<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pengabdian &#8211; Fakta Hukum Lembata</title>
	<atom:link href="https://lembata.faktahukumntt.com/tag/pengabdian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lembata.faktahukumntt.com</link>
	<description>Berita Terkini Lembata</description>
	<lastBuildDate>Fri, 22 Aug 2025 14:31:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-6-32x32.png</url>
	<title>Pengabdian &#8211; Fakta Hukum Lembata</title>
	<link>https://lembata.faktahukumntt.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Guru Juga Manusia: Antara Etika, Karakter, dan Beban Pengabdian</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/opini/guru-juga-manusia-antara-etika-karakter-dan-beban-pengabdian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[petrus togo]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Aug 2025 14:30:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[beban pedagogik]]></category>
		<category><![CDATA[Etika profesi]]></category>
		<category><![CDATA[karakter guru]]></category>
		<category><![CDATA[kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[kisah perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan di Pelosok]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian]]></category>
		<category><![CDATA[talenta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lembata.faktahukumntt.com/?p=22663</guid>

					<description><![CDATA[FK&#8211; Lewoleba 22- Agustus 2025, Di sebuah desa terpencil, seorang guru memilih berjalan kaki setiap hari demi sampai ke sekolah. Jalurnya tidak mudah: harus melintasi hutan, menyusuri jalan tanah, dan menyeberangi kali mati yang sewaktu-waktu berubah menjadi sungai banjir saat musim hujan datang. Tapi, ia tak pernah mengeluh. Suatu hari, hujan deras mengguyur sejak dini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><a href="https://lembata.faktahukumntt.com/Tag/Faktahukumntt">FK</a>&#8211; Lewoleba 22- Agustus 2025, Di sebuah desa terpencil, seorang guru memilih berjalan kaki setiap hari demi sampai ke sekolah. Jalurnya tidak mudah: harus melintasi hutan, menyusuri jalan tanah, dan menyeberangi kali mati yang sewaktu-waktu berubah menjadi sungai banjir saat musim hujan datang. Tapi, ia tak pernah mengeluh.</h2>
<p>Suatu hari, hujan deras mengguyur sejak dini hari. Kali mati itu berubah menjadi arus deras yang menakutkan. Sang guru tetap melangkah dengan hati-hati, membawa ransel tua berisi buku pelajaran dan catatan murid. Ia sempat terseret arus beberapa meter, tubuhnya memar, bajunya kotor, namun ia selamat. Tanpa menceritakan apapun kepada murid-muridnya, ia tetap berdiri di depan kelas dengan senyum tenang dan mengajar seperti biasa.</p>
<p>Beginilah realita etika dan karakter seorang guru di pelosok: mengabdi dalam senyap, menjaga tanggung jawab pedagogis meski dirinya sendiri terluka. Dalam seminggu, ia hanya punya dua pasang pakaian: kemeja abu-abu untuk Senin hingga Kamis, dan seragam olahraga untuk Jumat dan Sabtu. Namun penampilan sederhana itu menyimpan kekuatan: semangat mencerdaskan generasi.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-22665 size-full" src="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/08/Screenshot_20250822_222752_Chrome.jpg" alt="" width="650" height="314" srcset="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/08/Screenshot_20250822_222752_Chrome.jpg 650w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/08/Screenshot_20250822_222752_Chrome-300x145.jpg 300w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/08/Screenshot_20250822_222752_Chrome-24x12.jpg 24w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/08/Screenshot_20250822_222752_Chrome-36x17.jpg 36w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/08/Screenshot_20250822_222752_Chrome-48x23.jpg 48w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" /></p>
