<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Opini &#8211; Fakta Hukum Lembata</title>
	<atom:link href="https://lembata.faktahukumntt.com/tag/opini/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lembata.faktahukumntt.com</link>
	<description>Berita Terkini Lembata</description>
	<lastBuildDate>Thu, 06 Mar 2025 03:45:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-6-32x32.png</url>
	<title>Opini &#8211; Fakta Hukum Lembata</title>
	<link>https://lembata.faktahukumntt.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Peziarahan Rohani Menuju Tahun Yobel 2025: Refleksi atas Pantang, Puasa, dan Retret Agung*</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/rohani/peziarahan-rohani-menuju-tahun-yobel-2025-refleksi-atas-pantang-puasa-dan-retret-agung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[petrus togo]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Mar 2025 03:42:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Rohani]]></category>
		<category><![CDATA[2025]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Agama Katolik]]></category>
		<category><![CDATA[Hans Koban]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Yobelium]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lembata.faktahukumntt.com/?p=16870</guid>

					<description><![CDATA[Opini  Oleh: Yohanes Paulus Pito Koban, S. Fil. Guru PPPK pada SMAN 1 Nagawutung, tinggal di Lewoleba-Lembata. FK &#8211; Tanggal 5 Maret 2024 menjadi awal dari masa Pantang dan Puasa bagi umat Katolik. Masa ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi sebuah kesempatan emas untuk merenungkan kehidupan rohani dan memperbarui diri dalam iman. Dalam perjalanan menuju [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Opini  Oleh: Yohanes Paulus Pito Koban, S. Fil. <em>Guru PPPK pada SMAN 1 Nagawutung, tinggal di Lewoleba-Lembata</em>.</p>
<p><strong> <a href="https://lembata.faktahukumntt.com/Tag/Faktahukumntt">FK</a> &#8211; </strong>Tanggal 5 Maret 2024 menjadi awal dari masa Pantang dan Puasa bagi umat Katolik. Masa ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi sebuah kesempatan emas untuk merenungkan kehidupan rohani dan memperbarui diri dalam iman. Dalam perjalanan menuju Tahun Yobel 2025 yang bertema *Peziarah Harapan*, Pantang dan Puasa serta Retret Agung menjadi fondasi utama dalam membentuk hati yang lebih siap menyambut rahmat besar dari Tuhan.</p>
<p><strong>Pantang dan Puasa: Memurnikan Hati dan Batin</strong></p>
<p>Dalam tradisi Gereja Katolik, Pantang dan Puasa merupakan bentuk pengorbanan yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran akan kasih Allah serta kepedulian terhadap sesama. Dengan menahan diri dari makanan tertentu atau kebiasaan berlebih, umat diajak untuk melatih pengendalian diri dan solidaritas terhadap mereka yang berkekurangan. Lebih dari sekadar larangan, pantang dan puasa adalah latihan spiritual yang menyiapkan umat untuk memasuki peziarahan rohani dengan hati yang murni.</p>
<p>Seperti seorang peziarah yang mengurangi beban agar perjalanannya lebih ringan, kita juga diajak untuk melepaskan keterikatan duniawi yang menghambat pertumbuhan iman. Dalam kesederhanaan, kita menemukan makna hidup yang lebih dalam dan kehadiran Tuhan yang lebih nyata.</p>
<p><strong>Retret Agung: Momen Pembaruan Iman</strong></p>
<p>Bersamaan dengan masa Pantang dan Puasa, Retret Agung menjadi ruang refleksi bagi umat untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Retret ini bukan sekadar kegiatan rohani, melainkan sebuah kesempatan untuk menata ulang prioritas hidup. Tahun Yobel, yang secara tradisional adalah tahun rahmat dan pembebasan, memberikan momentum untuk merenungkan pertobatan dan pengampunan sebagai jalan menuju kehidupan yang lebih bermakna.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Akar Rumput  Filsafat Pendidikan Seorang Guru</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/opini/akar-rumput-filsafat-pendidikan-seorang-guru/</link>
					<comments>https://lembata.faktahukumntt.com/opini/akar-rumput-filsafat-pendidikan-seorang-guru/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[petrus togo]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jan 2024 17:42:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lembata.faktahukumntt.com/?p=11060</guid>

					<description><![CDATA[Stare Super petram- (Berpijak pada batu yang kuat) FAKTAHUKUMNTT.COM., LEMBATA &#8211; OPINI=Belajar dari orang bijak. Air dapat  lihat.  Namun  air tidak mudah digenggam karena Karakter mencair. Sesungguhnya Pendidikan itu dapat dilihat namun tidak mudah manusia genggam karena pendidikan harus pelajari sehingga mudah mencair dalam otak manusia.   Menggali padangan ilmu kurikulum merdeka belajar. Akar rumput [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;">
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;"><i>Stare Super petram- (Berpijak pada batu yang kuat)</i></p>
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;">FAKTAHUKUMNTT.COM., <a href="https://lembata.faktahukumntt.com/tag/lembata">LEMBATA</a> &#8211; <span style="color: #453320; font-family: Georgia, 'serif'; font-size: 11pt;">OPINI=Belajar dari orang bijak. Air dapat  lihat.  Namun  air tidak mudah digenggam karena Karakter mencair. Sesungguhnya Pendidikan itu dapat dilihat namun tidak mudah manusia genggam karena pendidikan harus pelajari sehingga mudah mencair dalam otak manusia.</span></p>
