flex basis-auto flex-col -mb-(--composer-overlap-px) [--composer-overlap-px:55px] grow overflow-hidden">
<div class="relative h-full">
<div class="flex h-full flex-col overflow-y-auto [scrollbar-gutter:stable_both-edges] @[84rem]/thread:pt-(--header-height)">
<div class="@thread-xl/thread:pt-header-height flex flex-col text-sm keyboard-open:pb-[calc(var(--composer-height,100px)+var(--screen-keyboard-height,0))] pb-25">
<article class="text-token-text-primary w-full" dir="auto" data-testid="conversation-turn-8" data-scroll-anchor="true">
<div class="text-base my-auto mx-auto py-5 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @[37rem]:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @[72rem]:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:32rem] @[34rem]:[--thread-content-max-width:40rem] @[64rem]:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto flex max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 text-base gap-4 md:gap-5 lg:gap-6 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden">
<div class="group/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="relative flex-col gap-1 md:gap-3">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-5" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="967d3bc0-182a-44aa-a174-d33be154908b" data-message-model-slug="gpt-4o">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full break-words light">
<p data-start="193" data-end="576"><strong data-start="188" data-end="217"><em data-start="190" data-end="215">                 Magister, Homo Scribens</em></strong><br data-start="217" data-end="220" />               (<em data-start="224" data-end="252">Guru, manusia yang menulis</em>)</p>
<p data-start="193" data-end="576"><strong><a href="https://lembata.faktahukumntt.com/Tag/Faktahukumntt">FK</a> &#8211; <em>Gutun</em></strong><em><strong> Atau Busuk terurai</strong></em><strong> hati</strong><em><strong> pupuk yang subur untuk TANAH. D</strong></em>i sebuah sudut tenang di Pulau Lembata, tersembunyi sebuah desa kecil bernama <strong data-start="272" data-end="283">Benatak</strong>. Di sanalah tinggal seorang guru agama Katolik yang sederhana namun dalam: <strong data-start="359" data-end="384">Gutun Roning Lusilame</strong>. Ia bukan tokoh publik, bukan pula pejabat. Tapi di hati para siswanya dan umat di desa itu, Gutun adalah cahaya yang menyala dalam senyap—<strong data-start="524" data-end="575">melalui tulisan-tulisannya yang lahir dari iman</strong>.</p>
<p data-start="578" data-end="830">Gutun mengajar di SMA Negeri tak jauh dari pesisir Benatak. Mata pelajaran yang ia emban adalah Pendidikan Agama Katolik, namun setiap kalimat yang ia sampaikan membawa nilai hidup yang melampaui teori—penuh kasih, pengharapan, dan kebijaksanaan lokal.</p>
<p data-start="832" data-end="1085">Setiap malam setelah tugas-tugasnya selesai, Gutun duduk di meja kayunya yang mulai rapuh, ditemani lampu pelita. Ia menulis—kadang renungan sederhana, kadang surat untuk murid-muridnya, kadang puisi tentang kasih Tuhan dan tanah Lembata yang ia cintai.</p>
<p data-start="1087" data-end="1156">Ia tidak menulis untuk mengejar nama, tidak juga mengincar royalti.</p>
<blockquote data-start="1157" data-end="1319">
<p data-start="1159" data-end="1319">“Beta menulis karena iman, bukan karena bisnis. Beta su tra punya banyak hal, tapi beta punya kata-kata. Mungkin kata itu Tuhan bisa pakai,” katanya suatu hari.</p>
</blockquote>
<h3 data-start="1326" data-end="1382"><strong data-start="1330" data-end="1380">Menulis: Jalan Sunyi Seorang Guru dari Benatak</strong></h3>
<p data-start="1383" data-end="1696">Gutun yakin bahwa menulis bukan sekadar aktivitas, tetapi <strong data-start="1441" data-end="1470">pengabdian dan bentuk doa</strong>. Ia menulis untuk merawat jiwanya sendiri sebagai guru, dan untuk menyapa jiwa-jiwa muda yang ia temui setiap hari. Ia percaya bahwa kata-kata yang ditulis dengan hati akan bertahan lebih lama daripada suara yang diteriakkan.</p>
<p data-start="1698" data-end="1893">Banyak tulisan Gutun hanya beredar di selebaran gereja, papan pengumuman sekolah, atau grup WhatsApp orang tua. Tapi mereka yang membacanya, sering merasa seolah disapa langsung oleh Roh Kudus.</p>
<blockquote data-start="1894" data-end="2002">
<p data-start="1896" data-end="2002">“Tulisan pak Gutun seperti percikan terang. Kadang sederhana, tapi pas di hati,” ujar salah seorang siswa.</p>
</blockquote>
<h3 data-start="2009" data-end="2051"><strong data-start="2013" data-end="2049">Filsafat Guru Sehat dari Benatak</strong></h3>
<p data-start="2052" data-end="2216">Gutun menghidupi satu filsafat: <strong data-start="2084" data-end="2117">guru harus sehat secara batin</strong>, dan itu hanya mungkin kalau ia rutin menulis, merenung, dan memahami jiwa murid. Ia mengatakan,</p>
<blockquote data-start="2217" data-end="2334">
<p data-start="2219" data-end="2334">“Kalau guru hanya bicara tapi tidak pernah menulis, lama-lama hati kosong. Menulis itu obat untuk guru yang lelah.”</p>
</blockquote>
