<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gentabelis &#8211; Fakta Hukum Lembata</title>
	<atom:link href="https://lembata.faktahukumntt.com/tag/gentabelis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lembata.faktahukumntt.com</link>
	<description>Berita Terkini Lembata</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Jan 2025 16:42:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-6-32x32.png</url>
	<title>Gentabelis &#8211; Fakta Hukum Lembata</title>
	<link>https://lembata.faktahukumntt.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gerakan Gentabelis: Upaya Bersama Meningkatkan Budaya Literasi di NTT</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/pendidikan/gerakan-gentabelis-upaya-bersama-meningkatkan-budaya-literasi-di-ntt/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[petrus togo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Jan 2025 16:41:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Ambrosius Kodo]]></category>
		<category><![CDATA[Dukungan Mitra Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Gentabelis]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Literasi NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi di Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[NTT Membaca dan Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Peningkatan Kualitas Pendidikan NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Program Literasi Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lembata.faktahukumntt.com/?p=14927</guid>

					<description><![CDATA[&#160; FK &#8211;Kupang, Nusa Tenggara Timur – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meluncurkan program inovatif bertajuk Gerakan NTT Membaca dan Menulis atau dikenal sebagai Gentabelis. Program ini bertujuan untuk meningkatkan budaya literasi di seluruh wilayah NTT dan membangkitkan minat membaca serta menulis di kalangan masyarakat, terutama para pelajar. Peluncuran program Gentabelis dilakukan pada 22 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong><a href="https://lembata.faktahukumntt.com/Tag/Faktahukumntt">FK</a> &#8211;</strong>Kupang, Nusa Tenggara Timur – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meluncurkan program inovatif bertajuk Gerakan NTT Membaca dan Menulis atau dikenal sebagai Gentabelis.</p>
<p>Program ini bertujuan untuk meningkatkan budaya literasi di seluruh wilayah NTT dan membangkitkan minat membaca serta menulis di kalangan masyarakat, terutama para pelajar.</p>
<p>Peluncuran program Gentabelis dilakukan pada 22 November 2024 di Hotel Silvia Kupang oleh Penjabat Gubernur NTT, Dr. Andrico Noto Susanto. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, menjelaskan bahwa Gentabelis dirancang sebagai respons atas rendahnya tingkat literasi di NTT. Menurut data hasil Asesmen Nasional tahun 2023, hanya 22% sekolah di NTT yang mencapai standar literasi minimum.</p>
<p>“Rendahnya kemampuan literasi ini menunjukkan bahwa banyak siswa yang belum mampu memahami apa yang mereka baca. Ini masalah serius yang membutuhkan solusi bersama. Dengan Gentabelis, kami ingin membangun semangat membaca dan menulis di sekolah-sekolah,” kata Ambrosius.</p>
<p>Selain itu, program ini juga menargetkan perluasan akses ilmu pengetahuan hingga pelosok daerah. Literasi yang kuat diyakini menjadi kunci peningkatan kualitas sumber daya manusia di NTT, yang akan berdampak pada pengembangan sosial, ekonomi, dan politik.</p>
<p>Komitmen Bersama untuk Literasi NTT<br />
Gentabelis tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga mengundang keterlibatan berbagai mitra, komunitas literasi, dan organisasi pendidikan. “Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi semua mitra yang ingin berkontribusi dalam pembangunan literasi di NTT. Ini adalah gerakan bersama,” tambah Ambrosius.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