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;"><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;"> </span></p>
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;"><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;">Menggali padangan ilmu kurikulum merdeka belajar. Akar rumput  ilmu Filsafat pendidikan merupakan aplikasi filsafat dalam pendidikan .</span></p>
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;"><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;">Pendidikan membutuhkan filsafat karena masalah-masalah pendidikan tidak hanya menyangkut pelaksanaan pendidikan yang dibatasi pengalaman, tetapi masalah-masalah yang lebih luas, lebih dalam, serta lebih kompleks, yang tidak dibatasi pengalaman maupun fakta-fakta pendidikan, dan tidak memungkinkan dapat dijangkau oleh sains pendidikan.<br />
Seorang guru, baik sebagai pribadi maupun sebagai pelaksana pendidikan, perlu mengetahui filsafat pendidikan. </span></p>
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;"><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;"> </span></p>
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;"><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;">Seorang guru perlu memahami dan tidak boleh buta terhadap filsafat pendidikan, karena tujuan pendidikan senantiasa berhubungan langsung dengan tujuan hidup dan kehidupan individu maupun masyarakat yang menyelenggarakan pendidikan .</span></p>
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;"><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;"> </span></p>
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;"><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;"> Tujuan pendidikan perlu dipahami dalam hubungannya dengan tujuan hidup. Guru sebagai pribadi mempunyai tujuan hidupnya dan guru sebagai warga masyarakat mempunyai tujuan hidup bersama.</span></p>
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;"><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;"><br />
Filsafat pendidikan harus mampu memberikan pedoman kepada para pendidik (guru). Hal tersebut akan mewarnai sikap perilakunya dalam mengelola proses belajar mengajar (PBM). Selain itu pemahaman filsafat pendidikan akan menjauhkan mereka dari perbuatan meraba-raba, mencoba-coba tanpa rencana dalam menyelesaikan masalah-masalah pendidikan.</span></p>
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;"><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;"> </span></p>
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: start;"><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;">Pendidikan guru mempelajari  Permasalahan Peserta didik yakni;<br />
Bagaimana peranan filsafat pendidikan bagi guru?  Dan Apa yang menentukan filsafat pendidikan seorang guru?</span></p>
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: start;"><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;"><br />
Para guru yang bijak . Ketika Peranan filsafat pendidikan ditinjau dari tiga lapangan filsafat, yaitu:<br />
1. Guru memahami pendidikan Metafisika<br />
Metafisika merupakan bagian filsafat yang mempelajari masalah hakekat: hakekat dunia, hakekat manusia, termasuk di dalamnya hakekat anak. Metafisika secara praktis akan menjadi persoalan utama dalam pendidikan.</span></p>
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;"><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;"> </span></p>
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;"><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;"> Karena anak bergaul dengan dunia sekitarnya, maka ia memiliki dorongan yang kuat untuk memahami tentang segala sesuatu yang ada. Memahami filsafat ini diperlukan secara implisit untuk mengetahui tujuan pendidikan.</span></p>
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;"><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;"><br />
Seorang guru seharusnya tidak hanya tahu tentang hakekat dunia dimana ia tinggal, tetapi harus tahu hakekat manusia, khususnya hakekat anak. Hakekat manusia:<br />
Manusia adalah ü makhluk jasmani rohani<br />
Manusia adalah makhluk individual sosial ü<br />
ü Manusia adalah makhluk yang bebas<br />
Manusia adalah makhluk menyejarah ü</span></p>
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;"><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;"> </span></p>
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: start;"><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;">2. Epistemologi<br />
Kumpulan pertanyaan berikut yang berhubungan dengan para guru adalah epistemologi. Pengetahuan apa yang benar? Bagaimana mengetahui itu berlangsung? Bagaimana kita mengetahui bahwa kita mengetahui? Bagaimana kita memutuskan antara dua pandangan pengetahuan yang berlawanan? Apakah kebenaran itu konstan, ataukah kebenaran itu berubah dari situasi satu kesituasi lainnya? Dasn akhirnya pengetahuan apakah yang paling berharga?</span></p>
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;"><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;"><br />
Bagaimana menjawab pertanyaan epistemologis tersebut, itu akan memiliki implikasi signifikan untuk pendekatan kurikulum dan pengajaran. Pertama guru harus menentukan apa yang benar mengenai muatan yang diajarkan, kemudian guru harus menentukan alat yang paling tepat untuk membawa muatan ini bagi siswa.</span></p>