<p data-start="2336" data-end="2595">Ia juga belajar psikologi pendidikan, bukan dari buku-buku besar, tapi dari perjumpaan sehari-hari dengan anak-anak Benatak: yang datang ke sekolah tanpa sarapan, yang menyembunyikan tangis karena kehilangan orang tua, yang bertanya tentang Tuhan dalam sunyi.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yosef Rasi, S.Sos., M.M: Dari Pedagang Antar Pulau Menuju Kepala BKD Provinsi NTT</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/humaniora/yosef-rasi-s-sos-m-m-dari-pedagang-antar-pulau-menuju-kepala-bkd-provinsi-ntt/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[petrus togo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2025 00:32:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Anak petani sukses]]></category>
		<category><![CDATA[ASN teladan]]></category>
		<category><![CDATA[Ayodhia Kalake]]></category>
		<category><![CDATA[KEBBO UMA Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala BKD NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Dinas Sosial NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang antar pulau]]></category>
		<category><![CDATA[Pejabat ASN Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian dan integritas]]></category>
		<category><![CDATA[Perjalanan hidup inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[PMKRI Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Sederhana dan berprestasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh birokrasi NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Undana Kupang alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Yosef Rasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lembata.faktahukumntt.com/?p=21913</guid>

					<description><![CDATA[Yosef Rasi, S.Sos., M.M Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTT. FK &#8211; Ayodhia G. L. Kalake, Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur, pada 24 Maret 2024 telah menunjuk Yosef Rasi, S.Sos., M.M sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTT. Penunjukan ini bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan pengakuan atas ketekunan, integritas, dan perjalanan hidup yang inspiratif [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="flex basis-auto flex-col -mb-(--composer-overlap-px) [--composer-overlap-px:55px] grow overflow-hidden">
<div class="relative h-full">
<div class="flex h-full flex-col overflow-y-auto [scrollbar-gutter:stable_both-edges] @[84rem]/thread:pt-(--header-height)">
<div class="@thread-xl/thread:pt-header-height flex flex-col text-sm keyboard-open:pb-[calc(var(--composer-height,100px)+var(--screen-keyboard-height,0))] pb-25">
<article class="text-token-text-primary w-full" dir="auto" data-testid="conversation-turn-2" data-scroll-anchor="true">
<div class="text-base my-auto mx-auto py-5 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @[37rem]:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @[72rem]:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:32rem] @[34rem]:[--thread-content-max-width:40rem] @[64rem]:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto flex max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 text-base gap-4 md:gap-5 lg:gap-6 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden">
<div class="group/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="relative flex-col gap-1 md:gap-3">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-5" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="38d8a05e-da8b-4621-8df3-c5ec5eeffc8d" data-message-model-slug="gpt-4o">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full break-words light">
<blockquote>
<p style="text-align: left" data-start="246" data-end="621"><strong>Yosef Rasi, S.Sos., M.M </strong>Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTT.</p>
</blockquote>
<p data-start="246" data-end="621"><strong data-start="246" data-end="270"><a href="https://lembata.faktahukumntt.com/Tag/Faktahukumntt">FK</a> &#8211; Ayodhia G. L. Kalake</strong>, Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur, pada 24 Maret 2024 telah menunjuk <strong data-start="345" data-end="372">Yosef Rasi, S.Sos., M.M</strong> sebagai <strong data-start="381" data-end="435">Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTT</strong>. Penunjukan ini bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan pengakuan atas ketekunan, integritas, dan perjalanan hidup yang inspiratif dari sosok yang dikenal kalem dan bersahaja ini.</p>
<p data-start="623" data-end="1011"><strong data-start="623" data-end="637">Yosef Rasi</strong>, pria kelahiran <strong data-start="654" data-end="715">Nuagau, Desa Lenandareta, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka</strong>, dikenal oleh banyak orang bukan karena ketenaran, tetapi karena sikapnya yang rendah hati, selalu menyapa dengan senyum, dan ketulusan dalam menjalani hidup. Ia adalah suami dari <strong data-start="896" data-end="931">Anselmia Theresa Sariva, S.Sos.</strong>, dan ayah dari <strong data-start="947" data-end="1010">Reynaldi Andriano, Christanto Mariano, dan Yuliani Maryanti</strong>.</p>
