<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Membaca &#8211; Fakta Hukum Lembata</title>
	<atom:link href="https://lembata.faktahukumntt.com/tag/membaca/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lembata.faktahukumntt.com</link>
	<description>Berita Terkini Lembata</description>
	<lastBuildDate>Sun, 30 Mar 2025 01:55:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-6-32x32.png</url>
	<title>Membaca &#8211; Fakta Hukum Lembata</title>
	<link>https://lembata.faktahukumntt.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Peran Penting Guru Agama Katolik dalam Membimbing Siswa SDN Tetes Tanah Memahami Tujuh Sakramen melalui Pendalaman Kitab Suci</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/pendidikan/peran-penting-guru-agama-katolik-dalam-membimbing-siswa-sdn-tetes-tanah-memahami-tujuh-sakramen-melalui-pendalaman-kitab-suci/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[petrus togo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Mar 2025 15:03:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Agama Katolik]]></category>
		<category><![CDATA[Injil Yohanes]]></category>
		<category><![CDATA[Kitab Suci]]></category>
		<category><![CDATA[Membaca]]></category>
		<category><![CDATA[Mendidik]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan iman]]></category>
		<category><![CDATA[Tujuh Sakramen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lembata.faktahukumntt.com/?p=18051</guid>

					<description><![CDATA[opini= SILVER IA FANTASIA BONASETI,S.Ag Guru SDN Tetes Tanah Keca.Elar Selatan,Kab.Manggarai Timur/NTT ================================= FK &#8211; Pendidikan agama merupakan aspek fundamental dalam membentuk karakter dan iman anak-anak sejak dini. Di SDN Tetes Tanah, guru agama Katolik memiliki peran utama dalam menanamkan nilai-nilai keimanan kepada siswa, khususnya dalam memahami dan menghayati tujuh sakramen. Tanggung jawab ini bukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>opini</em>= SILVER IA FANTASIA BONASETI,S.Ag</p>
<p><strong><em>Guru SDN Tetes Tanah Keca.Elar Selatan,Kab.Manggarai Timur/NTT</em></strong></p>
<p>=================================</p>
<p><strong><a href="https://lembata.faktahukumntt.com/Tag/Faktahukumntt">FK</a> &#8211; </strong>Pendidikan agama merupakan aspek fundamental dalam membentuk karakter dan iman anak-anak sejak dini. Di SDN Tetes Tanah, guru agama Katolik memiliki peran utama dalam menanamkan nilai-nilai keimanan kepada siswa, khususnya dalam memahami dan menghayati tujuh sakramen. Tanggung jawab ini bukan sekadar mengajarkan teori, tetapi juga mendidik mereka agar dapat mengamalkan ajaran iman dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Sakramen dalam Gereja Katolik—Baptisan, Ekaristi, Krisma, Tobat, Pengurapan Orang Sakit, Imamat, dan Perkawinan—bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga sarana pertumbuhan spiritual yang harus dikenalkan sejak dini. Guru agama Katolik di sekolah dasar memegang peranan penting dalam memastikan bahwa siswa memahami makna mendalam dari sakramen tersebut, bukan hanya sebagai tradisi, tetapi sebagai bagian dari kehidupan iman mereka.</p>
<p>Salah satu cara efektif dalam menanamkan nilai-nilai sakramen adalah dengan membiasakan siswa membaca dan merenungkan ajaran iman melalui <strong>pendalaman Kitab Suci</strong>. Membaca Alkitab, kisah-kisah para santo-santa, serta buku-buku rohani menjadi jembatan penting dalam menumbuhkan pemahaman anak-anak tentang iman Katolik. Dengan membaca, siswa tidak hanya belajar teori tetapi juga mampu menghubungkan ajaran sakramen dengan pengalaman hidup mereka.</p>
<p>Agar siswa dapat semakin mendalami Kitab Suci, ada <strong>empat aspek utama</strong> yang harus ditekankan oleh guru agama Katolik:</p>
<ol>
<li><strong>Membaca dan Merenungkan (Lectio Divina)</strong>
<ul>
<li>Guru harus membimbing siswa membaca Kitab Suci secara perlahan, memahami konteksnya, serta merenungkan makna di balik setiap perikop yang dibaca.</li>
<li>Proses ini membantu siswa menghubungkan firman Tuhan dengan kehidupan sehari-hari.</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Memahami Makna dalam Konteks Iman Katolik</strong>
<ul>
<li>Kitab Suci bukan hanya sekadar cerita sejarah, tetapi memiliki pesan rohani yang harus dipahami dalam terang ajaran Gereja Katolik.</li>
<li>Guru harus menjelaskan bagaimana setiap bagian Kitab Suci berkaitan dengan ajaran sakramen.</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Mengaitkan dengan Kehidupan Sehari-hari</strong>
<ul>
<li>Anak-anak perlu memahami bahwa ajaran dalam Kitab Suci bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk diamalkan dalam kehidupan mereka, seperti berbuat kasih kepada sesama dan aktif dalam kegiatan gereja.</li>
