<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hak guna usaha (HGU) &#8211; Fakta Hukum Lembata</title>
	<atom:link href="https://lembata.faktahukumntt.com/tag/hak-guna-usaha-hgu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lembata.faktahukumntt.com</link>
	<description>Berita Terkini Lembata</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Jan 2025 00:13:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-6-32x32.png</url>
	<title>Hak guna usaha (HGU) &#8211; Fakta Hukum Lembata</title>
	<link>https://lembata.faktahukumntt.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hukum, Tradisi Alam, dan Keadilan dalam Konflik Tanah HGU Nangahale: Pelajaran tentang Supremasi Hukum dan Hak Asasi Manusia</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/daerah/hukum-tradisi-alam-dan-keadilan-dalam-konflik-tanah-hgu-nangahale-pelajaran-tentang-supremasi-hukum-dan-hak-asasi-manusia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[petrus togo]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jan 2025 00:12:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Advokasi Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Pertanahan Nasional (BPN)]]></category>
		<category><![CDATA[Hak Asasi Manusia (HAM)]]></category>
		<category><![CDATA[Hak guna usaha (HGU)]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik Tanah Nangahale]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat Adat]]></category>
		<category><![CDATA[Penegakan Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[PT Kris Rama]]></category>
		<category><![CDATA[Sertifikat HGU]]></category>
		<category><![CDATA[Supremasi Hukum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lembata.faktahukumntt.com/?p=15410</guid>

					<description><![CDATA[FK  &#8211; FAKTA Konflik tanah di Nangahale menggambarkan persinggungan antara hukum formal, klaim tradisi, dan isu hak asasi manusia (HAM). Tanah yang secara hukum diakui sebagai Hak Guna Usaha (HGU) PT Kris Rama memunculkan perdebatan panjang akibat klaim warga yang mengatasnamakan hak tradisional dan HAM. Artikel ini membahas perjalanan hukum kasus ini, termasuk legalitas HGU, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://lembata.faktahukumntt.com/Tag/Faktahukum">FK</a>  &#8211; </strong><em>FAKTA</em> Konflik tanah di Nangahale menggambarkan persinggungan antara hukum formal, klaim tradisi, dan isu hak asasi manusia (HAM). Tanah yang secara hukum diakui sebagai Hak Guna Usaha (HGU) PT Kris Rama memunculkan perdebatan panjang akibat klaim warga yang mengatasnamakan hak tradisional dan HAM.</p>
<p>Artikel ini membahas perjalanan hukum kasus ini, termasuk legalitas HGU, isu masyarakat adat, dan relevansi HAM dalam penyelesaian konflik.</p>
<hr />
<h3><em><strong>Hukum dan Legalitas Tanah HGU</strong></em></h3>
<p>Tanah di Nangahale yang kini dimiliki PT Kris Rama melalui Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU) telah disahkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) NTT. Berdasarkan hukum, PT Kris Rama memiliki hak untuk mengelola tanah tersebut sesuai dengan peruntukannya.</p>
<p>Namun, sejumlah warga diduga memasuki, menggarap, bahkan merusak aset di atas tanah tersebut tanpa dasar hukum yang jelas. Akibatnya, tindakan tersebut dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum yang membawa konsekuensi pidana. Penetapan delapan orang sebagai tersangka oleh Polres Sikka menegaskan bahwa hak hukum PT Kris Rama dilindungi oleh negara.</p>
<hr />
<h3><em><strong>Klaim Masyarakat Adat: Apakah Relevan?</strong></em></h3>
<p>Sebagian warga Nangahale mengklaim hak atas tanah dengan alasan bahwa mereka bagian dari masyarakat adat. Namun, klaim ini dipatahkan oleh BPN NTT yang menyatakan bahwa:</p>
<ol>
<li><strong>Tidak Ada Pengakuan Resmi:</strong> Hingga saat ini, tidak ada Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Bupati (Perbup) yang melegitimasi warga Nangahale sebagai masyarakat adat dengan hak atas tanah tersebut.</li>
<li><strong>Status Individu:</strong> Warga yang menempati tanah HGU adalah individu atau kelompok kecil tanpa legitimasi adat. Oleh karena itu, klaim adat yang diajukan tidak memiliki dasar hukum.</li>
</ol>
<hr />
<h3><em><strong>HAM dan Supremasi Hukum</strong></em></h3>
<p>Kuasa hukum warga, melalui argumen HAM, mencoba membela tindakan warga yang menggarap tanah HGU tersebut. Namun, Hak Asasi Manusia tidak dapat digunakan untuk membenarkan pelanggaran hak pihak lain, termasuk hak badan hukum seperti PT Kris Rama.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kericuhan Warnai Eksekusi Lahan HGU PT Kris Rama di NTT, Warga Hadang Alat Berat</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/daerah/kericuhan-warnai-eksekusi-lahan-hgu-pt-kris-rama-di-ntt-warga-hadang-alat-berat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[petrus togo]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Jan 2025 23:47:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Aparat keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Nangahale]]></category>