<p data-start="1013" data-end="1449">Sebelum menjadi <strong data-start="1029" data-end="1060">Aparatur Sipil Negara (ASN)</strong>, Yos — begitu ia akrab disapa — telah mengarungi kerasnya kehidupan dengan menjadi <strong data-start="1144" data-end="1168">pedagang antar pulau</strong>. Berbekal pendidikan dari <strong data-start="1195" data-end="1264">Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Nusa Cendana Kupang (1995)</strong> dan <strong data-start="1269" data-end="1308">Magister Administrasi Publik (2009)</strong>, Yos tidak gengsi berdagang ikan kering, sayur, dan buah dari Flores ke Kupang, lalu membawa kembali barang kebutuhan dari Timor ke Maumere.</p>
<p data-start="1451" data-end="1753">Sebagai anak dari <strong data-start="1469" data-end="1497">petani dan pengiris moke</strong>, Yos memahami arti perjuangan. Ia memperoleh <strong data-start="1543" data-end="1566">beasiswa Supersemar</strong> saat kuliah karena kegigihan dan prestasinya. Dalam hidup, ia tidak pernah malu pada pekerjaan asalkan itu halal, dan ia percaya bahwa perjuangan adalah bagian dari pembentukan karakter.</p>
<p data-start="1755" data-end="1895">Karier ASN-nya dimulai pada tahun <strong data-start="1789" data-end="1797">1999</strong> sebagai staf di Biro Kepegawaian Provinsi NTT. Selanjutnya ia menjabat berbagai posisi strategis:</p>
<ul data-start="1897" data-end="2253">
<li data-start="1897" data-end="1963">
<p data-start="1899" data-end="1963"><strong data-start="1899" data-end="1912">2003–2011</strong>: Kasubbag Kepegawaian Umum Dinas PU Provinsi NTT</p>
</li>
<li data-start="1964" data-end="2039">
<p data-start="1966" data-end="2039"><strong data-start="1966" data-end="1979">2011–2013</strong>: Kabid Pembinaan Transmigrasi, Dinas Nakertrans Prov. NTT</p>
</li>
<li data-start="2040" data-end="2095">
<p data-start="2042" data-end="2095"><strong data-start="2042" data-end="2055">2013–2017</strong>: Kabid Pengembangan, BKD Provinsi NTT</p>
</li>
<li data-start="2096" data-end="2156">
<p data-start="2098" data-end="2156"><strong data-start="2098" data-end="2111">2017–2022</strong>: Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi NTT</p>
</li>
<li data-start="2157" data-end="2208">
<p data-start="2159" data-end="2208"><strong data-start="2159" data-end="2172">2022–2024</strong>: Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT</p>
</li>
<li data-start="2209" data-end="2253">
<p data-start="2211" data-end="2253"><strong data-start="2211" data-end="2228">2024–sekarang</strong>: Kepala BKD Provinsi NTT</p>
</li>
</ul>
<p data-start="2255" data-end="2435">Di luar jabatan struktural, ia dikenal aktif dalam <strong data-start="2306" data-end="2329">PMKRI Cabang Kupang</strong> saat masih mahasiswa, serta membina komunitas <strong data-start="2376" data-end="2396">KEBBO UMA Kupang</strong> sebagai ruang edukasi dan kebersamaan.</p>
<p data-start="2746" data-end="3088">Yos menyadari bahwa banyak orang hanya melihat hasil akhir tanpa mengetahui proses panjang yang telah ia lalui. Cemoohan yang ia terima saat berjualan selepas kuliah tidak menyurutkan semangatnya. Justru dari situlah tumbuh <strong data-start="2970" data-end="3007">semangat perubahan dan pembuktian</strong>, bahwa <strong data-start="3015" data-end="3087">kesuksesan sejati lahir dari kesederhanaan dan perjuangan yang tulus</strong>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ramut, Talenta Leluhur: Tradisi Penyembuhan Suci Dukun Kampung Atadei&#8221;</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/humaniora/ramut-talenta-leluhur-tradisi-penyembuhan-suci-dukun-kampung-atadei/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[petrus togo]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2025 07:30:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Akar Kayu Penyembuh Lembata]]></category>
		<category><![CDATA[Dukun Kampung vs Dokter Modern]]></category>
		<category><![CDATA[Dukun Molan Atadei]]></category>
		<category><![CDATA[Ina no Ama Lera Wulan Tanah Ekan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Tradisional Adat]]></category>
		<category><![CDATA[Mantra Ramut Bahasa Lamaholot]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Tradisional Lamaholot]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa Dukun 40 Hari 40 Malam]]></category>
		<category><![CDATA[Ramut Tawan dan Ramut Lolon]]></category>
		<category><![CDATA[Talenta Penyembuh Leluhur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lembata.faktahukumntt.com/?p=21853</guid>

					<description><![CDATA[FK&#8211; ATROPOLOGI ATADEI 1. Ramut: Akar Suci dari Rahim Tanah Leluhur Di balik bukit-bukit dan hutan lembah Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, hidup sebuah kearifan kuno yang tak ternilai: Ramut — akar suci yang lahir dari tanah, disinari cahaya matahari, dan ditiup oleh embusan angin kehidupan. Dalam bahasa Indonesia, ramut dikenal sebagai akar kayu berkhasiat; namun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="flex basis-auto flex-col -mb-(--composer-overlap-px) [--composer-overlap-px:55px] grow overflow-hidden">