<li>Diskusi kelompok dapat menjadi metode efektif untuk menggali lebih dalam bagaimana firman Tuhan dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Mendoakan dan Menghayati Firman Tuhan</strong>
<ul>
<li>Membaca Kitab Suci harus selalu diiringi dengan doa agar siswa tidak hanya memahami secara intelektual, tetapi juga mengalami sentuhan rohani dalam hati mereka.</li>
<li>Guru bisa mengajak siswa berdoa sebelum dan sesudah membaca Kitab Suci, serta mempraktikkan doa spontan yang berakar pada firman Tuhan.</li>
</ul>
</li>
</ol>
<h3><strong>Konteks Injil Yohanes dalam Pendidikan Sakramen</strong></h3>
<p>Salah satu ayat yang sangat relevan dalam menanamkan pemahaman sakramen kepada siswa adalah <strong>Injil Yohanes 6:53-56</strong>, yang berbunyi:</p>
<p><em>&#8220;Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal, dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.&#8221;</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>NTT Bangkit dengan Ekonomi Gotong Royong: Enam Program Quick Win Gubernur Melki Laka Lena</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/pendidikan/ntt-bangkit-dengan-ekonomi-gotong-royong-enam-program-quick-win-gubernur-melki-laka-lena/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[petrus togo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Mar 2025 11:32:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Diaspora NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Gotong Royong]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Beli NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Melki Laka Lena]]></category>
		<category><![CDATA[guru honor]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi Merah Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Lembata]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[Membaca]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian]]></category>
		<category><![CDATA[Perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Quick Win NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi birokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Wartawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lembata.faktahukumntt.com/?p=17061</guid>

					<description><![CDATA[FK &#8211;  Kupang, 9 Maret 2025 – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melki Laka Lena, resmi memulai langkah besar dalam membangun ekonomi daerah dengan pendekatan berbasis gotong royong. Melalui Koperasi Merah Putih, yang telah diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto, ekonomi NTT akan diarahkan untuk lebih mandiri, kuat, dan berkelanjutan. Dalam rapat strategis bersama Wakil [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://lembata.faktahukumntt.com/Tag/Faktahukumntt">FK</a> &#8211;  </strong><strong>Kupang, 9 Maret 2025</strong> – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melki Laka Lena, resmi memulai langkah besar dalam membangun ekonomi daerah dengan pendekatan berbasis gotong royong. Melalui <strong>Koperasi Merah Putih</strong>, yang telah diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto, ekonomi NTT akan diarahkan untuk lebih mandiri, kuat, dan berkelanjutan.</p>
<p>Dalam rapat strategis bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma serta jajaran pemerintahan pada 7 Maret 2025, Gubernur Melki merumuskan <strong>enam program Quick Win</strong> untuk 100 hari pertama pemerintahannya. Program ini menjadi langkah nyata dalam merealisasikan visi NTT yang maju dan sejahtera.</p>
<h3><strong>Enam Program Quick Win: Transformasi NTT dalam 100 Hari</strong></h3>
<ol>
<li><strong>Memperkuat Posyandu untuk Menekan Stunting</strong><br />
Dengan angka stunting yang masih tinggi, Pemprov NTT memprioritaskan penguatan posyandu dan kader kesehatan. Didukung Kementerian Kesehatan RI, kader posyandu akan mendapat pelatihan intensif untuk deteksi dini dan intervensi gizi. NTT menargetkan menjadi percontohan nasional dalam penanganan stunting berbasis komunitas.</li>
<li><strong>Satu Desa/Kelurahan Satu Produk Berbasis Koperasi Merah Putih</strong><br />
Melalui <strong>One Village One Product (OVOP)</strong>, setiap desa dan kelurahan didorong untuk mengembangkan produk unggulan berbasis potensi lokal. Koperasi Merah Putih akan menjadi motor utama dalam produksi, pengolahan, hingga pemasaran hasil usaha masyarakat, didukung permodalan dari Bank NTT.</li>
<li><strong>Gerakan Beli NTT: Bangkitkan Produk Lokal</strong><br />
Pemprov NTT meluncurkan <strong>Gerakan Beli NTT</strong> untuk mendorong penggunaan produk lokal dalam kegiatan pemerintahan dan masyarakat. Seluruh kantor pemerintahan akan mulai menggunakan produk air mineral lokal serta produk UMKM lainnya, demi meningkatkan daya saing ekonomi daerah.</li>