<p>Guru bukan sekadar pengajar. Ia adalah panutan, motivator, sekaligus pelindung masa depan bangsa. Tapi seringkali, guru diperlakukan seolah tanpa batas: harus sempurna, sabar, kuat, disiplin, inovatif, dan rela berkorban&#8230; setiap waktu. Masyarakat lupa bahwa <strong>guru juga manusia</strong>—memiliki rasa takut, kekhawatiran ekonomi, keluarga yang harus dihidupi, dan kesehatan yang rentan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kartini, Pahlawan Eman Sipasi: Inspirasi Spiritualitas Perempuan Katolik dalam Pengabdian bagi Gereja dan Negara</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/nasional/kartini-pahlawan-eman-sipasi-inspirasi-spiritualitas-perempuan-katolik-dalam-pengabdian-bagi-gereja-dan-negara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[petrus togo]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2025 14:27:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[eman sipasi]]></category>
		<category><![CDATA[emansipasi]]></category>
		<category><![CDATA[gereja Katolik]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Kartini]]></category>
		<category><![CDATA[Kartini]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan Katolik]]></category>
		<category><![CDATA[spiritualitas]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh inspiratif.]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lembata.faktahukumntt.com/?p=19127</guid>

					<description><![CDATA[FK &#8211; Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai penghargaan terhadap perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak dan martabat kaum perempuan. Kartini bukan hanya simbol emansipasi, tetapi juga menjadi sumber inspirasi spiritual bagi perempuan Katolik dalam menghayati peran ganda mereka sebagai bagian dari Gereja dan warga negara. Puisi  “Doa Kartini dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://lembata.faktahukumntt.com/Tag/Faktahukumntt">FK</a> &#8211; </strong>Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai penghargaan terhadap perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak dan martabat kaum perempuan. Kartini bukan hanya simbol emansipasi, tetapi juga menjadi sumber inspirasi spiritual bagi perempuan Katolik dalam menghayati peran ganda mereka sebagai bagian dari Gereja dan warga negara.</p>
<p><em><strong>Puisi  “Doa Kartini dalam Sunyi”</strong></em></p>
<p>(Verse 1)<br />
Di kamar hening Kartini berdoa,<br />
Terselip harap dalam luka jiwa.<br />
Pada Tuhan ia berserah setia,<br />
Meski gelap menyelimuti asa.</p>
<p>(Chorus)<br />
Tuhan, dengar tangis Kartini<br />
Yang tak bersuara, namun suci.<br />
Biar terang-Mu turun kembali,<br />
Mengalir kasih bagi negeri ini.</p>
<p>(Verse 2)<br />
Bukan mahkota yang ia minta,<br />
Hanya ruang tuk berkarya dan cinta.<br />
Pada salib Kristus ia percaya,<br />
Di situ ia belajar merdeka.</p>
<p>(Bridge)<br />
Jiwanya luka namun tak hancur,<br />
Dikuatkan salib kasih yang jujur.<br />
Langit mendengar bisikan batinnya,<br />
Perempuan beriman dalam derita.</p>
<p>(Chorus Reprise)<br />
Tuhan, jadikan kami Kartini<br />
Yang setia walau tak dipuji.<br />
Dengan iman, harap, dan kasih,<br />
Kami melangkah membangun negeri.</p>
<p>(Outro)<br />
Doa Kartini naik ke Surga,<br />
Mengalun lembut di altar bangsa.<br />
Tuhan, hidupkan semangat sucinya,<br />
Dalam Gereja dan cinta sesama.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><strong>Kartini: Emansipasi dan Spiritualitas</strong></em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>NTT Bangkit dengan Ekonomi Gotong Royong: Enam Program Quick Win Gubernur Melki Laka Lena</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/pendidikan/ntt-bangkit-dengan-ekonomi-gotong-royong-enam-program-quick-win-gubernur-melki-laka-lena/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[petrus togo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Mar 2025 11:32:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Diaspora NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Gotong Royong]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Beli NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Melki Laka Lena]]></category>
		<category><![CDATA[guru honor]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi Merah Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Lembata]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[Membaca]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian]]></category>