<div class="relative h-full">
<div class="flex h-full flex-col overflow-y-auto [scrollbar-gutter:stable_both-edges] @[84rem]/thread:pt-(--header-height)">
<div class="@thread-xl/thread:pt-header-height flex flex-col text-sm keyboard-open:pb-[calc(var(--composer-height,100px)+var(--screen-keyboard-height,0))] pb-25">
<article class="text-token-text-primary w-full" dir="auto" data-testid="conversation-turn-10" data-scroll-anchor="true">
<div class="text-base my-auto mx-auto py-5 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @[37rem]:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @[72rem]:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:32rem] @[34rem]:[--thread-content-max-width:40rem] @[64rem]:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto flex max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 text-base gap-4 md:gap-5 lg:gap-6 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden">
<div class="group/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="relative flex-col gap-1 md:gap-3">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-5" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="1b82c76f-e48d-472d-b192-013c00f1b17a" data-message-model-slug="gpt-4o">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full break-words light">
<h2 data-start="450" data-end="469"><strong data-start="453" data-end="469"><a href="https://lembata.faktahukumntt.com/Tag/Faktahukumntt">FK</a>&#8211; ATROPOLOGI ATADEI</strong></h2>
<h3 data-start="471" data-end="523"><strong data-start="475" data-end="523">1. Ramut: Akar Suci dari Rahim Tanah Leluhur</strong></h3>
<p data-start="525" data-end="974">Di balik bukit-bukit dan hutan lembah Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, hidup sebuah kearifan kuno yang tak ternilai: <strong data-start="646" data-end="655">Ramut</strong> — akar suci yang lahir dari tanah, disinari cahaya matahari, dan ditiup oleh embusan angin kehidupan. Dalam bahasa Indonesia, ramut dikenal sebagai <strong data-start="804" data-end="828">akar kayu berkhasiat</strong>; namun dalam budaya <strong data-start="849" data-end="862">Lamaholot</strong>, ramut lebih dari sekadar akar, ia adalah <strong data-start="905" data-end="974">warisan sakral yang diberikan oleh tanah dan dijaga oleh leluhur.</strong></p>
<p data-start="976" data-end="1041"><img decoding="async" class="alignnone wp-image-21855 size-full" src="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/07/Screenshot_20250711_151549_Chrome.jpg" alt="" width="650" height="532" srcset="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/07/Screenshot_20250711_151549_Chrome.jpg 650w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/07/Screenshot_20250711_151549_Chrome-300x246.jpg 300w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/07/Screenshot_20250711_151549_Chrome-24x20.jpg 24w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/07/Screenshot_20250711_151549_Chrome-36x29.jpg 36w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/07/Screenshot_20250711_151549_Chrome-48x39.jpg 48w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" />Ramut dibedakan atas dua jenis suci menurut pewahyuan para dukun:</p>
<ul data-start="1043" data-end="1285">
<li data-start="1043" data-end="1161">
<p data-start="1045" data-end="1161"><strong data-start="1045" data-end="1069">Ama LABA Ramut Tawan</strong> – Ramut murni dari <strong data-start="1089" data-end="1108">akar pohon suci</strong>, yang bersifat kuat, panas, dan menembus inti tubuh.</p>
</li>
<li data-start="1162" data-end="1285">
<p data-start="1164" data-end="1285"><strong data-start="1164" data-end="1188">Ina JAGA Ramut Lolon</strong> – Obat dari <strong data-start="1201" data-end="1229">akar dan daun pohon suci</strong>, bersifat lembut, menyapu sakit dengan sejuk dan teduh.</p>
</li>
</ul>
<p data-start="1287" data-end="1548">Dalam keyakinan lokal, <strong data-start="1310" data-end="1400">setiap pohon, daun, dan rumput yang tumbuh di tanah Atadei memiliki fungsi penyembuhan</strong> jika diolah oleh tangan yang tepat, yaitu dukun kampung — <strong data-start="1459" data-end="1468">Molan</strong> atau <strong data-start="1474" data-end="1498">dokter tanpa sekolah</strong>, yang mendapat <strong data-start="1514" data-end="1548">talenta dari roh nenek moyang.</strong></p>
<h3 data-start="1555" data-end="1618"><strong data-start="1559" data-end="1618">2. Dukun: Talenta yang Diturunkan dari Langit dan Tanah</strong></h3>
<p data-start="1620" data-end="1949">Seorang <strong data-start="1628" data-end="1662">dukun tidak belajar dari buku.</strong> Ia tidak berguru pada manusia, melainkan pada <strong data-start="1709" data-end="1736">alam dan suara leluhur.</strong> Roh-roh nenek moyang menanamkan <strong data-start="1769" data-end="1830">karunia penyembuhan langsung ke dalam batin seorang Molan</strong>, biasanya sejak usia belia. Mereka ditandai oleh kesunyian, penglihatan batin, dan hati yang peka terhadap suara alam.</p>
