<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pangan Lokal &#8211; Fakta Hukum Lembata</title>
	<atom:link href="https://lembata.faktahukumntt.com/tag/pangan-lokal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lembata.faktahukumntt.com</link>
	<description>Berita Terkini Lembata</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 May 2025 14:32:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-6-32x32.png</url>
	<title>pangan Lokal &#8211; Fakta Hukum Lembata</title>
	<link>https://lembata.faktahukumntt.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bupati Lembata Dukung TPN XII: Dorong Guru Terus Membaca Sasaran Pengetahuan yang Matang</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/pendidikan/bupati-lembata-dukung-tpn-xii-dorong-guru-terus-membaca-sasaran-pengetahuan-yang-matang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[petrus togo]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 May 2025 14:32:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Lembata]]></category>
		<category><![CDATA[dinas pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[guru inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[guru Lembata]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Penggerak]]></category>
		<category><![CDATA[IGI Kabupaten Lembata]]></category>
		<category><![CDATA[Kanisius Tuak]]></category>
		<category><![CDATA[pameran karya guru]]></category>
		<category><![CDATA[pangan Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[pembicara nasional guru]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan iklim]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Lembata]]></category>
		<category><![CDATA[peningkatan kualitas pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[praktik baik guru]]></category>
		<category><![CDATA[Profesionalisme Guru]]></category>
		<category><![CDATA[talkshow pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Temu Pendidik Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[TPN XII]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lembata.faktahukumntt.com/?p=20530</guid>

					<description><![CDATA[FK &#8211; Lembata – Dunia pendidikan di Kabupaten Lembata kembali mendapatkan suntikan semangat baru. Pada Selasa, 27 Mei 2025 pukul 15.00 WITA, organisasi profesi Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Lembata melaksanakan audiensi dengan Bupati Lembata, Bapak P. Kanisius Tuak, S.P. Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Bupati itu mengangkat tema besar penguatan kualitas guru melalui [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left"><strong><a href="https://lembata.faktahukumntt.com/Tag/Faktahukumntt">FK</a> &#8211; </strong>Lembata – Dunia pendidikan di Kabupaten Lembata kembali mendapatkan suntikan semangat baru. Pada Selasa, 27 Mei 2025 pukul 15.00 WITA, organisasi profesi Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Lembata melaksanakan audiensi dengan Bupati Lembata, Bapak P. Kanisius Tuak, S.P.</p>
<p>Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Bupati itu mengangkat tema besar penguatan kualitas guru melalui partisipasi dalam Temu Pendidik Nusantara (TPN) XII, sebuah gerakan kolaboratif guru se-Indonesia yang menjadi wadah berbagi praktik baik dan pengembangan profesionalisme guru.</p>
<p>Dalam audiensi tersebut, Bupati Kanisius menyampaikan dukungan penuhnya terhadap pelaksanaan TPN XII yang akan digelar pada 14 Juni 2025 di Aula Santo Don Bosco, Lewoleba. Lebih dari sekadar dukungan administratif, beliau juga menyatakan kesediaannya untuk hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menunjukkan komitmen nyata terhadap dunia pendidikan di daerah yang ia pimpin.</p>
<p>“Saya siap hadir di TPN untuk bertemu dengan semua guru Kabupaten Lembata. Kegiatan ini menjadi ruang penting bagi kita semua untuk merefleksikan kembali arah pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pengetahuan akademik, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan hidup, kemanusiaan, dan masa depan bumi kita,” ujar Bupati Kanisius dengan nada optimistis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa arah pembangunan pendidikan di Kabupaten Lembata tidak boleh terjebak dalam sekadar pencapaian angka dan nilai akademik, melainkan harus menyentuh aspek spiritual, etis, dan ekologis. Bupati Kanisius ingin memastikan bahwa setiap guru di Lembata menjadi pelopor dalam membentuk generasi yang bukan hanya cerdas, tetapi juga peduli dan bertanggung jawab terhadap kehidupan sosial dan lingkungan.</p>
<p><strong>Keterlibatan Dinas Pendidikan: Sinergi Pemerintah Daerah</strong></p>
<p>Audiensi ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata, Bapak Wenseslaus Ose, S.Sos., M.AP, yang menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif IGI dalam menyelenggarakan kegiatan pengembangan kapasitas guru di tingkat kabupaten. Ia menyebut TPN XII sebagai momentum penting dalam transformasi kualitas pendidik, dan pihaknya siap memberi dukungan konkret, termasuk penyediaan konsumsi untuk para peserta dengan berbasis pangan lokal.</p>
<p>“Kami sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini. Ini merupakan lonjakan besar bagi peningkatan mutu tenaga pendidik kita. Kami dari dinas merasa terbantu dalam hal peningkatan kualitas guru. Kami berharap guru-guru yang ikut kegiatan ini dapat saling berbagi praktik baik yang bisa diimplementasikan di satuan pendidikannya masing-masing,” ujar Wenseslaus.</p>