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;"><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;"> </span></p>
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;"><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;"> Meskipun ada banyak cara mengetahui, setidaknya ada lima cara mengetahui sesuai dengan minat / kepentingan masing-masing guru, yaitu mengetahui berdasarkan otoritas, wahyu tuhan, empirisme, nalar, dan intuisi.</span></p>
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;"><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;"><br />
Guru tidak hanya mengetahui bagaimana siswa memperoleh pengetahuan, melainkan juga bagaimana siswa belajar. Dengan demikian epistemologi memberikan sumbangan bagi teori pendidikan dalam menentukan kurikulum. Pengetahuan apa yang harus diberikan kepada anak dan bagaimana cara untuk memperoleh pengetahuan tersebut, begitu juga bagaimana cara menyampaikan pengetahuan tersebut.</span></p>
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;"><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;"> </span></p>
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: start;"><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;">3. Aksiologi<br />
Cabang filsafat yang membahas nilai baik dan nilai buruk, indah dan tidak indah, erat kaitannya dengan pendidikan, karena dunia nilai akan selalu dipertimbangkan atau akan menjadi dasar pertimbangan dalam menentukan tujuan pendidikan. Langsung atau tidak langsung, nilai akan menentukan perbuatan pendidikan. Nilai merupakan hubungan sosial.<br />
Pertanyaan-pertanyaan aksiologis yang harus dijawab guru adalah: Nilai-nilai apa yang dikenalkan guru kepada siswa untuk diadopsi? Nilai-nilai apa yang mengangkat manusia pada ekspresi kemanusiaan yang tertinggi? Nilai-nilai apa yang bener-benar dipegang orang yang benar-benar terdidik?</span></p>
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;"><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;"><br />
Pada intinya aksiologi menyoroti fakta bahwa guru memiliki suatu minat tidak hanya pada kuantitas pengetahuan yang diperoleh siswa melainkan juga dalam kualitas kehidupan yang dimungkinkan karena pengetahuan. Pengetahuan yang luas tidak dapat memberi keuntungan pada individu jika ia tidak mampu menggunakan pengetahuan untuk kebaikan.</span></p>
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;"><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;"> </span></p>
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: start;"><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;">Filsafat pendidikan terdiri dari apa yang diyakini seorang guru mengenai pendidikan, atau merupakan kumpulan prinsip yang membimbing tindakan profesional guru. Setiap guru baik mengetahui atau tidak memiliki suatu filsafat pendidikan, yaitu seperangkat keyakinan mengenai bagaimana manusia belajar dan tumbuh serta apa yang harus manusia pelajari agar dapat tinggal dalam kehidupan yang baik.</span></p>
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;"><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;"><br />
Filsafat pendidikan secara fital juga berhubungan dengan pengembangan semua aspek pengajaran. Dengan menempatkan filsafat pendidikan pada tataran praktis, para guru dapat menemukan berbagai pemecahan permasalahan pendidikan.</span></p>
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;"><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;"><br />
Terdapat hubungan yang kuat antara perilaku guru dengan keyakinannya:<br />
<em>1. Keyakinan mengenai pengajaran dan pembelajaran</em><br />
Komponen penting filsafat pendidikan seorang guru adalah bagaimana memandang pengajaran dan pembelajaran, dengan kata lain, apa peran pokok guru? Sebagian guru memandang pengajaran sebagai sains, suatu aktifitas kompleks. Sebagian lain memandang sebagai suatu seni, pertemuan yang sepontan, tidak berulang dan kreatif antara guru dan siswa. Yang lainnya lagi memandang sebagai aktifitas sains dan seni. Berkenaan dengan pembelajaran, sebagian guru menekankan pengalaman-pengalaman dan kognisi siswa, yang lainnya menekankan perilaku siswa.</span></p>
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;"><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;"> </span></p>
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: start;"><em><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;">2. Keyakinan mengenai siswa</span></em><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;"><br />
Akan berpengaruh besar pada bagaimana guru mengajar? Seperti apa siswa yang guru yakini, itu didasari pada pengalaman kehidupan unik guru. Pandangan negatif terhadap siswa menampilkan hubungan guru-siswa pada ketakutan dan penggunaan kekerasan tidak didasarkan kepercayaan dan kemanfaatan.Guru yang memiliki pemikiran filsafat pendidikan mengetahui bahwa anak-anak berbeda dalam kecenderungan untuk belajar dan tumbuh.</span></p>
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;"><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;"> </span></p>
