<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ambrosius Kodo &#8211; Fakta Hukum Lembata</title>
	<atom:link href="https://lembata.faktahukumntt.com/tag/ambrosius-kodo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lembata.faktahukumntt.com</link>
	<description>Berita Terkini Lembata</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 Jul 2025 07:46:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-6-32x32.png</url>
	<title>Ambrosius Kodo &#8211; Fakta Hukum Lembata</title>
	<link>https://lembata.faktahukumntt.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kepala Dinas Pendidikan NTT Serahkan SPMT Guru PPPK Tahap 1: Wujud Penguatan Peran Guru sebagai Pilar Bangsa</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/daerah/kepala-dinas-pendidikan-ntt-serahkan-spmt-guru-pppk-tahap-1-wujud-penguatan-peran-guru-sebagai-pilar-bangsa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[petrus togo]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2025 07:32:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ambrosius Kodo]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pendidikan NTT]]></category>
		<category><![CDATA[GTK NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Agama dan Bahasa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Guru PPPK Tahap 1 NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Guru sebagai Pilar Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Penyerahan SPMT]]></category>
		<category><![CDATA[peran guru]]></category>
		<category><![CDATA[SPMT Guru PPPK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lembata.faktahukumntt.com/?p=22134</guid>

					<description><![CDATA[Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ambrosius Kodo, S.Sos., M.M FK -Kupang, 25 Juli 2025 – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ambrosius Kodo, S.Sos., M.M., secara resmi menyerahkan Surat Perintah Melaksanakan Tugas (SPMT) kepada para guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap 1. Acara yang berlangsung di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ambrosius Kodo, S.Sos., M.M</em></strong></p>
<p><strong><a href="https://lembata.faktahukumntt.com/Tag/Faktahukumntt">FK</a> -Kupang, 25 Juli 2025</strong> – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, <strong>Ambrosius Kodo, S.Sos., M.M.</strong>, secara resmi menyerahkan <strong>Surat Perintah Melaksanakan Tugas (SPMT)</strong> kepada para guru <strong>Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap 1</strong>.</p>
<p>Acara yang berlangsung di aula Dinas Pendidikan Provinsi NTT ini dihadiri oleh ribuan  guru PPPK penerima SPMT dari berbagai kabupaten, khususnya guru mata pelajaran <strong>Agama</strong> dan <strong>Bahasa Indonesia</strong>. Dalam sambutannya, Ambrosius Kodo menegaskan bahwa guru merupakan pusat dasar kecerdasan bangsa dan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi penerus.</p>
<blockquote><p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-22136 size-full" src="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/07/20250725_150746.jpg" alt="" width="650" height="410" srcset="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/07/20250725_150746.jpg 650w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/07/20250725_150746-300x189.jpg 300w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/07/20250725_150746-24x15.jpg 24w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/07/20250725_150746-36x23.jpg 36w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/07/20250725_150746-48x30.jpg 48w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /></p>
<p>“Guru bukan sekadar pengajar, tetapi juga pendidik, pembimbing, dan teladan. Penyerahan SPMT ini menjadi simbol komitmen pemerintah dalam memperkuat peran guru sebagai garda terdepan pendidikan,” ujar Ambrosius.</p></blockquote>
<p>Penyerahan SPMT dilakukan secara bertahap dan teratur, dipandu langsung oleh Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Para guru menerima dokumen SPMT satu per satu sesuai nomor urut yang telah ditentukan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kadisdikbud NTT Ambrosius Kodo Tegaskan Pungutan Awal Semester: Kebijakan Pro-Rakyat Gubernur NTT</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/daerah/kadisdikbud-ntt-ambrosius-kodo-tegaskan-penundaan-pungutan-awal-semester-kebijakan-pro-rakyat-gubernur-ntt/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[petrus togo]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2025 12:06:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ambrosius Kodo]]></category>
		<category><![CDATA[Dana BOSP]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Gunung Lewotobi]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur NTT]]></category>
		<category><![CDATA[IPP Awal Semester]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan Pendidikan NTT 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Penundaan Pungutan Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lembata.faktahukumntt.com/?p=21951</guid>

