Kegiatan ini tidak sekadar bersifat ceramah, namun dikemas dengan pendekatan tematik interaktif dan partisipatif, yang membangun semangat belajar siswa. Diskusi ringan, tanya jawab, hingga permainan edukatif menjadi bagian dari metode pembelajaran.
Para siswa pun antusias menyimak setiap penjelasan, mencatat poin penting, dan bahkan aktif bertanya tentang praktik-praktik demokrasi serta mekanisme pemilu.
🎯 Pemilih Pemula: Aset Demokrasi Bangsa
Sasaran utama dari kegiatan ini adalah pemilih pemula—siswa-siswa kelas XI dan XII yang pada Pemilu mendatang akan memasuki usia 17 tahun. Dengan adanya program ini, diharapkan para siswa:
- Mengenal peran dan fungsi lembaga penyelenggara pemilu.
- Menyadari pentingnya hak suara dan tanggung jawab sebagai warga negara.
- Menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas.
“Anak-anak kita harus tahu bahwa memilih bukan hanya soal datang ke TPS. Tapi memahami siapa yang dipilih, apa visi-misinya, dan bagaimana dampaknya bagi kehidupan mereka,” jelas Indah Purnama Dewi, salah satu Anggota Bawaslu yang turut mengajar.
🔄 Komitmen Jangka Panjang
Program ini bukan kegiatan sekali selesai. Bawaslu Lembata telah menyusun jadwal rutin bulanan agar edukasi kepemiluan ini berkelanjutan. Ke depan, materi akan berkembang mencakup topik-topik seperti:
- Etika politik dan partisipasi warga.
- Bahaya politik uang dan kampanye hitam.
- Peran media sosial dalam Pemilu.
- Praktik simulasi pemilu di sekolah.
Dengan komitmen ini, Bawaslu Lembata bersama Smansa Nubatukan menegaskan langkah nyata dalam membangun budaya demokrasi sejak dini.
🏁 Demokrasi Dimulai dari Sekolah
Melalui kegiatan Bawaslu Mengajar, sekolah bukan hanya tempat belajar matematika dan bahasa, tapi juga menjadi ruang awal untuk membentuk warga negara yang sadar hak dan tanggung jawabnya.
Kerja sama antara Bawaslu Lembata dan SMAN 1 Nubatukan adalah contoh konkret sinergi kelembagaan demi menciptakan masa depan demokrasi yang lebih sehat, cerdas, dan beretika.
“Cerdas berdemokrasi, mulai dari sekolah. Dan Smansa Nubatukan telah memulainya,” ujar Thomas Febry di akhir sesi mengajar.(Gutun)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