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: start;"><em><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;">3. Keyakinan mengenai pengetahuan</span></em><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;"><br />
Berkaitan dengan bagaimana guru melaksanakan pengajaran. Dengan filsafat pendidikan, guru akan dapat memandang pengetahuan secara menyeluruh, tidak merupakan potongan-potongan kecil subyek atau fakta yang terpisah.</span></p>
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;"><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;"> </span></p>
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: start;"><em><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;">4. Keyakinan mengenai apa yang perlu diketahui</span></em><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;"><br />
Guru menginginkan para siswanya belajar sebagai hasil dari usaha mereka, sekalipun masing-masing guru berbeda dalam meyakini apa yang harus diajarkan.</span></p>
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: start;"><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;"><br />
Peran filsafat pendidikan bagi guru, dengan filsafat metafisika guru mengetahui hakekat manusia, khususnya anak sehingga tahu bagaimana cara memperlakukannya dan berguna untuk mengetahui tujuan pendidikan. Dengan filsafat epistemologi guru mengetahui apa yang harus diberikan kepada siswa, bagaimana cara memperoleh pengetahuan, dan bagaimana cara menyampaikan pengetahuan tersebut. Dengan filsafat aksiologi guru memehami yang harus diperoleh siswa tidak hanya kuantitas pendidikan tetapi juga kualitas kehidupan karena pengetahuan tersebut.</span></p>
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;"><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;"><br />
Yang menentukan filsafat pendidikan seorang guru adalah seperangkat keyakinan yang dimiliki dan berhubungan kuat dengan perilaku guru, yaitu: Keyakinan mengenai pengajaran dan pembelajaran, siswa, pengetahuan, dan apa yang perlu diketahui<strong>.</strong>Salam akar rumput<strong>,(Rofinus Rehe Roning)</strong></span></p>
<p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;"><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Georgia','serif'; color: #453320;"> </span></p>
<p class="MsoNormal">
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lembata.faktahukumntt.com/opini/akar-rumput-filsafat-pendidikan-seorang-guru/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Literasi Guru dan Jurnalis, Perannya Dalam Dunia Pendidikan Kurikulum Merdeka Belajar</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/opini/literasi-guru-dan-jurnalis-perannya-dalam-dunia-pendidikan-kurikulum-merdeka-belajar/</link>
					<comments>https://lembata.faktahukumntt.com/opini/literasi-guru-dan-jurnalis-perannya-dalam-dunia-pendidikan-kurikulum-merdeka-belajar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[petrus togo]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Sep 2023 17:16:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan jurnalistik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lembata.faktahukumntt.com/?p=9801</guid>

					<description><![CDATA[LEMBATA, FaktahukumNTT.com. &#8211; 6 September 2023 &#8220;Tinta Pena&#8221;menggoreskan kata. Menarik  ketika membaca tulisan seorang guru berliterasi di sejumlah media.Bukan kontennya saja, namun menggugah penulis tentang apa yang diperankan oleh guru. Sebuah peran, yang bukan hal baru, yang ditampilkan sosok guru yang tidak terpenjara di dalam tugas dan fungsi dirinya sebagai pendidik. “Setiap kata pasti bermakna. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://lembata.faktahukumntt.com/tag/lembata">LEMBATA</a>, FaktahukumNTT.com. &#8211; 6 September 2023</p>
<p><a href="https://lembata.faktahukumntt.com/tag/tinta-pena">&#8220;Tinta Pena&#8221;</a>menggoreskan kata. Menarik  ketika membaca tulisan seorang guru berliterasi di sejumlah media.Bukan kontennya saja, namun menggugah penulis tentang apa yang diperankan oleh guru. Sebuah peran, yang bukan hal baru, yang ditampilkan sosok guru yang tidak terpenjara di dalam tugas dan fungsi dirinya sebagai pendidik.</p>
<p>“Setiap kata pasti bermakna. Apalagi berbentuk kalimat yang sistematik dan informatif. Unsur informasi diserap untuk dikembangkan menjadi lebih informatif. Fakta dideskripsikan menjadi informasi terpercaya. Tujuannya memberikan wawasan dan edukasi pada publik. Itu adalah bidang kerja jurnalistik. Ilmu dan <em>skill</em> jurnalistik sangat berpeluang untuk menyebarluaskan informasi nilai-nilai luhur Pancasila”</p>
<p>Seperti diketahui, menurut Undang-Undang No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, diperoleh pengertian guru sebagai tenaga pendidik profesional yang memiliki tugas utama untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini melalui jalur formal pendidikan dasar dan pendidikan menengah.</p>
<p>Hal di atas, mengisyaratkan bahwa guru memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mengajar, mendidik, melatih para peserta didik agar menjadi individu yang berkualitas, baik dari sisi intelektual, maupun akhlaknya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lembata.faktahukumntt.com/opini/literasi-guru-dan-jurnalis-perannya-dalam-dunia-pendidikan-kurikulum-merdeka-belajar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bahasa Humanoria Dimensi Dalam Era Merdeka Belajar</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/opini/bahasa-humanoria-dimensi-dalam-era-merdeka-belajar/</link>
