<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Desa Nangahale &#8211; Fakta Hukum Lembata</title>
	<atom:link href="https://lembata.faktahukumntt.com/tag/desa-nangahale/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lembata.faktahukumntt.com</link>
	<description>Berita Terkini Lembata</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Jan 2025 06:54:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-6-32x32.png</url>
	<title>Desa Nangahale &#8211; Fakta Hukum Lembata</title>
	<link>https://lembata.faktahukumntt.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tangis di Tengah Reruntuhan: Saat Rumah Tak Lagi Menjadi Tempat Pulang</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/opini/tangis-di-tengah-reruntuhan-saat-rumah-tak-lagi-menjadi-tempat-pulang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[petrus togo]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jan 2025 06:54:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[alat berat]]></category>
		<category><![CDATA[anak kehilangan pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Nangahale]]></category>
		<category><![CDATA[keadilan hukum.]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Pembersihan lahan]]></category>
		<category><![CDATA[penggusuran]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan warga]]></category>
		<category><![CDATA[rumah dibongkar]]></category>
		<category><![CDATA[sikka]]></category>
		<category><![CDATA[tangis histeris]]></category>
		<category><![CDATA[warga miskin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lembata.faktahukumntt.com/?p=15425</guid>

					<description><![CDATA[FK &#8211; Di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu, 22 Januari 2025, ratusan warga kehilangan tempat tinggal mereka dalam pembersihan lahan eks HGU oleh PT Kris Rama Maumere. Dua alat berat meluluhlantakkan rumah-rumah sederhana yang selama ini menjadi tempat berteduh, memaksa warga berlarian keluar dengan membawa barang seadanya. Tangisan histeris terdengar di mana-mana. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://lembata.faktahukumntt.com/Tag/Faktahukum">FK</a> &#8211; </strong>Di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu, 22 Januari 2025, ratusan warga kehilangan tempat tinggal mereka dalam pembersihan lahan eks HGU oleh PT Kris Rama Maumere.</p>
<p>Dua alat berat meluluhlantakkan rumah-rumah sederhana yang selama ini menjadi tempat berteduh, memaksa warga berlarian keluar dengan membawa barang seadanya.</p>
<p>Tangisan histeris terdengar di mana-mana. Seorang bocah sekolah dasar, baru saja pulang sekolah, terpaksa menyaksikan rumahnya runtuh. Dengan tas kecil berisi buku pelajaran, ia bingung harus ke mana. &#8220;Bapa dan Mama sudah lari ke pantai karena tidak tega melihat rumah dibongkar,&#8221; ujar bocah itu dengan suara gemetar. Masa depannya kini menjadi tanda tanya besar, karena tanpa rumah, harapan untuk terus belajar tampak kian jauh.</p>
<p>Di sudut lain, seorang ibu berlutut di atas tanah yang dulunya menjadi fondasi rumahnya. Dengan air mata bercucuran, ia meraih puing-puing yang tersisa, berharap ada sesuatu yang masih bisa digunakan. Warga lainnya membongkar rumah mereka sendiri, berusaha menyelamatkan material yang masih layak pakai untuk membangun kembali dari nol.</p>
<p>&#8220;Kami tidak tahu apa salah kami. Kami hanya orang miskin yang tidak mengerti hukum. Tuhan, mengapa ini harus terjadi?&#8221; keluh seorang warga yang kehilangan segalanya.</p>
<p>Malam itu, dingin menusuk. Warga yang tak memiliki tempat tujuan harus mengandalkan belas kasih keluarga atau kerabat terdekat untuk menumpang tidur. Esok hari, mereka harus menghadapi kenyataan pahit tanpa kejelasan akan masa depan.</p>
<p><em><strong>Puing-Puing Harapan di Tengah Kehancuran</strong></em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kericuhan Warnai Eksekusi Lahan HGU PT Kris Rama di NTT, Warga Hadang Alat Berat</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/daerah/kericuhan-warnai-eksekusi-lahan-hgu-pt-kris-rama-di-ntt-warga-hadang-alat-berat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[petrus togo]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jan 2025 23:47:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Aparat keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Nangahale]]></category>