		<category><![CDATA[Perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Quick Win NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi birokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Wartawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lembata.faktahukumntt.com/?p=17061</guid>

					<description><![CDATA[FK &#8211;  Kupang, 9 Maret 2025 – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melki Laka Lena, resmi memulai langkah besar dalam membangun ekonomi daerah dengan pendekatan berbasis gotong royong. Melalui Koperasi Merah Putih, yang telah diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto, ekonomi NTT akan diarahkan untuk lebih mandiri, kuat, dan berkelanjutan. Dalam rapat strategis bersama Wakil [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://lembata.faktahukumntt.com/Tag/Faktahukumntt">FK</a> &#8211;  </strong><strong>Kupang, 9 Maret 2025</strong> – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melki Laka Lena, resmi memulai langkah besar dalam membangun ekonomi daerah dengan pendekatan berbasis gotong royong. Melalui <strong>Koperasi Merah Putih</strong>, yang telah diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto, ekonomi NTT akan diarahkan untuk lebih mandiri, kuat, dan berkelanjutan.</p>
<p>Dalam rapat strategis bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma serta jajaran pemerintahan pada 7 Maret 2025, Gubernur Melki merumuskan <strong>enam program Quick Win</strong> untuk 100 hari pertama pemerintahannya. Program ini menjadi langkah nyata dalam merealisasikan visi NTT yang maju dan sejahtera.</p>
<h3><strong>Enam Program Quick Win: Transformasi NTT dalam 100 Hari</strong></h3>
<ol>
<li><strong>Memperkuat Posyandu untuk Menekan Stunting</strong><br />
Dengan angka stunting yang masih tinggi, Pemprov NTT memprioritaskan penguatan posyandu dan kader kesehatan. Didukung Kementerian Kesehatan RI, kader posyandu akan mendapat pelatihan intensif untuk deteksi dini dan intervensi gizi. NTT menargetkan menjadi percontohan nasional dalam penanganan stunting berbasis komunitas.</li>
<li><strong>Satu Desa/Kelurahan Satu Produk Berbasis Koperasi Merah Putih</strong><br />
Melalui <strong>One Village One Product (OVOP)</strong>, setiap desa dan kelurahan didorong untuk mengembangkan produk unggulan berbasis potensi lokal. Koperasi Merah Putih akan menjadi motor utama dalam produksi, pengolahan, hingga pemasaran hasil usaha masyarakat, didukung permodalan dari Bank NTT.</li>
<li><strong>Gerakan Beli NTT: Bangkitkan Produk Lokal</strong><br />
Pemprov NTT meluncurkan <strong>Gerakan Beli NTT</strong> untuk mendorong penggunaan produk lokal dalam kegiatan pemerintahan dan masyarakat. Seluruh kantor pemerintahan akan mulai menggunakan produk air mineral lokal serta produk UMKM lainnya, demi meningkatkan daya saing ekonomi daerah.</li>
<li><strong>Persiapan Siswa NTT ke Sekolah Kedinasan dan Kampus Unggulan</strong><br />
Pemprov NTT menyiapkan <strong>program pembinaan siswa berbakat</strong> untuk lolos ke sekolah kedinasan seperti Akpol, Akmil, IPDN, STAN, hingga kampus unggulan di dalam dan luar negeri. Program ini meliputi pendampingan akademik, pelatihan fisik, serta penguatan mental dan karakter.</li>
<li><strong>Optimalisasi PAD dengan Pemanfaatan Aset Daerah</strong><br />
Untuk meningkatkan <strong>Pendapatan Asli Daerah (PAD)</strong>, Pemprov NTT akan mengelola aset daerah secara profesional. Contohnya, Pasar Oesao yang dulu hanya menghasilkan Rp100 juta per tahun, kini meningkat menjadi Rp1 miliar lebih setelah dikelola dengan pendekatan baru.</li>
<li><strong>Reformasi Birokrasi dan Pengisian Jabatan Strategis</strong><br />
Pemerintah NTT akan mengisi jabatan kosong di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan pejabat yang kompeten dan berintegritas. Evaluasi kinerja akan dilakukan untuk memastikan efektivitas pemerintahan dalam melayani masyarakat.</li>
</ol>
<h3></h3>