<p data-start="1951" data-end="2279">Dukun sejati menerima <strong data-start="1973" data-end="2036">kuasa penyembuhan setelah menjalani puasa 40 hari 40 malam.</strong> Dalam masa itu, mereka berdoa, bermeditasi, menjauh dari keramaian, dan menerima <strong data-start="2118" data-end="2211">mantra, petunjuk roh, serta kekuatan menyentuh akar dengan kedua tangan dan sepuluh jari.</strong> Tangan mereka menjadi alat suci untuk meracik dan memberikan ramut.</p>
<blockquote data-start="2281" data-end="2418">
<p data-start="2283" data-end="2418"><strong data-start="2283" data-end="2376">“Tangan tidak hanya memegang akar, tapi juga menyalurkan kekuatan dari langit dan tanah.”</strong> – ungkap seorang dukun tua di Tanah Ekan.</p>
</blockquote>
<h3 data-start="2425" data-end="2489"><strong data-start="2429" data-end="2489"><img decoding="async" class="alignnone wp-image-21856 size-full" src="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/07/Screenshot_20250711_151531_Chrome.jpg" alt="" width="650" height="502" srcset="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/07/Screenshot_20250711_151531_Chrome.jpg 650w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/07/Screenshot_20250711_151531_Chrome-300x232.jpg 300w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/07/Screenshot_20250711_151531_Chrome-24x19.jpg 24w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/07/Screenshot_20250711_151531_Chrome-36x28.jpg 36w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/07/Screenshot_20250711_151531_Chrome-48x37.jpg 48w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /></strong></h3>
<h3 data-start="2425" data-end="2489"><strong data-start="2429" data-end="2489">3. Khasiat Ramut: Dari Patah Tulang Hingga Penyakit Jiwa</strong></h3>
<p data-start="2491" data-end="2593">Ramut yang dikenal di Atadei mencapai lebih dari <strong data-start="2540" data-end="2555">1.000 jenis</strong>, masing-masing punya fungsi spesifik:</p>
<div class="_tableContainer_80l1q_1">
<div class="_tableWrapper_80l1q_14 group flex w-fit flex-col-reverse">
<table class="w-fit min-w-(--thread-content-width)" data-start="2595" data-end="3236">
<thead data-start="2595" data-end="2675">
<tr data-start="2595" data-end="2675">
<th data-start="2595" data-end="2622" data-col-size="sm"><strong data-start="2597" data-end="2611">Nama Ramut</strong></th>
<th data-start="2622" data-end="2675" data-col-size="md"><strong data-start="2624" data-end="2647">Khasiat Penyembuhan</strong></th>
</tr>
</thead>
<tbody data-start="2757" data-end="3236">
<tr data-start="2757" data-end="2836">
<td data-start="2757" data-end="2784" data-col-size="sm">Ramut Alok</td>
<td data-col-size="md" data-start="2784" data-end="2836">Menyambung tulang patah</td>
</tr>
<tr data-start="2837" data-end="2916">
<td data-start="2837" data-end="2864" data-col-size="sm">Ramut Leku Koten</td>
<td data-col-size="md" data-start="2864" data-end="2916">Mengatasi kanker stadium awal</td>
</tr>
<tr data-start="2917" data-end="2996">
<td data-start="2917" data-end="2944" data-col-size="sm">Ramut Gae</td>
<td data-col-size="md" data-start="2944" data-end="2996">Menyembuhkan gondok dan pembengkakan kelenjar</td>
</tr>
<tr data-start="2997" data-end="3076">
<td data-start="2997" data-end="3024" data-col-size="sm">Ramut Epa Weko</td>
<td data-col-size="md" data-start="3024" data-end="3076">Menenangkan jiwa, mengobati depresi</td>
</tr>
<tr data-start="3077" data-end="3156">
<td data-start="3077" data-end="3104" data-col-size="sm">Ramut Muken</td>
<td data-col-size="md" data-start="3104" data-end="3156">Membersihkan darah putih dan meningkatkan imun</td>
</tr>
<tr data-start="3157" data-end="3236">
<td data-start="3157" data-end="3184" data-col-size="sm">Ramut Luba</td>
<td data-col-size="md" data-start="3184" data-end="3236">Menurunkan panas, mengatasi demam berdarah</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div class="sticky end-(--thread-content-margin) h-0 self-end select-none">
<div class="absolute end-0 flex items-end"></div>
</div>
</div>
</div>
<p data-start="3238" data-end="3508">Ramut ini <strong data-start="3248" data-end="3276">tidak sembarang dipetik.</strong> Dukun akan berdoa dan memohon izin dari <strong data-start="3317" data-end="3353">Ina no Ama Lera Wulan Tanah Ekan</strong>, agar pohon mengizinkan bagian tubuhnya digunakan sebagai obat. Proses ini menyatukan tubuh manusia dengan tubuh alam, <strong data-start="3473" data-end="3508">jiwa pasien dengan rahim tanah.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Misteri Perkawinan: 13 Tahun Paulus dan Anita Menjadi Keluarga Kudus dalam Pelukan Tuhan&#8221;</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/humaniora/misteri-perkawinan-13-tahun-paulus-dan-anita-menjadi-keluarga-kudus-dalam-pelukan-tuhan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[petrus togo]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2025 12:39:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[13 tahun pernikahan Katolik]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta sejati Katolik]]></category>