					<description><![CDATA[FK&#8211; Kupang, 14 Juli 2025 — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ambrosius Kodo, S.Sos, M.M, dalam wawancara melalui saluran telepon bersama media Faktahukumntt.com Biro Lembata pada Senin (14/7/2025), menegaskan kebijakan penting terkait pungutan sekolah di awal semester tahun pelajaran 2025/2026. Penegasan ini merupakan tindak lanjut langsung atas Surat Gubernur NTT Nomor: [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://lembata.faktahukumntt.com/tag/Faktahukumntt">FK</a>&#8211; </strong>Kupang, 14 Juli 2025 — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ambrosius Kodo, S.Sos, M.M, dalam wawancara melalui saluran telepon bersama media Faktahukumntt.com Biro Lembata pada Senin (14/7/2025), menegaskan kebijakan penting terkait pungutan sekolah di awal semester tahun pelajaran 2025/2026.</p>
<p>Penegasan ini merupakan tindak lanjut langsung atas Surat Gubernur NTT Nomor: 421/3001/PK/2025 tertanggal 9 Juli 2025, perihal Penundaan Pungutan di Awal Semester. Arahan ini dikeluarkan sebagai respons atas keluhan masyarakat yang merasa terbebani oleh pungutan di sekolah pada awal semester.</p>
<p>Ambrosius menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan komitmen Gubernur NTT dalam memberikan kemudahan akses pendidikan bagi seluruh siswa, serta meringankan beban orang tua dan wali murid, terutama keluarga kurang mampu.</p>
<p>Adapun isi kebijakan tersebut meliputi enam poin utama:</p>
<ol>
<li>Pungutan IPP Maksimal Sebulan atau Diangsur</li>
</ol>
<p>Sekolah hanya diperbolehkan memungut Iuran Pengembangan Pendidikan (IPP) sebesar satu bulan di awal semester. Mekanisme pembayaran IPP juga dapat dilakukan secara berangsur, bukan sekaligus, untuk menghindari tekanan finansial kepada keluarga siswa, khususnya dari golongan ekonomi lemah.</p>
<ol start="2">
<li>Besaran IPP Disesuaikan Kondisi Ekonomi Lokal</li>
</ol>
<p>Penetapan jumlah dan cara pembayaran IPP harus memperhatikan kemampuan ekonomi masyarakat setempat. Ketentuan ini berlaku sampai Peraturan Gubernur tentang Pendanaan Pendidikan di tingkat SMA, SMK, dan SLB diterbitkan.</p>
<ol start="3">
<li>Siswa Korban Erupsi Lewotobi Dibebaskan dari Biaya</li>
</ol>
<p>Secara khusus, siswa yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di wilayah Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sikka tidak boleh dikenai pungutan apapun. Pembiayaan untuk guru dan operasional sekolah dalam kondisi ini sepenuhnya dialokasikan dari Dana BOSP (Bantuan Operasional Satuan Pendidikan).</p>
<ol start="4">
<li>Larangan Menahan Hak Siswa Karena Biaya</li>
</ol>
<p>Sekolah dilarang menahan hak siswa, baik dalam bentuk larangan mengikuti pelajaran, menahan rapor, maupun tindakan diskriminatif lainnya hanya karena keterbatasan membayar IPP.</p>
<ol start="5">
<li>Pengawasan Ketat oleh Disdikbud Provinsi</li>
</ol>
<p>Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi akan melakukan pengawasan ketat terhadap implementasi kebijakan ini. Bila ditemukan pelanggaran, sanksi administratif hingga tindakan tegas akan diterapkan.</p>
<ol start="6">
<li>Penundaan Berlaku Hingga Pemberitahuan Selanjutnya</li>
</ol>
<p>Kebijakan ini berlaku hingga ada pemberitahuan resmi lebih lanjut dari Pemerintah Provinsi NTT.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gerakan Gentabelis: Upaya Bersama Meningkatkan Budaya Literasi di NTT</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/pendidikan/gerakan-gentabelis-upaya-bersama-meningkatkan-budaya-literasi-di-ntt/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[petrus togo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Jan 2025 16:41:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Ambrosius Kodo]]></category>
		<category><![CDATA[Dukungan Mitra Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Gentabelis]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Literasi NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi di Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[NTT Membaca dan Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Peningkatan Kualitas Pendidikan NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Program Literasi Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lembata.faktahukumntt.com/?p=14927</guid>

					<description><![CDATA[&#160; FK &#8211;Kupang, Nusa Tenggara Timur – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meluncurkan program inovatif bertajuk Gerakan NTT Membaca dan Menulis atau dikenal sebagai Gentabelis. Program ini bertujuan untuk meningkatkan budaya literasi di seluruh wilayah NTT dan membangkitkan minat membaca serta menulis di kalangan masyarakat, terutama para pelajar. Peluncuran program Gentabelis dilakukan pada 22 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong><a href="https://lembata.faktahukumntt.com/Tag/Faktahukumntt">FK</a> &#8211;</strong>Kupang, Nusa Tenggara Timur – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meluncurkan program inovatif bertajuk Gerakan NTT Membaca dan Menulis atau dikenal sebagai Gentabelis.</p>
<p>Program ini bertujuan untuk meningkatkan budaya literasi di seluruh wilayah NTT dan membangkitkan minat membaca serta menulis di kalangan masyarakat, terutama para pelajar.</p>
<p>Peluncuran program Gentabelis dilakukan pada 22 November 2024 di Hotel Silvia Kupang oleh Penjabat Gubernur NTT, Dr. Andrico Noto Susanto. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, menjelaskan bahwa Gentabelis dirancang sebagai respons atas rendahnya tingkat literasi di NTT. Menurut data hasil Asesmen Nasional tahun 2023, hanya 22% sekolah di NTT yang mencapai standar literasi minimum.</p>
<p>“Rendahnya kemampuan literasi ini menunjukkan bahwa banyak siswa yang belum mampu memahami apa yang mereka baca. Ini masalah serius yang membutuhkan solusi bersama. Dengan Gentabelis, kami ingin membangun semangat membaca dan menulis di sekolah-sekolah,” kata Ambrosius.</p>
<p>Selain itu, program ini juga menargetkan perluasan akses ilmu pengetahuan hingga pelosok daerah. Literasi yang kuat diyakini menjadi kunci peningkatan kualitas sumber daya manusia di NTT, yang akan berdampak pada pengembangan sosial, ekonomi, dan politik.</p>
<p>Komitmen Bersama untuk Literasi NTT<br />
Gentabelis tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga mengundang keterlibatan berbagai mitra, komunitas literasi, dan organisasi pendidikan. “Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi semua mitra yang ingin berkontribusi dalam pembangunan literasi di NTT. Ini adalah gerakan bersama,” tambah Ambrosius.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
