<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kejati NTT &#8211; Fakta Hukum Lembata</title>
	<atom:link href="https://lembata.faktahukumntt.com/tag/kejati-ntt/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lembata.faktahukumntt.com</link>
	<description>Berita Terkini Lembata</description>
	<lastBuildDate>Sat, 05 Jul 2025 01:45:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-6-32x32.png</url>
	<title>Kejati NTT &#8211; Fakta Hukum Lembata</title>
	<link>https://lembata.faktahukumntt.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mantan Kepsek SMKN 1 Larantuka Ditahan atas Dugaan Korupsi Dana BOS Rp 323 Juta</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/hukum-kriminal/mantan-kepsek-smkn-1-larantuka-ditahan-atas-dugaan-korupsi-dana-bos-rp-323-juta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[petrus togo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2025 01:45:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Dana komite sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Guru SMK protes]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus korupsi pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Kejari Flores Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kejati NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi dana BOS]]></category>
		<category><![CDATA[Lusia Tuti Fernandez]]></category>
		<category><![CDATA[Penahanan kepala sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[SMKN 1 Larantuka]]></category>
		<category><![CDATA[UU Tindak Pidana Korupsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lembata.faktahukumntt.com/?p=21689</guid>

					<description><![CDATA[FK &#8211; Larantuka, 5 Juli 2025 — Kejaksaan Negeri (Kejari) Flores Timur resmi menahan mantan Kepala Sekolah SMKN 1 Larantuka, Lusia Tuti Fernandez (LYTF), atas dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan dana komite tahun anggaran 2022, yang menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 323.937.927. Penahanan dilakukan pada Kamis, 3 Juli 2025, dan akan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://lembata.faktahukumntt.com/Tag/Faktahukumntt">FK</a> &#8211; Larantuka, 5 Juli 2025</strong> — Kejaksaan Negeri (Kejari) Flores Timur resmi menahan mantan Kepala Sekolah SMKN 1 Larantuka, <strong>Lusia Tuti Fernandez (LYTF)</strong>, atas dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan dana komite tahun anggaran 2022, yang menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar <strong>Rp 323.937.927</strong>.</p>
<p>Penahanan dilakukan pada Kamis, 3 Juli 2025, dan akan berlangsung selama 20 hari ke depan di <strong>Rutan Kelas IIB Larantuka</strong>. Kepala Kejari Flores Timur, <strong>Rolly Manampiring</strong>, menyampaikan bahwa proses penahanan dilakukan setelah tersangka dinyatakan sehat oleh tim medis dari Puskesmas Nagi.</p>
<blockquote><p>“Tersangka telah melewati serangkaian pemeriksaan, termasuk pemeriksaan kesehatan, dan ditahan berdasarkan Surat Penetapan Tersangka yang kami keluarkan,” jelas Rolly.</p></blockquote>
<p>LYTF dijerat dengan <strong>Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 ayat (1) huruf a dan b, ayat (2), dan ayat (3)</strong> Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. Selain itu, juga dikenakan <strong>Pasal 3</strong> sebagai pasal subsidair. Ia terancam hukuman <strong>hingga 20 tahun penjara</strong>.</p>
<p>Kasus ini mulai diusut sejak <strong>Oktober 2024</strong> setelah guru-guru SMKN 1 Larantuka menyegel ruang kepala sekolah sebagai bentuk protes. Mereka menuduh LYTF memalsukan laporan penggunaan dana BOS dan mencatut nama guru-guru, termasuk yang sudah tidak lagi mengajar, dalam laporan tersebut.</p>
<blockquote><p>“Kami menemukan tanda tangan kami dipalsukan dan dana digunakan tidak sebagaimana mestinya,” ungkap salah satu guru yang menjadi saksi.</p></blockquote>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-21691" src="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/07/Screenshot_20250705_092112_Chrome-300x248.jpg" alt="" width="300" height="248" srcset="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/07/Screenshot_20250705_092112_Chrome-300x248.jpg 300w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/07/Screenshot_20250705_092112_Chrome-24x20.jpg 24w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/07/Screenshot_20250705_092112_Chrome-36x30.jpg 36w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/07/Screenshot_20250705_092112_Chrome-48x40.jpg 48w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/07/Screenshot_20250705_092112_Chrome.jpg 563w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