		<category><![CDATA[Doa dan kerja keras dalam rumah tangga]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja Santa Theresia Lisieux Kulon Progo]]></category>
		<category><![CDATA[Grey dan Arni]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih yang diuji dan disembuhkan]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga dalam pelukan Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga yang kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah inspiratif keluarga Katolik]]></category>
		<category><![CDATA[Misteri Perkawinan Katolik]]></category>
		<category><![CDATA[Paulus dan Anita]]></category>
		<category><![CDATA[Perjuangan membangun keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah tangga sebagai altar doa]]></category>
		<category><![CDATA[Sakramen Perkawinan]]></category>
		<category><![CDATA[Ulang Tahun Pernikahan ke-13]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lembata.faktahukumntt.com/?p=21576</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Aku akan bangun dan pergi berkeliling kota, di jalan-jalan dan di lapangan-lapangan; aku akan mencari dia, kekasih jiwaku. Kucari dia, tetapi tidak kutemui.” (Kidung Agung 3:2) Cinta bukan sekadar perasaan yang hangat, bukan sekadar pelukan dan kata-kata manis. Cinta adalah misteri yang dalam, yang ditulis oleh Tuhan, dijaga oleh doa, dan dibentuk oleh kerja keras. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>&#8220;Aku akan bangun dan pergi berkeliling kota, di jalan-jalan dan di lapangan-lapangan; aku akan mencari dia, kekasih jiwaku. Kucari dia, tetapi tidak kutemui.”</em><br />
<em>(Kidung Agung 3:2)</em></p>
<p>Cinta bukan sekadar perasaan yang hangat, bukan sekadar pelukan dan kata-kata manis. <strong>Cinta adalah misteri yang dalam, yang ditulis oleh Tuhan, dijaga oleh doa, dan dibentuk oleh kerja keras</strong>. Inilah yang dijalani dan disaksikan oleh pasangan <strong>Paulus Gerardus Hurint dan Chatarina Anita Prasetyawati</strong> selama <strong>13 tahun perjalanan pernikahan mereka</strong>—sebuah peziarahan panjang menuju kesucian dalam keluarga.</p>
<p><strong>Pernikahan: Perjumpaan Dua Jiwa dalam Rahmat Tuhan</strong></p>
<p>Pada tanggal <strong>2 Juli 2012</strong>, di Gereja <strong>Santa Theresia Lisieux Boro</strong>, Kulon Progo, Yogyakarta, Paulus dan Anita mengikat janji suci dalam Sakramen Perkawinan. Dalam berkat yang dipimpin oleh <strong>RD, Yohanes Yunuar Ismadi, Pr.</strong>, mereka tidak hanya bersatu secara jasmani, tetapi juga secara rohani dalam Tuhan.</p>
<p>Moto cinta mereka diambil dari <strong>Kidung Agung 3:2</strong>,</p>
<p><strong><em>“Kucari Dia, Jantung Hatiku</em></strong><em>.”</em></p>
<p>Ini adalah pengakuan dan penyerahan—bahwa cinta sejati selalu dimulai dari pencarian yang tulus dan keinginan untuk menemukan satu jiwa yang akan menjadi teman seumur hidup.</p>
<p><strong>Cinta yang Tidak Mudah, Tapi Selalu Layak</strong></p>
<p>Perkawinan bukanlah tempat di mana dua orang yang sempurna hidup bersama, melainkan dua orang yang saling menyempurnakan lewat pengampunan dan pengorbanan.</p>
<p><em>&#8220;Hati kami sering teduh dalam kasih, tapi juga harus sekuat karang saat badai datang.&#8221;</em></p>
<p>Dalam <strong>13 tahun ini</strong>, Paulus dan Anita telah melewati pelbagai musim:<br />
musim tawa dan musim air mata, musim tenang dan musim gelisah.<br />
Namun mereka memilih untuk tidak menyerah—karena mereka percaya, <strong>cinta adalah pekerjaan harian yang disiram oleh doa dan ditopang oleh ketekunan.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<figure id="attachment_21578" aria-describedby="caption-attachment-21578" style="width: 346px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-21578 size-full" src="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/07/paulus-1.png" alt="Keluarga yang Diberkati: Grey dan ArniDua malaikat kecil hadir dalam kehidupan mereka: • Grey (Yohanes Graciano Laka Hurint), kini usia 12 tahun, masuk SMP. • Arni (Susana Sukarni Hurint), usia 6 tahun, memulai langkah di SD. “Tuhan sudah menulis nama mereka dalam rahim doa, bahkan sebelum bumi penuh isi.” " width="346" height="485" srcset="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/07/paulus-1.png 346w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/07/paulus-1-214x300.png 214w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/07/paulus-1-17x24.png 17w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/07/paulus-1-26x36.png 26w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/07/paulus-1-34x48.png 34w" sizes="auto, (max-width: 346px) 100vw, 346px" /><figcaption id="caption-attachment-21578" class="wp-caption-text">Keluarga yang Diberkati: Grey dan Arni Dua malaikat kecil hadir dalam kehidupan mereka: • Grey (Yohanes Graciano Laka Hurint), kini usia 12 tahun, masuk SMP.<br />
• Arni (Susana Sukarni Hurint), usia 6 tahun, memulai langkah di SD. “Tuhan sudah menulis nama mereka dalam rahim doa, bahkan sebelum bumi penuh isi.”</figcaption></figure>
<p><strong>13 Tahun, 13 Berkat</strong></p>
<p>Tiga belas bukan angka sial. Bagi mereka, <strong>13 adalah angka rahmat, angka perjuangan, angka kemenangan kasih.</strong></p>