<li><strong>Persiapan Siswa NTT ke Sekolah Kedinasan dan Kampus Unggulan</strong><br />
Pemprov NTT menyiapkan <strong>program pembinaan siswa berbakat</strong> untuk lolos ke sekolah kedinasan seperti Akpol, Akmil, IPDN, STAN, hingga kampus unggulan di dalam dan luar negeri. Program ini meliputi pendampingan akademik, pelatihan fisik, serta penguatan mental dan karakter.</li>
<li><strong>Optimalisasi PAD dengan Pemanfaatan Aset Daerah</strong><br />
Untuk meningkatkan <strong>Pendapatan Asli Daerah (PAD)</strong>, Pemprov NTT akan mengelola aset daerah secara profesional. Contohnya, Pasar Oesao yang dulu hanya menghasilkan Rp100 juta per tahun, kini meningkat menjadi Rp1 miliar lebih setelah dikelola dengan pendekatan baru.</li>
<li><strong>Reformasi Birokrasi dan Pengisian Jabatan Strategis</strong><br />
Pemerintah NTT akan mengisi jabatan kosong di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan pejabat yang kompeten dan berintegritas. Evaluasi kinerja akan dilakukan untuk memastikan efektivitas pemerintahan dalam melayani masyarakat.</li>
</ol>
<h3></h3>
<figure id="attachment_17063" aria-describedby="caption-attachment-17063" style="width: 720px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-17063 size-full" src="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot_20250309_191842_Samsung-Internet.jpg" alt="Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wagub Johni Asadoma memimpin rapat High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Gedung sasando, Kantor Gubernur NTT, Rabu (5/3/2025). FArtikel Ini Telah Tayang Di *Kabar NTT* Dengan Judul : *Dari Koperasi Merah Putih Hingga Meja Rakyat, Ayo Bangun NTT* *Sumber Link :* https://kabarntt.id/feature/dari-koperasi-merah-putih-hingga-meja-rakyat-ayo-bangun-ntt" width="720" height="464" srcset="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot_20250309_191842_Samsung-Internet.jpg 720w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot_20250309_191842_Samsung-Internet-300x193.jpg 300w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot_20250309_191842_Samsung-Internet-24x15.jpg 24w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot_20250309_191842_Samsung-Internet-36x23.jpg 36w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot_20250309_191842_Samsung-Internet-48x31.jpg 48w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /><figcaption id="caption-attachment-17063" class="wp-caption-text"><br />
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wagub Johni Asadoma memimpin rapat High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Gedung sasando, Kantor Gubernur NTT</figcaption></figure>
<h3><strong>Membangun NTT dengan Kolaborasi Diaspora dan Masyarakat</strong></h3>
<p>Untuk mempercepat pembangunan, Gubernur Melki dan Wakil Gubernur Johni Asadoma memperkenalkan dua inisiatif penting:</p>
<ul>
<li><strong>&#8220;Meja Rakyat, Melki-Johni Melayani Rakyat&#8221;</strong> – Platform partisipasi publik untuk menampung kritik, saran, dan aspirasi masyarakat terkait pembangunan dan pelayanan publik.</li>
<li><strong>Sekretariat Bersama “Ayo Bangun NTT”</strong> – Wadah kolaborasi bagi diaspora NTT di berbagai kota di Indonesia serta luar negeri, seperti Malaysia, Australia, Amerika, dan Italia, untuk berkontribusi dalam pembangunan NTT.</li>
</ul>
<p>“<strong>Kami ingin NTT maju dengan cara kita sendiri, berbasis potensi lokal dan semangat gotong royong. Dengan Koperasi Merah Putih, kita pastikan ekonomi NTT bukan hanya tumbuh, tapi juga adil dan berkelanjutan,</strong>” tegas Gubernur Melki.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sang Guru Honor dan Pelita Kehidupan: Perjalanan Guru Agama Katolik  dalam Mendidik dan Menulis&#8221;</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/pendidikan/sang-guru-honor-dan-pena-kehidupan-perjalanan-guru-agama-katolik-dalam-mendidik-dan-menulis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[petrus togo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Mar 2025 08:58:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[guru honor]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[Lembata]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[Membaca]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian]]></category>
		<category><![CDATA[Perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Wartawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lembata.faktahukumntt.com/?p=17038</guid>

					<description><![CDATA[Rofinus Rehe,S.Ag /( Alumni STIPAS KUPANG ) Pengajar SMAN I Nubatukan  Guru Honor dan Jurnalis FK &#8211;  Hidup adalah perjalanan panjang yang penuh dengan pasang surut. Seperti ombak yang datang silih berganti, begitu pula nasib dan perjuangan manusia di dunia ini. Rofinus Rehe Roning, pria kelahiran Atawolo, 29 Desember 1977, adalah sosok yang telah menorehkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Rofinus Rehe,S.Ag /( Alumni STIPAS KUPANG ) <em>Pengajar SMAN I Nubatukan  </em></strong><em><strong>Guru Honor dan Jurnalis</strong></em></p>