					<comments>https://lembata.faktahukumntt.com/opini/bahasa-humanoria-dimensi-dalam-era-merdeka-belajar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[petrus togo]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 May 2023 13:39:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Merdeka Belajar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lembata.faktahukumntt.com/?p=8771</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: (Rofinus Rehe Roning) OPINI, FaktahukumNTT.com &#8211; 23 Mei 2023 Sahabat Insan Mederka Belajar. Humaniora adalah seperangkat ilmu yang ingin agar manusia (humanus) menjadi bertambah manusiawi (humanior). PERSOALAN mendasar dalam dunia pendidikan di Negara kita saat ini adalah matinya visi, roh dan isi sebuah pengajaran. Institusi pendidikan mereduksi diri menjadi semacam balai latihan pertukangan belaka yang gemar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: (Rofinus Rehe Roning)</strong></em></p>
<p><strong>OPINI</strong>, <a href="https://lembata.faktahukumntt.com/tag/merdeka-belajar/">FaktahukumNTT.com</a> &#8211; 23 Mei 2023</p>
<p><span class="Y2IQFc" lang="la"> Sahabat Insan Mederka Belajar. Humaniora adalah seperangkat ilmu yang ingin agar manusia (humanus)<br />
menjadi bertambah manusiawi (humanior). </span></p>
<p><b>PERSOALAN</b> mendasar dalam dunia pendidikan di Negara kita saat ini adalah matinya visi, roh dan isi sebuah pengajaran. Institusi pendidikan mereduksi diri menjadi semacam balai latihan pertukangan belaka yang gemar melahirkan tukang yang ahli namun tanpa roh.</p>
<p>Pendidikan humanistik akan membantu Anda memahami, menghargai, dan menghasilkan seni, musik, teater, dan sastra . Disiplin humaniora fokus pada pemahaman keindahan dan kebaikan, dan memberikan siswa kesempatan untuk berlatih membuat sendiri hal-hal yang baik dan indah.</p>
<p>Humaniora membantu kita memahami orang lain melalui bahasa, sejarah, dan budaya mereka . Mereka mendorong keadilan sosial dan kesetaraan. Dan mereka mengungkapkan bagaimana orang telah mencoba membuat moral, spiritual, dan intelektual dunia menjadi masuk akal. Humaniora mengajarkan empati.</p>
<figure id="attachment_8780" aria-describedby="caption-attachment-8780" style="width: 420px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-8780" src="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/05/HUMANORIA-SENI-MUSIK-TATONG-KEDANG-LEMBATA-1-e1684887837110.png" alt="HUMANORIA SENI MUSIK TATONG KEDANG LEMBATA" width="420" height="318" srcset="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/05/HUMANORIA-SENI-MUSIK-TATONG-KEDANG-LEMBATA-1-e1684887837110.png 420w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/05/HUMANORIA-SENI-MUSIK-TATONG-KEDANG-LEMBATA-1-e1684887837110-300x227.png 300w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/05/HUMANORIA-SENI-MUSIK-TATONG-KEDANG-LEMBATA-1-e1684887837110-24x18.png 24w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/05/HUMANORIA-SENI-MUSIK-TATONG-KEDANG-LEMBATA-1-e1684887837110-36x27.png 36w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/05/HUMANORIA-SENI-MUSIK-TATONG-KEDANG-LEMBATA-1-e1684887837110-48x36.png 48w" sizes="(max-width: 420px) 100vw, 420px" /><figcaption id="caption-attachment-8780" class="wp-caption-text">HUMANORIA SENI MUSIK TATONG KEDANG LEMBATA</figcaption></figure>
<p>Sahabat merdeka belajar ada beberapa ilmu yang termasuk dalam ruang lingkup ilmu humaniora adalah:<br />
Teologi,Filsafat,Hukum,Sejarah,Filologi,Bahasa,Kesusastraan,Kesenian</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lembata.faktahukumntt.com/opini/bahasa-humanoria-dimensi-dalam-era-merdeka-belajar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Expo Menggali Tanah Pendidikan SMK/SLB Lembata</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/opini/expo-menggali-tanah-pendidikan-smk-slb-lembats/</link>
					<comments>https://lembata.faktahukumntt.com/opini/expo-menggali-tanah-pendidikan-smk-slb-lembats/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[petrus togo]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 May 2023 15:36:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Expo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lembata.faktahukumntt.com/?p=8296</guid>

					<description><![CDATA[(Penulis: Helena Linan/  Guru SMKN I Ile Ape) OPINI, FaktahukumNTT.com &#8211; 2 Mei 2023 &#8220;Nulla Tenaci Invia Est Via&#8221; Agar ulet, karena tidak ada jalan tidak bisa dilewati, Jika  &#8220;Nulla Tenaci Invia Est Via&#8221; nikmatilah hidup sebisa mungkin, karena hidup ini singkat Sahabat Wirausaha, banyak cara untuk mempromosikan usaha. Salah satu caranya promosi usahakan adalah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h5><em>(Penulis: Helena Linan/  Guru SMKN I Ile Ape)</em></h5>
<p><strong>OPINI, <a href="https://lembata.faktahukumntt.com/opini/faktahukumntt/">FaktahukumNTT.com</a> &#8211; </strong>2 Mei 2023</p>
<p><strong><em>&#8220;Nulla Tenaci Invia Est Via&#8221; </em></strong><strong>Agar ulet, karena tidak ada jalan tidak bisa dilewati, Jika </strong><strong> <em>&#8220;Nulla Tenaci Invia Est Via&#8221;</em></strong><strong> nikmatilah hidup sebisa mungkin, karena hidup ini singkat</strong></p>