		<category><![CDATA[Eksekusi lahan]]></category>
		<category><![CDATA[Hak guna usaha (HGU)]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik lahan]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik tanah di NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Protes warga]]></category>
		<category><![CDATA[PT Kris Rama]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Sikka NTT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lembata.faktahukumntt.com/?p=15352</guid>

					<description><![CDATA[&#160; &#160; FK &#8211; Sikka, NTT – Tepatnya 22 Januari 2025 Kericuhan mewarnai proses eksekusi lahan hak guna usaha (HGU) milik PT Kris Rama di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu pagi, 22 Januari 2025. Proses eksekusi yang melibatkan alat berat ini bertujuan untuk mensertifikasi dan mengelola lahan tersebut. Namun, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><a href="https://lembata.faktahukumntt.com/Tag/Faktahukumntt">FK</a> &#8211; </strong><strong>Sikka, NTT</strong> – Tepatnya 22 Januari 2025 Kericuhan mewarnai proses eksekusi lahan hak guna usaha (HGU) milik PT Kris Rama di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu pagi, 22 Januari 2025. Proses eksekusi yang melibatkan alat berat ini bertujuan untuk mensertifikasi dan mengelola lahan tersebut. Namun, langkah tersebut memicu protes keras dari warga setempat.</p>
<p style="padding-left: 40px"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-15354 size-large" src="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/01/Screenshot_20250123_074028_YouTube-1024x648.jpg" alt="" width="1024" height="648" srcset="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/01/Screenshot_20250123_074028_YouTube-1024x648.jpg 1024w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/01/Screenshot_20250123_074028_YouTube-300x190.jpg 300w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/01/Screenshot_20250123_074028_YouTube-768x486.jpg 768w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/01/Screenshot_20250123_074028_YouTube-24x15.jpg 24w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/01/Screenshot_20250123_074028_YouTube-36x23.jpg 36w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/01/Screenshot_20250123_074028_YouTube-48x30.jpg 48w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/01/Screenshot_20250123_074028_YouTube.jpg 1138w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
<p style="padding-left: 40px">Aksi protes dimulai saat alat berat mulai merobohkan rumah warga di lahan tersebut. Para penduduk yang merasa dirugikan langsung menghadang alat berat dan melempari batu sebagai bentuk penolakan. Salah satu lemparan mengenai kaca alat berat hingga pecah. Meskipun menghadapi perlawanan sengit, eksekusi tetap berlanjut. Hingga berita ini ditulis, satu rumah telah berhasil dihancurkan, dan proses pembongkaran masih terus dilakukan.</p>
<p>Pihak keamanan, termasuk aparat kepolisian dan satuan pengamanan, dikerahkan untuk menjaga jalannya eksekusi dan mencegah bentrokan lebih lanjut. Namun, ketegangan di lapangan tetap tinggi. Banyak warga merasa kecewa dan marah karena mereka sudah lama tinggal di lokasi tersebut.</p>
<p>Mereka menganggap penghancuran rumah tanpa solusi jelas bagi tempat tinggal mereka sebagai tindakan yang tidak adil.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone wp-image-15355 size-large" src="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/01/Screenshot_20250123_074018_YouTube-1024x641.jpg" alt="" width="1024" height="641" srcset="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/01/Screenshot_20250123_074018_YouTube-1024x641.jpg 1024w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/01/Screenshot_20250123_074018_YouTube-300x188.jpg 300w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/01/Screenshot_20250123_074018_YouTube-768x481.jpg 768w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/01/Screenshot_20250123_074018_YouTube-24x15.jpg 24w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/01/Screenshot_20250123_074018_YouTube-36x23.jpg 36w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/01/Screenshot_20250123_074018_YouTube-48x30.jpg 48w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/01/Screenshot_20250123_074018_YouTube.jpg 1150w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