<ol>
<li><strong>Tahun pertama:</strong> Janji yang diucapkan dengan gemetar tapi yakin.</li>
<li><strong>Tahun kedua:</strong> Penyesuaian penuh tantangan.</li>
<li><strong>Tahun ketiga:</strong> Lahirnya Yohanes Graciano, si bintang kecil.</li>
<li><strong>Tahun keempat:</strong> Ekonomi diuji, tangan digenggam erat.</li>
<li><strong>Tahun kelima:</strong> Doa-doa mulai dijawab perlahan.</li>
<li><strong>Tahun keenam:</strong> Melayani Tuhan bersama di tengah keluarga.</li>
<li><strong>Tahun ketujuh:</strong> Rumah jadi tempat doa dan penyembuhan.</li>
<li><strong>Tahun kedelapan:</strong> Kesetiaan diuji, namun tak goyah.</li>
<li><strong>Tahun kesembilan:</strong> Hadirnya Arni, bunga kecil penuh warna.</li>
<li><strong>Tahun kesepuluh:</strong> Rasa syukur menyelimuti rumah tangga.</li>
<li><strong>Tahun kesebelas:</strong> Bersatu dalam membesarkan anak-anak.</li>
<li><strong>Tahun kedua belas:</strong> Semakin mendalam dalam iman.</li>
<li><strong>Tahun ketiga belas:</strong> Mencintai sebagai jalan menuju kekudusan.</li>
</ol>
<p><em>“Cinta sejati bukanlah tanpa luka, tetapi luka yang disembuhkan dalam pelukan kasih Tuhan.”</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Keluarga yang Diberkati: Grey dan Arni</strong></p>
<p>Dua malaikat kecil hadir dalam kehidupan mereka:</p>
<ul>
<li><strong>Grey</strong> (Yohanes Graciano Laka Hurint), kini usia 12 tahun, masuk SMP.</li>
<li><strong>Arni</strong> (Susana Sukarni Hurint), usia 6 tahun, memulai langkah di SD.</li>
</ul>
<p><em>“Tuhan sudah menulis nama mereka dalam rahim doa, bahkan sebelum bumi penuh isi.”</em></p>
<p>Grey dan Arni bukan hanya anak-anak biasa. Mereka adalah <strong>buah cinta dan kerja sama</strong>, hasil dari doa yang tak henti dan cinta yang tak putus. Anak-anak ini dibesarkan bukan hanya dengan kasih sayang, tetapi juga dalam nilai iman, kesetiaan, dan pelayanan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SMK SMIP SANCTUS RESTO di Expo Pendidikan HARDIKNAS : Egg Sandwich Lidah Lembata Tergoda</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/humaniora/sanctus-resto-di-expo-pendidikan-lidah-lembata-tergoda-rasa-hotel-berbintang-di-bawah-pohon-asam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[petrus togo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 May 2025 14:21:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Expo Pendidikan Lembata]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Pendidikan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Higienis]]></category>
		<category><![CDATA[Masakan siswa SMK]]></category>
		<category><![CDATA[Rasa hotel berbintang]]></category>
		<category><![CDATA[Sanctus Resto]]></category>
		<category><![CDATA[SMIP Sanctus Lewoleba]]></category>
		<category><![CDATA[Stand Makanan Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Tata Boga SMK]]></category>
		<category><![CDATA[Wirausaha pelajar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lembata.faktahukumntt.com/?p=19781</guid>

					<description><![CDATA[Wao&#8230;Egg Sandwich – Menu favorit pengunjung, dengan roti lembut dan telur gurih, sempurna disantap di bawah pohon asam FK &#8211; Lembata, 3 Mei 2025 – Suasana Hari Pendidikan Nasional terasa lebih menggoda di stand SMIP Sanctus Lewoleba. Dengan bangga menghadirkan “SANCTUS RESTO”, stan ini menyulap area expo menjadi tempat makan favorit pengunjung di bawah rindangnya pohon [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="flex shrink basis-auto flex-col overflow-hidden -mb-(--composer-overlap-px) [--composer-overlap-px:24px] grow">
<div class="relative h-full">
<div class="flex h-full flex-col overflow-y-auto [scrollbar-gutter:stable] @[84rem]/thread:pt-(--header-height)">
<div class="@thread-xl/thread:pt-header-height mt-1.5 flex flex-col text-sm keyboard-open:pb-[calc(var(--composer-height,100px)+var(--screen-keyboard-height,0))] pb-25">
<article class="text-token-text-primary w-full" dir="auto" data-testid="conversation-turn-10" data-scroll-anchor="true">
<div class="text-base my-auto mx-auto py-5 [--thread-content-margin:--spacing(4)] @[37rem]:[--thread-content-margin:--spacing(6)] @[72rem]:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:32rem] @[34rem]:[--thread-content-max-width:40rem] @[64rem]:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto flex max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 text-base gap-4 md:gap-5 lg:gap-6 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden">
<div class="group/conversation-turn relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="relative flex-col gap-1 md:gap-3">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-5" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="e7c029af-b144-4b53-a8ee-086edc2f334c" data-message-model-slug="gpt-4o">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[3px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full break-words light">