<p>Sahabat Wirausaha, banyak cara untuk mempromosikan usaha. Salah satu caranya promosi usahakan adalah dengan mengikuti <a href="https://lembata.faktahukumntt.com/opini/expo/">Expo</a>. Bagi suatu bisnis, promosi produk ini penting agar produk yang kita miliki bisa dikenal lebih luas sehingga peluang penjualan pun semakin tinggi.</p>
<p><strong>Menarik Apa itu Expo? </strong><a href="https://lembata.faktahukumntt.com/opini/expo/">Expo</a> merupakan singkatan dari <em>Exposition</em> yang bermakna pameran atau pembentangan. Secara umum Expo diartikan sebagai <em>trade fair</em> atau pameran perdagangan. <a href="https://lembata.faktahukumntt.com/opini/expo/">Expo</a> merupakan bentuk promosi yang unik karena mempromosikan produk dalam skala besar-besaran. Penyebutan expo terkesan mewah dibanding pameran. Padahal, keduanya sama.</p>
<p><a href="https://lembata.faktahukumntt.com/opini/expo/">Expo</a> Sekolah Menegah Kejuruan Pada Lembaga Penjmin mutuh Kabupaten Lembata pada tahun 2023 sangat menarik. Jumlah Sekolah Menenga Kejuruan di Kabupaten Lembata Baik SMK Negeri ada 5 sekolah dan SMK Swasta 3 sekolah. simaklah kembali  kompetensi bidang jurusan total keseluruhan terdapat 8 SMK yang statusnya sudah terakreditas. Sehubungan denga itu   dapat di ketahui bersama nama-nama SMK di Kabupaten Lembata di rilis perkecamatan yakni; (1) Kecamatan Buyasuri SMKN I Buyasuri Kedang (2) , Kecamatan Nubatukan; SMKN 1 Lewoleba, SMK Swasta Kawula Karya, SMK Swasta SMIP Sanctus, SMK Swasta Kusuma Bakti, (3) Kecamatan Ile Ape ada SMKN I Ile Ape,(4)  Kecamatan Atadei yakni SMK Negeri 1 Atadei dan juga (4) Kecamatan Wulandoni ada SMK Negeri I Lamalera. terkait dengan kegiatan yang menjadi fokus perusahaan untuk menunjukkan produk terbaru seperti komputer, elektronik, ponsel, gadget, dan lainnya. Expo bisa digelar dalam fokus dalam produk tertentu seperti expo computer, otomotif, properti, buku, hasil kerajinan Pertanian, Obat-obat pertania, dan peternakandan lainnya.</p>
<p><a href="https://lembata.faktahukumntt.com/opini/expo/attachment/ccc/" rel="attachment wp-att-8298"><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-8298" src="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/05/ccc.png" alt="" width="288" height="439" srcset="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/05/ccc.png 266w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/05/ccc-197x300.png 197w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/05/ccc-16x24.png 16w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/05/ccc-24x36.png 24w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/05/ccc-32x48.png 32w" sizes="(max-width: 288px) 100vw, 288px" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="https://lembata.faktahukumntt.com/opini/expo/">Expo</a> pada tahun 2023 menjadi ajang promosi kebijakan bersama dari 8 satuan Pendidikan Kejuruan pada Kabupaten Lembata Provinsi Nusa Tenggara Timur. Berbagai kegiatan Expo yang menjadi cermin semangat merdeka belajar. Berbagai kreasi yang di ajang pameran yakni ada kegiatan bidang Wirausaha, Perlombaan akademik, dan juga pagung seni. Pada bidang perlombaan akademik ada debat bahasa Inggris, Lomba cipta dan Baca puisi, dalam Debat opini publik bidang studi bahasa Indonesia. Selain itu pada bidang Seni. </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lembata.faktahukumntt.com/opini/expo-menggali-tanah-pendidikan-smk-slb-lembats/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pancasila Antara &#8216;Langue&#8217; Dan &#8216;Parole&#8217;</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/opini/pancasila-antara-langue-dan-parole/</link>
					<comments>https://lembata.faktahukumntt.com/opini/pancasila-antara-langue-dan-parole/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[petrus togo]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jun 2022 16:12:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lembata.faktahukumntt.com/?p=4603</guid>

					<description><![CDATA[Penulis Rofinus Rehe Roning LEMBATA.faktahukumntt.com &#8211; 1 juni 2022 Sudah tentu orang tak mungkin akan ingkar terhadap kenyataan, bahwa Pancasila yang mewujud itu merupakan ‘pertalan’ jiwa bangsa dalam cita sebuah rumusan linguistik. Karena itu sememangnya tidak dapat disangkal kemungkinan suatu arah pemahaman akan Pancasila berdasarkan fenomena bahasa itu sendiri. Di sini kita boleh berurusan dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Penulis Rofinus Rehe Roning</em></p>
<p>LEMBATA.faktahukumntt.com &#8211; 1 juni 2022</p>
<p>Sudah tentu orang tak mungkin akan ingkar terhadap kenyataan, bahwa Pancasila yang mewujud itu merupakan ‘pertalan’ jiwa bangsa dalam cita sebuah rumusan linguistik. Karena itu sememangnya tidak dapat disangkal kemungkinan suatu arah pemahaman akan Pancasila berdasarkan fenomena bahasa itu sendiri. Di sini kita boleh berurusan dengan strukturalisme, sebuah aliran filsafat bahasa yang berusaha memperlajari struktur dalam bahasa guna mengetahui struktur – struktur pemikiran manusia. Dan untuk dapat meraih sukses dalam dialog dengan strukturalisme, maka langkag perdana yang mesti diambil ialah menerima anggapan dasarnya bahwa pikiran manusia mengandung struktur-struktur yang mendalam dan mendasar sebagai unsur umum bagi aneka ragam kultur independen.</p>