<figure id="attachment_17063" aria-describedby="caption-attachment-17063" style="width: 720px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="wp-image-17063 size-full" src="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot_20250309_191842_Samsung-Internet.jpg" alt="Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wagub Johni Asadoma memimpin rapat High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Gedung sasando, Kantor Gubernur NTT, Rabu (5/3/2025). FArtikel Ini Telah Tayang Di *Kabar NTT* Dengan Judul : *Dari Koperasi Merah Putih Hingga Meja Rakyat, Ayo Bangun NTT* *Sumber Link :* https://kabarntt.id/feature/dari-koperasi-merah-putih-hingga-meja-rakyat-ayo-bangun-ntt" width="720" height="464" srcset="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot_20250309_191842_Samsung-Internet.jpg 720w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot_20250309_191842_Samsung-Internet-300x193.jpg 300w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot_20250309_191842_Samsung-Internet-24x15.jpg 24w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot_20250309_191842_Samsung-Internet-36x23.jpg 36w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot_20250309_191842_Samsung-Internet-48x31.jpg 48w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /><figcaption id="caption-attachment-17063" class="wp-caption-text"><br />
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wagub Johni Asadoma memimpin rapat High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Gedung sasando, Kantor Gubernur NTT</figcaption></figure>
<h3><strong>Membangun NTT dengan Kolaborasi Diaspora dan Masyarakat</strong></h3>
<p>Untuk mempercepat pembangunan, Gubernur Melki dan Wakil Gubernur Johni Asadoma memperkenalkan dua inisiatif penting:</p>
<ul>
<li><strong>&#8220;Meja Rakyat, Melki-Johni Melayani Rakyat&#8221;</strong> – Platform partisipasi publik untuk menampung kritik, saran, dan aspirasi masyarakat terkait pembangunan dan pelayanan publik.</li>
<li><strong>Sekretariat Bersama “Ayo Bangun NTT”</strong> – Wadah kolaborasi bagi diaspora NTT di berbagai kota di Indonesia serta luar negeri, seperti Malaysia, Australia, Amerika, dan Italia, untuk berkontribusi dalam pembangunan NTT.</li>
</ul>
<p>“<strong>Kami ingin NTT maju dengan cara kita sendiri, berbasis potensi lokal dan semangat gotong royong. Dengan Koperasi Merah Putih, kita pastikan ekonomi NTT bukan hanya tumbuh, tapi juga adil dan berkelanjutan,</strong>” tegas Gubernur Melki.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sang Guru Honor dan Pelita Kehidupan: Perjalanan Guru Agama Katolik  dalam Mendidik dan Menulis&#8221;</title>
		<link>https://lembata.faktahukumntt.com/pendidikan/sang-guru-honor-dan-pena-kehidupan-perjalanan-guru-agama-katolik-dalam-mendidik-dan-menulis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[petrus togo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Mar 2025 08:58:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[guru honor]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[Lembata]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[Membaca]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian]]></category>
		<category><![CDATA[Perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Wartawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lembata.faktahukumntt.com/?p=17038</guid>

					<description><![CDATA[Rofinus Rehe,S.Ag /( Alumni STIPAS KUPANG ) Pengajar SMAN I Nubatukan  Guru Honor dan Jurnalis FK &#8211;  Hidup adalah perjalanan panjang yang penuh dengan pasang surut. Seperti ombak yang datang silih berganti, begitu pula nasib dan perjuangan manusia di dunia ini. Rofinus Rehe Roning, pria kelahiran Atawolo, 29 Desember 1977, adalah sosok yang telah menorehkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Rofinus Rehe,S.Ag /( Alumni STIPAS KUPANG ) <em>Pengajar SMAN I Nubatukan  </em></strong><em><strong>Guru Honor dan Jurnalis</strong></em></p>
<p><strong><a href="https://lembata.faktahukumntt.com/Tag/Faktahukumntt">FK</a> &#8211;  </strong>Hidup adalah perjalanan panjang yang penuh dengan pasang surut. Seperti ombak yang datang silih berganti, begitu pula nasib dan perjuangan manusia di dunia ini. Rofinus Rehe Roning, pria kelahiran Atawolo, 29 Desember 1977, adalah sosok yang telah menorehkan jejak panjang dalam dunia pendidikan dan jurnalistik. Selama lebih dari 30 tahun, ia mengabdikan dirinya untuk memanusiakan manusia, baik melalui mengajar maupun menulis.</p>
