<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kesehatan &#8211; Fakta Hukum Lembata</title>
	<atom:link href="https://lembata.faktahukumntt.com/tag/kesehatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lembata.faktahukumntt.com</link>
	<description>Berita Terkini Lembata</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Jul 2025 12:44:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-6-32x32.png</url>
	<title>Kesehatan &#8211; Fakta Hukum Lembata</title>
	<link>https://lembata.faktahukumntt.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Berselimut Embun di Stadion Oepoi: 5.480 Jiwa Korpri Menyatu dalam Peluh, Haru, dan Janji Mengabdi”</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/tak-berkategori/berselimut-embun-di-stadion-oepoi-5-480-jiwa-korpri-menyatu-dalam-peluh-haru-dan-janji-mengabdi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[petrus togo]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2025 12:44:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[5.480]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[PPPK]]></category>
		<category><![CDATA[Stadion oepoi]]></category>
		<category><![CDATA[Teknis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lembata.faktahukumntt.com/?p=22095</guid>

					<description><![CDATA[FK&#8211; Kupang, pagi itu, 24 Juli 2025. Mentari menyibak pelan selimut embun yang menari lembut di atas rumput Stadion Oepoi. Seragam Korpri berderet rapi, lambang pohon Bringin tersemat gagah di dada—menandai kesetiaan dan keteguhan. Di hadapan langit biru, 5.480 jiwa berdiri dalam barisan, mengusung satu tekad yang tak bisa ditawar: mengabdi. Barisan itu tak hanya hadir [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3><a href="https://lembata.faktahukumntt.com/Tag/Faktahukumntt">FK</a>&#8211; Kupang, pagi itu, 24 Juli 2025.<br />
Mentari menyibak pelan selimut embun yang menari lembut di atas rumput Stadion Oepoi.<br />
Seragam Korpri berderet rapi, lambang pohon Bringin tersemat gagah di dada—menandai kesetiaan dan keteguhan.<br />
Di hadapan langit biru, 5.480 jiwa berdiri dalam barisan, mengusung satu tekad yang tak bisa ditawar: mengabdi.</h3>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-22097 size-full" src="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/07/20250724_090224.jpg" alt="Bersama Kepala BKD NTT Yosep Rasi...Ayo bangun NTT..." width="650" height="1148" srcset="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/07/20250724_090224.jpg 650w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/07/20250724_090224-170x300.jpg 170w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/07/20250724_090224-580x1024.jpg 580w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/07/20250724_090224-14x24.jpg 14w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/07/20250724_090224-20x36.jpg 20w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/07/20250724_090224-27x48.jpg 27w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /></p>
<p>Barisan itu tak hanya hadir sebagai angka. Mereka adalah roh dan tulang punggung pelayanan publik.<br />
Mereka datang dengan fungsi utama yang kini sah diakui negara:<br />
🔹 <strong>2.505 PPPK Guru</strong> – sang penjaga cahaya pengetahuan.<br />
🔹 <strong>2.650 PPPK Teknis</strong> – penggerak roda pembangunan.<br />
🔹 <strong>329 PPPK Kesehatan</strong> – penjaga kehidupan dan harapan.<br />
<strong>Total: 5.480 jiwa tetap. Bukan lagi sementara.</strong></p>
<p>Ada yang menanti hingga 30 tahun untuk momen ini.<br />
Ada yang mengabdi dalam diam selama 20 tahun, baru kini disambut dengan pengakuan dan penghormatan.<br />
Tak semua bisa hadir tegak berdiri—seorang ibu guru digotong dengan kursi roda, tetap tersenyum di tengah sakit, demi menyaksikan SK dan buku dari Bank NTT dalam genggaman.<br />
Sementara itu, seorang sahabat, guru dari Kabupaten Ende, tak sempat menuntaskan harapan. Ia pulang lebih dulu, dijemput Tuhan.</p>
<p>Tangis mengalir di antara riuh tepuk tangan.<br />
Bukan hanya karena bahagia—tapi karena perjuangan ini terlalu panjang, terlalu dalam untuk dijelaskan dengan kata.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pasien Positif COVID-19 Yang Meninggal, Memiliki Penyakit Bawaan</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/kesehatan/pasien-positif-covid-19-yang-meninggal-memiliki-penyakit-bawaan/</link>
					<comments>https://lembata.faktahukumntt.com/kesehatan/pasien-positif-covid-19-yang-meninggal-memiliki-penyakit-bawaan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yos Bataona]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2021 18:35:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>
		<category><![CDATA[PCR (Polymerase Chain Reaction)]]></category>
		<category><![CDATA[Protokol Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://lembata.faktahukumntt.com/?p=14</guid>

					<description><![CDATA[Lewoleba, Faktahukumntt.com &#8211; Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Lembata, Bisa Tenggara Timur kembali mencatat satu pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di wilayah itu yang meninggal dunia saat menjalani perawatan dan isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lembata pada, Minggu, (10/1/21). Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lembata Markus Labi Waleng menjelaskan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Lewoleba, Faktahukumntt.com</strong> &#8211; Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan <a href="https://lembata.faktahukumntt.com/topik/covid-19">COVID-19</a> Kabupaten Lembata, Bisa Tenggara Timur kembali mencatat satu pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di wilayah itu yang meninggal dunia saat menjalani perawatan dan isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lembata pada, Minggu, (10/1/21).</p>
<p>Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lembata Markus Labi Waleng menjelaskan, bahwa pasien covid-19 dengan inisal MYSL (51) menghembuskan nafas terakhir di RSUD Lewoleba pada 10 Januari 2021 pukul 11.00 wita, dengan diagnosa Terkonfirmasi COVID-19. Sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan test cepat molekuler (TCM) pada tanggal 09 januari 2021 di RSUD Lewoleba, MYSL juga memiliki penyakit penyerta DM tipe II, ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome.</p>
<p>“Pasien meninggal pada Minggu (10/1) telah dimakamkan sesuai <a href="https://lembata.faktahukumntt.com/topik/protokol-kesehatan">protokol kesehatan</a> penanganan <a href="https://lembata.faktahukumntt.com/topik/covid-19">COVID-19</a>,” ujar Markus.</p>
<p>Menurut Markus Labi Waleng, pasien yang terkonfirmasi positif covid yang meninggal berjenis kelamin perempuan dengan inisial MYSL (51).</p>
<p>“Saat ini Pemerintah Kabupaten Lembata sikapi secara serius atas meninggalnya MYSL (51) pasien <a href="https://lembata.faktahukumntt.com/topik/covid-19">COVID-19</a> hingga ke pemakaman pasien COVID-19 sesuai protokol pemakaman,” ungkapnya.</p>
<p>lebih jauh dijelaskan, MYSL (51) adalah pasien rujukan dari RS.Damian Lewoleba yang masuk di RSUD Lewoleba pada Sabtu 9 januari 2021 pukul 18. 45 wita.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lembata.faktahukumntt.com/kesehatan/pasien-positif-covid-19-yang-meninggal-memiliki-penyakit-bawaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