<p>Filsafat Pancasila tuntutan jiwa secara sederhana untuk menentukan identitas kita dan memengaruhi cara orang lain memandang kita adalah dengan menggunakan bahasa. Bahasa sangat penting bagi pembentukan identitas individu dan identitas sosial. Dengan demikian bahasa memiliki pengaruh yang besar sebagai kendali sosial.</p>
<p><em><strong>Identitas Linguistiik</strong></em></p>
<p>Cara bicara dan jenis kode sosial menunjukkan identitas sosial. Cara penggunaan bahasa menunjukkan perubahan identitas dan peran, yaitu dengan (1) melihat lingkungan individu dibesarkan pada pemakaian aksen dan variasi tata bahasa tertentu, (2) melihat bagaimana individu menggunakan bahasa.</p>
<p>Bahasa berkaitan erat dengan pembentukan personal. Hal ini dapat ditunjukkan dengan pemakaian nama dan praktik penamaan. Untuk membentuk identitas, seseorang akan memberi dan menggunakan nama.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lembata.faktahukumntt.com/opini/pancasila-antara-langue-dan-parole/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title> Bahasa Cermin BAJU</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/opini/bahasa-cermin-baju/</link>
					<comments>https://lembata.faktahukumntt.com/opini/bahasa-cermin-baju/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 May 2022 16:27:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lembata.faktahukumntt.com/?p=4324</guid>

					<description><![CDATA[LEMBATA. Faktahukumntt.com, Senin 16 Mei 2022 Cermin Baju berbicara  bahasa Wanita dengan karekter yang suka berdandan dan menghias diri tentu tidak lepas dengan cermin, sampai ada yang mengatakan wanita tidak bisa dipisahkan dengan cermin dimana ada cermin pasti ia berhenti dan bercermin. Ya itu tidak bisa dipungkiri lagi karena dengan bercermin seorang wanita bisa lebih [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>LEMBATA. Faktahukumntt.com, Senin 16 Mei 2022</p>
<p>Cermin Baju berbicara  bahasa Wanita dengan karekter yang suka berdandan dan menghias diri tentu tidak lepas dengan cermin, sampai ada yang mengatakan wanita tidak bisa dipisahkan dengan cermin dimana ada cermin pasti ia berhenti dan bercermin. Ya itu tidak bisa dipungkiri lagi karena dengan bercermin seorang wanita bisa lebih percaya diri dengan penampilan nya.</p>
<p>Di dalam kosa kata bahasa arab (mir&#8217;atunn) berarti cermin  dan (mar&#8217;atunn) berarti wanita. Dan keduanya memiliki penulisan huruf yang sama dengan harakat  huruf awal yang berbeda yang terdiri dari huruf( ). Sehingga cermin dan perempuan memiliki banyak kesamaan.</p>
<p>Cermin terbuat dari bahan yang sensitif maka apabila di sentuh dengan bahan keras akan mudah pecah begitu halnya dengan wanita yang tercipta dari tulang rusuk yang bengkok  dan jika ingin diluruskan hanya bisa dengan kelembutan kalau tidak maka tulang rusuk tersebut akan patah.</p>
<p>Cermin yang bagus akan memberikan pantulan yang bagus pula, berbeda dengan cermin yang sudah pecah lalu di beri perekat atau di satukan kembali, walaupun masih dapat memberikan pantulan tetapi tidak akan sempuran seperti sebelumnya. Sama halnya dengan wanita yang dilukai hatinya dia akan cepat untuk memaafkan tetapi sangat sulit untuk melupakan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lembata.faktahukumntt.com/opini/bahasa-cermin-baju/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perempuan Batu dan Alasan Dibalik Belajar Bahasa Jerman</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/opini/opiniperempuan-batu-alasan-kenapa-anda-sebaiknya-belajar-bahasa-jerman/</link>
					<comments>https://lembata.faktahukumntt.com/opini/opiniperempuan-batu-alasan-kenapa-anda-sebaiknya-belajar-bahasa-jerman/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[petrus togo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 May 2022 16:39:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Jerman]]></category>
		<category><![CDATA[headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lembata.faktahukumntt.com/?p=4288</guid>

					<description><![CDATA[LEMBATA. fakatahukumntt.com,14 Mei 2022 Maria Dolorosa dalam hidup merakit nuansa dalam kekosongan menjadi kosong dalam hidup. Sosok pejuang Perempaun Batu meniti hidup sebagai guru bahasa Jerman. “Manchmal muss man einfach mit den Wellen gehen.” (Terkadang kau cuma perlu untuk mengikuti ombak).“Studiere jetzt sei später stolz.” (Belajar hari ini, berbanggalah di kemudian hari).“Besser spät als nie.” [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><b>LEMBATA. fakatahukumntt.com,14 Mei 2022</b></p>
<p dir="ltr">Maria Dolorosa dalam hidup merakit nuansa dalam kekosongan menjadi kosong dalam hidup. Sosok pejuang Perempaun Batu meniti hidup sebagai guru bahasa Jerman. <b>“</b><strong><em>Manchmal muss man einfach mit den Wellen gehen.</em></strong><b>” (Terkadang kau cuma perlu untuk mengikuti ombak).“<em>Studiere jetzt sei später stolz.</em>” (Belajar hari ini, berbanggalah di kemudian hari).“<em>Besser spät als nie.”</em> (Lebih baik telat daripada tak sama sekali).</b></p>
<p dir="ltr">Dunia membentuk dan menitipkan garis tangan sebagai pejuang guru bahasa jerman. Ibarat dirinya bagaikan bulir dan biji jagung yang harus dipanggang pada api pendidikan globalisasi membuat dunia seolah tidak memiliki batas lagi. Peluang untuk bisa berkomunikasi dengan masyarakat dunia lainnya pun semakin terbuka. Namun, tentunya kamu tidak bisa mengandalkan bahasa ibu untuk berkomunikasi. Untuk itu, kamu perlu mempelajari bahasa yang digunakan secara global, misalnya bahasa Jerman.</p>