<h4><strong>Awal Perjalanan: Guru Honor Tanpa Upah</strong></h4>
<p>Tahun 2008 menjadi awal perjuangan Rofinus di dunia pendidikan. Ia memulai kariernya sebagai guru honor di SDK Santo Yohanes Paulus Atawolo. Namun, pengabdian itu tidak berbuah materi. Selama sembilan bulan mengajar, ia tidak menerima satu rupiah pun sebagai upah. Sakit hati? Tentu. Namun, keyakinan bahwa mengajar adalah panggilan hidup membuatnya bertahan.</p>
<p>Dalam kondisi tanpa penghasilan, Rofinus tetap tinggal di Atawolo, membantu ibunya dan adiknya dengan berkebun serta berdagang ikan segar dan ikan kering dari para nelayan pantai Leworaja Labala. Hidup sederhana, namun penuh makna.</p>
<h4><strong>Hijrah ke Kota dan Mengabdi di Dua Sekolah Sekaligus</strong></h4>
<p>Merasa perlu mencari kesempatan yang lebih baik, Rofinus berani melangkah keluar dari kampung halaman dan menuju jantung kota Lewoleba. Tahun 2009, ia kembali menjadi guru honor di SMK Swasta Sanctus Lewoleba hingga 2014. Tidak berhenti di situ, pada tahun 2010 ia juga mengajar di SDI Negeri Lamahora.</p>
<p>Mengabdi di dua sekolah dengan jenjang yang berbeda selama bertahun-tahun bukanlah hal mudah. Namun, baginya, mendidik adalah tugas mulia yang harus dijalani, meskipun penghasilan sebagai guru honor masih jauh dari kata layak.</p>
<figure id="attachment_17042" aria-describedby="caption-attachment-17042" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-medium wp-image-17042" src="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot_20250309_163901_Google-300x265.jpg" alt="Siswa-siswi Membaca Koran Pos Kupang sebelum Pelajaran Agama Katolik. Literasi 15 menit" width="300" height="265" srcset="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot_20250309_163901_Google-300x265.jpg 300w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot_20250309_163901_Google-24x21.jpg 24w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot_20250309_163901_Google-36x32.jpg 36w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot_20250309_163901_Google-48x42.jpg 48w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot_20250309_163901_Google.jpg 720w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-17042" class="wp-caption-text">Buka hal  Pos kupang Video Siswa-siswi SMAN I Nubatujan Membaca Koran Pos Kupang sebelum Pelajaran Agama katolik. Literasi 15 menit.(Guru isi kekosongan pada yang kosong)</figcaption></figure>
<p>&nbsp;</p>
<figure id="attachment_17047" aria-describedby="caption-attachment-17047" style="width: 720px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-17047 size-full" src="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot_20250309_103700_Facebook-1.jpg" alt="Akar ada Poho Ada Daun Ranting, Berbunga dan berbuah SABDA TUHAN ADA ABADI." width="720" height="559" srcset="https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot_20250309_103700_Facebook-1.jpg 720w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot_20250309_103700_Facebook-1-300x233.jpg 300w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot_20250309_103700_Facebook-1-24x19.jpg 24w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot_20250309_103700_Facebook-1-36x28.jpg 36w, https://lembata.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot_20250309_103700_Facebook-1-48x37.jpg 48w" sizes="auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px" /><figcaption id="caption-attachment-17047" class="wp-caption-text"><em>Ranting, Berbunga dan berbuah SABDA TUHAN ADA ABADI. SMAN 1 Nubatukan</em></figcaption></figure>
<h4><strong>Merambah Dunia Jurnalistik: Menulis untuk Abadi</strong></h4>
<p>Tidak hanya mengajar, Rofinus juga memiliki kecintaan besar terhadap dunia literasi. Tahun 2009, ia mulai meniti karier sebagai jurnalis. Awalnya, ia bergabung dengan Tabloid HAK RAKYAT NTT sebagai Kepala Biro Lembata. Tidak hanya menulis, ia juga menjadi loper koran—pekerjaan yang membuatnya semakin dekat dengan dunia media.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