<p><strong><a href="https://lembata.faktahukumntt.com/Tag/Faktahukumntt">FK</a> &#8211;  </strong>Hidup adalah perjalanan panjang yang penuh dengan pasang surut. Seperti ombak yang datang silih berganti, begitu pula nasib dan perjuangan manusia di dunia ini. Rofinus Rehe Roning, pria kelahiran Atawolo, 29 Desember 1977, adalah sosok yang telah menorehkan jejak panjang dalam dunia pendidikan dan jurnalistik. Selama lebih dari 30 tahun, ia mengabdikan dirinya untuk memanusiakan manusia, baik melalui mengajar maupun menulis.</p>
<h4><strong>Awal Perjalanan: Guru Honor Tanpa Upah</strong></h4>
<p>Tahun 2008 menjadi awal perjuangan Rofinus di dunia pendidikan. Ia memulai kariernya sebagai guru honor di SDK Santo Yohanes Paulus Atawolo. Namun, pengabdian itu tidak berbuah materi. Selama sembilan bulan mengajar, ia tidak menerima satu rupiah pun sebagai upah. Sakit hati? Tentu. Namun, keyakinan bahwa mengajar adalah panggilan hidup membuatnya bertahan.</p>
<p>Dalam kondisi tanpa penghasilan, Rofinus tetap tinggal di Atawolo, membantu ibunya dan adiknya dengan berkebun serta berdagang ikan segar dan ikan kering dari para nelayan pantai Leworaja Labala. Hidup sederhana, namun penuh makna.</p>
<h4><strong>Hijrah ke Kota dan Mengabdi di Dua Sekolah Sekaligus</strong></h4>
<p>Merasa perlu mencari kesempatan yang lebih baik, Rofinus berani melangkah keluar dari kampung halaman dan menuju jantung kota Lewoleba. Tahun 2009, ia kembali menjadi guru honor di SMK Swasta Sanctus Lewoleba hingga 2014. Tidak berhenti di situ, pada tahun 2010 ia juga mengajar di SDI Negeri Lamahora.</p>
<p>Mengabdi di dua sekolah dengan jenjang yang berbeda selama bertahun-tahun bukanlah hal mudah. Namun, baginya, mendidik adalah tugas mulia yang harus dijalani, meskipun penghasilan sebagai guru honor masih jauh dari kata layak.</p>
<figure id="attachment_17042" aria-describedby="caption-attachment-17042" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-medium wp-image-17042" src="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot_20250309_163901_Google-300x265.jpg" alt="Siswa-siswi Membaca Koran Pos Kupang sebelum Pelajaran Agama Katolik. Literasi 15 menit" width="300" height="265" srcset="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot_20250309_163901_Google-300x265.jpg 300w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot_20250309_163901_Google-24x21.jpg 24w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot_20250309_163901_Google-36x32.jpg 36w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot_20250309_163901_Google-48x42.jpg 48w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot_20250309_163901_Google.jpg 720w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-17042" class="wp-caption-text">Buka hal  Pos kupang Video Siswa-siswi SMAN I Nubatujan Membaca Koran Pos Kupang sebelum Pelajaran Agama katolik. Literasi 15 menit.(Guru isi kekosongan pada yang kosong)</figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<figure id="attachment_17047" aria-describedby="caption-attachment-17047" style="width: 720px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="wp-image-17047 size-full" src="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot_20250309_103700_Facebook-1.jpg" alt="Akar ada Poho Ada Daun Ranting, Berbunga dan berbuah SABDA TUHAN ADA ABADI." width="720" height="559" srcset="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot_20250309_103700_Facebook-1.jpg 720w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot_20250309_103700_Facebook-1-300x233.jpg 300w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot_20250309_103700_Facebook-1-24x19.jpg 24w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot_20250309_103700_Facebook-1-36x28.jpg 36w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot_20250309_103700_Facebook-1-48x37.jpg 48w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /><figcaption id="caption-attachment-17047" class="wp-caption-text"><em>Ranting, Berbunga dan berbuah SABDA TUHAN ADA ABADI. SMAN 1 Nubatukan</em></figcaption></figure>
<h4><strong>Merambah Dunia Jurnalistik: Menulis untuk Abadi</strong></h4>
<p>Tidak hanya mengajar, Rofinus juga memiliki kecintaan besar terhadap dunia literasi. Tahun 2009, ia mulai meniti karier sebagai jurnalis. Awalnya, ia bergabung dengan Tabloid HAK RAKYAT NTT sebagai Kepala Biro Lembata. Tidak hanya menulis, ia juga menjadi loper koran—pekerjaan yang membuatnya semakin dekat dengan dunia media.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
