Bagi mereka, pasar barter bukan hanya tempat transaksi, tetapi juga sarana menjaga keseimbangan ekonomi dan sosial dalam komunitas mereka.

 Mandor Pasar Labala: Pengatur Tata Tertib dan Penagih Pajak Barter

 

Mandor pasar Labala memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban dan kelancaran sistem barter yang telah berlangsung sejak zaman kolonial. Mandor tidak hanya bertugas mengatur jalannya pasar, tetapi juga menjadi penagih pajak dalam bentuk hasil bumi dan perikanan seperti jagung, ubi, dan ikan.

Pasar Labala memiliki aturan waktu yang ketat, di mana aktivitas perdagangan dimulai pukul 9 pagi dan berlangsung paling lama satu setengah jam. Dalam waktu singkat ini, mandor memastikan bahwa setiap transaksi berjalan dengan lancar serta sesuai dengan norma dan kesepakatan yang berlaku dalam masyarakat.

Selain menjaga ketertiban, mandor juga bertanggung jawab mengumpulkan pajak dari para pedagang. Pajak ini tidak berbentuk uang, melainkan dalam bentuk barang-barang hasil barter. Hasil pajak yang dikumpulkan kemudian dibagikan kepada kaum janda serta masyarakat yang hidup dalam kesederhanaan, sebagai bentuk solidaritas sosial yang sudah menjadi bagian dari budaya setempat.

Keberadaan mandor dalam pasar Labala mencerminkan sistem ekonomi tradisional yang tetap lestari di tengah perkembangan zaman. Dengan perannya yang tidak hanya mengatur, tetapi juga memastikan keseimbangan sosial dalam komunitas, mandor pasar Labala menjadi simbol keadilan dan kepedulian terhadap sesama. Sistem ini tidak hanya menjaga keberlanjutan pasar barter, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan dalam masyarakat.

 

 

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.