<p data-start="491" data-end="886">Wao&#8230;<strong data-start="1525" data-end="1541">Egg Sandwich</strong> – Menu favorit pengunjung, dengan roti lembut dan telur gurih, sempurna disantap di bawah pohon asam</p>
<p class="" data-start="491" data-end="886"><strong><a href="https://lembata.faktahukumntt.com/Tag/Faktahukumntt">FK</a> &#8211; </strong>Lembata,<em data-start="491" data-end="512"> 3 Mei 2025</em> – Suasana Hari Pendidikan Nasional terasa lebih menggoda di stand <strong data-start="579" data-end="604">SMIP Sanctus Lewoleba</strong>. Dengan bangga menghadirkan <strong data-start="633" data-end="652">“SANCTUS RESTO”</strong>, stan ini menyulap area expo menjadi tempat makan favorit pengunjung di bawah rindangnya pohon asam. Tak hanya menggoda lidah, setiap racikan menu membawa rasa hotel berbintang yang langsung dibuat oleh siswa-siswi jurusan Tata Boga.</p>
<p class="" data-start="888" data-end="1250">Kepala SMK Sanctus, <strong data-start="908" data-end="930">Bapak Linus Beseng</strong>, menyampaikan bahwa seluruh menu disiapkan oleh siswa yang telah menjalani pelatihan dari berbagai hotel ternama di Indonesia. &#8220;Mereka bukan hanya belajar, tapi betul-betul dibekali untuk siap bekerja dan berwirausaha. Di sinilah taman siswa benar-benar menciptakan bibit wirausaha kuliner Lembata,&#8221; ujar beliau bangga.</p>
<figure id="attachment_19783" aria-describedby="caption-attachment-19783" style="width: 1024px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-19783 size-large" src="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/05/20250503_220845-1024x942.jpg" alt="Kepala Smip Samctus LINUS Beseng" width="1024" height="942" srcset="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/05/20250503_220845-1024x942.jpg 1024w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/05/20250503_220845-300x276.jpg 300w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/05/20250503_220845-768x707.jpg 768w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/05/20250503_220845-24x22.jpg 24w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/05/20250503_220845-36x33.jpg 36w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/05/20250503_220845-48x44.jpg 48w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/05/20250503_220845.jpg 1200w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption id="caption-attachment-19783" class="wp-caption-text">Kepala Smip Samctus LINUS Beseng</figcaption></figure>
<p class="" data-start="1252" data-end="1294"><strong data-start="1252" data-end="1294">MENU MAKANAN FAVORIT DI SANCTUS RESTO:</strong></p>
<p class="" data-start="1296" data-end="1304"><strong data-start="1296" data-end="1304">FOOD</strong></p>
<ol data-start="1305" data-end="1796">
<li class="" data-start="1305" data-end="1379">
<p class="" data-start="1308" data-end="1379"><strong data-start="1308" data-end="1328">Soto Ayam + Nasi</strong> – Hangat, gurih, dan pas di lidah orang Lembata.</p>
</li>
<li class="" data-start="1380" data-end="1445">
<p class="" data-start="1383" data-end="1445"><strong data-start="1383" data-end="1396">Soto Ayam</strong> – Sajian berkuah bening dengan rempah pilihan.</p>
</li>
<li class="" data-start="1446" data-end="1521">
<p class="" data-start="1449" data-end="1521"><strong data-start="1449" data-end="1463">Fried Rice</strong> – Nasi goreng klasik dengan racikan bumbu khas Sanctus.</p>
</li>
<li class="" data-start="1522" data-end="1645">
<p class="" data-start="1525" data-end="1645"><strong data-start="1525" data-end="1541">Egg Sandwich</strong> – Menu favorit pengunjung, dengan roti lembut dan telur gurih, sempurna disantap di bawah pohon asam.</p>
</li>
<li class="" data-start="1646" data-end="1717">
<p class="" data-start="1649" data-end="1717"><strong data-start="1649" data-end="1672">Spaghetti Bolognese</strong> – Cita rasa Italia di tangan anak Lembata.</p>
</li>
<li class="" data-start="1718" data-end="1796">
<p class="" data-start="1721" data-end="1796"><strong data-start="1721" data-end="1747">Piscok (Pisang Coklat)</strong> – Jajanan manis, renyah di luar, lumer di dalam.</p>
</li>
</ol>
<p class="" data-start="1798" data-end="1810"><strong data-start="1798" data-end="1810"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-19784 size-large" src="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/05/20250503_213627-768x1024.jpg" alt="" width="768" height="1024" srcset="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/05/20250503_213627-768x1024.jpg 768w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/05/20250503_213627-225x300.jpg 225w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/05/20250503_213627-18x24.jpg 18w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/05/20250503_213627-27x36.jpg 27w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/05/20250503_213627-36x48.jpg 36w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/05/20250503_213627.jpg 831w" sizes="auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px" /></strong></p>
<p class="" data-start="1798" data-end="1810"><strong data-start="1798" data-end="1810">BEVERAGE</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