		<category><![CDATA[Eksekusi lahan]]></category>
		<category><![CDATA[Hak guna usaha (HGU)]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik lahan]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik tanah di NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Protes warga]]></category>
		<category><![CDATA[PT Kris Rama]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Sikka NTT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lembata.faktahukumntt.com/?p=15352</guid>

					<description><![CDATA[&#160; &#160; FK &#8211; Sikka, NTT – Tepatnya 22 Januari 2025 Kericuhan mewarnai proses eksekusi lahan hak guna usaha (HGU) milik PT Kris Rama di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu pagi, 22 Januari 2025. Proses eksekusi yang melibatkan alat berat ini bertujuan untuk mensertifikasi dan mengelola lahan tersebut. Namun, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><a href="https://lembata.faktahukumntt.com/Tag/Faktahukumntt">FK</a> &#8211; </strong><strong>Sikka, NTT</strong> – Tepatnya 22 Januari 2025 Kericuhan mewarnai proses eksekusi lahan hak guna usaha (HGU) milik PT Kris Rama di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu pagi, 22 Januari 2025. Proses eksekusi yang melibatkan alat berat ini bertujuan untuk mensertifikasi dan mengelola lahan tersebut. Namun, langkah tersebut memicu protes keras dari warga setempat.</p>
<p style="padding-left: 40px"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-15354 size-large" src="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/01/Screenshot_20250123_074028_YouTube-1024x648.jpg" alt="" width="1024" height="648" srcset="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/01/Screenshot_20250123_074028_YouTube-1024x648.jpg 1024w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/01/Screenshot_20250123_074028_YouTube-300x190.jpg 300w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/01/Screenshot_20250123_074028_YouTube-768x486.jpg 768w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/01/Screenshot_20250123_074028_YouTube-24x15.jpg 24w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/01/Screenshot_20250123_074028_YouTube-36x23.jpg 36w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/01/Screenshot_20250123_074028_YouTube-48x30.jpg 48w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/01/Screenshot_20250123_074028_YouTube.jpg 1138w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
<p style="padding-left: 40px">Aksi protes dimulai saat alat berat mulai merobohkan rumah warga di lahan tersebut. Para penduduk yang merasa dirugikan langsung menghadang alat berat dan melempari batu sebagai bentuk penolakan. Salah satu lemparan mengenai kaca alat berat hingga pecah. Meskipun menghadapi perlawanan sengit, eksekusi tetap berlanjut. Hingga berita ini ditulis, satu rumah telah berhasil dihancurkan, dan proses pembongkaran masih terus dilakukan.</p>
<p>Pihak keamanan, termasuk aparat kepolisian dan satuan pengamanan, dikerahkan untuk menjaga jalannya eksekusi dan mencegah bentrokan lebih lanjut. Namun, ketegangan di lapangan tetap tinggi. Banyak warga merasa kecewa dan marah karena mereka sudah lama tinggal di lokasi tersebut.</p>
<p>Mereka menganggap penghancuran rumah tanpa solusi jelas bagi tempat tinggal mereka sebagai tindakan yang tidak adil.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone wp-image-15355 size-large" src="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/01/Screenshot_20250123_074018_YouTube-1024x641.jpg" alt="" width="1024" height="641" srcset="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/01/Screenshot_20250123_074018_YouTube-1024x641.jpg 1024w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/01/Screenshot_20250123_074018_YouTube-300x188.jpg 300w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/01/Screenshot_20250123_074018_YouTube-768x481.jpg 768w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/01/Screenshot_20250123_074018_YouTube-24x15.jpg 24w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/01/Screenshot_20250123_074018_YouTube-36x23.jpg 36w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/01/Screenshot_20250123_074018_YouTube-48x30.jpg 48w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/01/Screenshot_20250123_074018_YouTube.jpg 1150w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