<p dir="ltr">Bahasa Jerman mungkin tidak sepopuler bahasa Inggris. Walau begitu, bahasa asing yang satu ini ternyata punya banyak manfaat jika dipelajari dengan serius. Apa saja?</p>
<p dir="ltr"><b>Membuka peluang melanjutkan studi di Jerman</b></p>
<p dir="ltr">Jerman merupakan salah satu negara di dunia yang kualitas pendidikannya baik, terutama untuk bidang teknik. Maka, tidak mengherankan jika banyak orang yang ingin melanjutkan studinya ke Jerman. Nah, jika kamu adalah salah satunya, maka belajar bahasa Jerman sudah bisa dibilang satu langkah lebih dekat menuju mimpi tersebut.</p>
<p dir="ltr">
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lembata.faktahukumntt.com/opini/opiniperempuan-batu-alasan-kenapa-anda-sebaiknya-belajar-bahasa-jerman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Maundy Thursday Dalam Perspektif Pendidikan</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/opini/maundy-thursday-dalam-perspektif-pendidikan/</link>
					<comments>https://lembata.faktahukumntt.com/opini/maundy-thursday-dalam-perspektif-pendidikan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[petrus togo]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Apr 2022 05:16:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lembata.faktahukumntt.com/?p=3706</guid>

					<description><![CDATA[Sebuah Refleksi Pribadi                                                            Oleh : Paulus Geradus Hurint, S.T.,Gr (Wakasek Kurikulum SMK Negeri 1 Ile Ape – Kabupaten Lembata) LEMBATA. Faktahukumntt.com-15 April 2022 Kamis, 14 April [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Sebuah Refleksi Pribadi   </strong>                                                         </em><em>Oleh : Paulus Geradus Hurint, S.T.,Gr (Wakasek Kurikulum SMK Negeri 1 Ile Ape – Kabupaten Lembata)</em></p>
<p>LEMBATA. Faktahukumntt.com-15 April 2022</p>
<p>Kamis, 14 April 2022 seluruh umat Katolik di dunia merayakan Kamis Putih (<em>Maundy Thursday</em>) untuk memperingati Perjamuan Malam Terakhir Yesus dengan kedua belas murid-Nya pada malam sebelum kematian-Nya. Ada dua peristiwa penting yang diperingati dalam liturgi Kamis Putih (<em>Maundy Thursday</em>) ini, yaitu peristiwa perjamuan malam terakhir sebagai simbol perintah untuk mengadakan perjamuan kudus dan peristiwa pembasuhan kaki para murid sebagai simbol seorang hamba yang melayani.</p>
<p>Pada peristiwa Kamis Putih <em>(Maundy Thursday)</em> ini, Yesus sebagai Guru dan Pemimpin tampil sebagai seorang hamba yang dengan setia melayani dengan membasuh kaki para murid-Nya. Pembasuhan kaki yang dilakukan oleh Yesus ini, telah menunjukkan kepada kita, bahwa Yesus mampu melakukan pekerjaan yang seharusnya tidak layak untuk dilakukan. Contoh keteladanan yang ingin ditunjukkan oleh Yesus dengan merendahkan diri serta melayani para murid-Nya, karena Yesus menginginkan agar para murid-Nya juga harus merendahkan diri dan mau melayani sesamanya.</p>
<p>Dalam sebuah lembaga pendidikan, contoh keteladanan Yesus ini harus dilakukan oleh seorang Guru kepada peserta didiknya, Guru dengan sesama Guru dan peserta didik dengan sesamanya. Bentuk ekspresi dan keterberian diri dari seorang Guru kepada peserta didiknya dalam nuansa pelayanan, maka peserta didik akan berani untuk tampil dalam mengexpresikan dirinya secara maksimal dalam seluruh proses pembelajaran untuk menemukan kesejatian dirinya. Kesejatian diri yang otentik inilah yang memungkinkan peserta didik untuk saling memberi dan berbagi, baik pada tataran aspek Kognitif maupun pada aspek Psikomotorik dan Afektif.</p>
<p>Sebagai pemimpin bagi peserta didik di sebuah lembaga pendidikan, maka seorang Guru diharapkan untuk tidak mengintervensi dan menjejali begitu banyak pengajaran “Otodoksis” yang bermuatan seribu satu macam doktrin, melainkan lebih pada kemerdekaan belajar bagi peserta didiknya. Oleh karena itu seorang Guru harus memiliki insting yang tajam dalam menguasai lingkungan sekolahnya, memiliki intelektual yang cemerlang dalam mensinkronkan materi pembelajaran demi menjawabi kebutuhan dan pelayanan kepada peserta didiknya.<br />
Perjamuan terakhir Yesus dengan para murid-Nya, yang dirayakan oleh umat Katolik pada Kamis Putih ini, bukanlah sebuah perjamuan keputusasaan dan kesedihan, melainkan sebuah perjamuan yang penuh keakraban dan persaudaraan yang penuh makna. Yesus melakukan pembasuhan kaki bagi para murid-Nya, sebagai suatu tindakan rendah dan hina yang biasa hanya dilakukan oleh seorang hamba. Akan tetapi dalam peristiwa ini, Yesus menanggalkan segala kemuliaan dan kehormatan-Nya sebagai Tuhan, menanggalkan kuasa dan melupakan segala macam nama dan gelar yang melekat pada diri-Nya. Yesus dengan rela dan berani serta penuh kerendahan hati yang tulus dan ikhlas, untuk turun membasuh kaki para murid-Nya. Yesus rela menjadi hamba yang rendah untuk melayani – tapi bukan untuk mencari nama dan sensasi atau supaya dikagumi, atau mau pamer dan berlaku sandiwara.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lembata.faktahukumntt.com/opini/maundy-thursday-dalam-perspektif-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