<p>Komitmen ini menunjukkan bahwa Dinas Pendidikan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menjadi fasilitator penggerak perubahan dalam dunia pendidikan Lembata. Dukungan pangan lokal yang disiapkan tidak hanya menjadi bentuk hospitality, tetapi juga bagian dari pendidikan iklim, yaitu memperkenalkan pentingnya ketahanan pangan lokal dalam konteks perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.</p>
<p><strong>TPN XII Lembata: Panggung Inspirasi Guru Daerah</strong></p>
<p>Ketua IGI Kabupaten Lembata, Feldin Rano Kelen, S.Pd, menyampaikan dengan penuh semangat bahwa kegiatan TPN XII akan melibatkan guru-guru dari berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Lembata. Acara ini akan terbagi ke dalam beberapa sesi penting, yaitu kelas pendidik, kelas penggerak, dan pameran karya guru, serta akan ditutup dengan talkshow pendidikan.</p>
<p>Dalam kelas-kelas tersebut, guru-guru akan berbagi praktik baik yang telah mereka lakukan di kelas atau sekolah masing-masing, mulai dari pendekatan pembelajaran kreatif, penggunaan teknologi, penguatan karakter siswa, hingga integrasi pendidikan lingkungan dan budaya lokal.</p>
<p>“Dalam kegiatan ini, guru-guru akan berbagi praktik baik dan akan dipilih secara nasional. Bagi guru-guru yang terpilih, mereka akan menjadi pembicara nasional dalam ajang TPN Puncak yang akan diselenggarakan pada Oktober 2025 di Jakarta,” jelas Feldin.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Luar Biasa Peserta Didik SD Katolik Maumere 2  Diajarkan Pembuatan Makanan Lokal “Kolemoe”</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/humaniora/luar-biasa-peserta-didik-sd-katolik-maumere-2-diajarkan-pembuatan-makanan-lokal-kolemoe/</link>
					<comments>https://lembata.faktahukumntt.com/humaniora/luar-biasa-peserta-didik-sd-katolik-maumere-2-diajarkan-pembuatan-makanan-lokal-kolemoe/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[petrus togo]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Nov 2023 14:48:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[pangan Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Peserta Didik]]></category>
		<category><![CDATA[Profil Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[SDK Mamumere 2]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lembata.faktahukumntt.com/?p=10512</guid>

					<description><![CDATA[LEMBATA, FaktahukumNTT.com &#8211; 10 November 2023 Pengolahan Kolemoe atau Kue ciri khas Maumere. Kolemoe dalam bahasa daerah Maumere.  Kolemoe  menjadi kue yang terkenal untuk suguhan masakan lokal. Menarik dan sangat populer saat ini para peserta didik SD Katolik  Maumere  2 diajarkan untuk mengelolah Kolemoe sebagai kajian berwirausaha. Bahan dasar Kolemoe dari beras. Kolemoe Dalam kajian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://lembata.faktahukumntt.com/tag/lembata">LEMBATA</a>, FaktahukumNTT.com &#8211; 10 November 2023</p>
<p><em>Pengolahan Kolemoe atau Kue ciri khas Maumere. </em></p>
<p>Kolemoe dalam bahasa daerah Maumere.  Kolemoe  menjadi kue yang terkenal untuk suguhan masakan lokal. Menarik dan sangat populer saat ini para peserta didik SD Katolik  Maumere  2 diajarkan untuk mengelolah Kolemoe sebagai kajian berwirausaha. Bahan dasar Kolemoe dari beras.</p>
<figure id="attachment_10514" aria-describedby="caption-attachment-10514" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-medium wp-image-10514" src="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/11/tepung-beras-menjadi-KOLEMOE-300x228.png" alt="IBU Guru harus menjadi Contoh. Tepung beras menjadi KOLEMOE" width="300" height="228" srcset="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/11/tepung-beras-menjadi-KOLEMOE-300x228.png 300w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/11/tepung-beras-menjadi-KOLEMOE-768x582.png 768w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/11/tepung-beras-menjadi-KOLEMOE-24x18.png 24w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/11/tepung-beras-menjadi-KOLEMOE-36x27.png 36w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/11/tepung-beras-menjadi-KOLEMOE-48x36.png 48w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/11/tepung-beras-menjadi-KOLEMOE.png 828w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-10514" class="wp-caption-text"><em>IBU Guru harus menjadi Contoh. Tepung beras menjadi KOLEMOE</em></figcaption></figure>
<p><strong>Kolemoe Dalam kajian </strong><strong>Deskrispsi Projek</strong></p>
<p>Membangun Jiwa dan Raga anak-anak dengan Kolemoe menjadikan anak-anak mengenal budaya Maumere. Sepantasnya Jiwa dan Raga mereka  yang ditanam dalam akal budi jiwa pasti  tetap mewariskan makanan lokal yang terpopuler “Kolemoe&#8221;.</p>
<p>Pada bangku pendidikan sekolah dasar seperti taman indah bermain  SD Katolik  Maumere 2 cerdas dan trampil harus ada bekal.</p>
<p>Kunci modal pendidikan sederhana  apabila  generasi muda yang memiliki kualitas yang unggul.  Serta di prioritas semangat kuat untuk memajukan pangan lokal yang didasari dengan keimanan dan akhlak mulia.</p>
<p>Saat ini Kemasan Kolemoe menjadi dunia berwirausaha. Bahkan akan dan sedang memberikan dukungan penuh menuju pada pedagang kaki lima diseputaran Kabupaten Sikka sebagai warung kuliner.</p>
<p>Pelajar Indonesia  pada umumnya dan secara khusus peserta didik di Kabupaten Sikka sebagai generasi muda penerus bangsa diharapkan tidak hanya dapat mengikuti perkembangan zaman dan teknologi yang ada.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lembata.faktahukumntt.com/humaniora/luar-biasa-peserta-didik-sd-katolik-maumere-2-diajarkan-pembuatan-makanan-lokal-kolemoe/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
