Opini/ ROFINUS REHE,S.Ag : Guru Agama Katolik SMAN I Nubatukan Kabupaten Lembata Provinsi NTT.*12 Desember 2024☆
FK– Moto hidup Paus Fransiskus adalah “Miserando atque eligendo”, yang dalam bahasa Latin berarti “Dengan penuh belas kasihan dan pilihan”. Moto ini merujuk pada cara Yesus memanggil Rasul Matius, yang meskipun adalah seorang pemungut cukai yang dianggap berdosa, dipilih oleh Yesus karena belas kasihan-Nya. Moto ini mencerminkan pendekatan Paus Fransiskus dalam kepemimpinan, yang berfokus pada belas kasih dan penerimaan terhadap semua orang, terutama mereka yang terpinggirkan atau dianggap tidak layak oleh masyarakat. Paus Fransiskus selalu menekankan pentingnya pengampunan, kasih, dan kerendahan hati dalam hidup Kristen.
Tahun 2025 menandai momen istimewa bagi Gereja Katolik dengan dimulainya Tahun Yubileum yang bertema “Peziarahan dan Pertobatan”. Dalam semangat ini, Paus Fransiskus telah menyampaikan berbagai pesan yang mengajak umat Katolik dan seluruh dunia untuk merenungkan nilai-nilai perdamaian, harapan, dan pembaruan spiritual.
Pada Misa Malam Natal 24 Desember 2024, Paus Fransiskus secara resmi membuka Tahun Suci dengan membuka “Pintu Suci” di Basilika Santo Petrus. Dalam homilinya, beliau menekankan pentingnya harapan sebagai panggilan untuk tidak terjebak dalam rutinitas, melainkan berani mengubah hal-hal yang salah. Beliau menyatakan, “Harapan memanggil kita… untuk terusik oleh hal-hal yang salah dan menemukan keberanian untuk mengubahnya.”
Selain itu, dalam Pesan untuk Hari Perdamaian Sedunia ke-58 pada 1 Januari 2025, Paus Fransiskus mengangkat tema “Ampunilah kesalahan kami: berilah kami damai-Mu”. Beliau mengajak umat manusia untuk mendengarkan permohonan mereka yang tertindas dan tertekan, serta menekankan pentingnya pengampunan sebagai jalan menuju perdamaian sejati.
Paus Fransiskus juga memberikan sepuluh nasihat praktis untuk umat dalam menjalani Tahun Yubileum 2025. Nasihat-nasihat ini mencakup ajakan untuk tidak bergosip, menghargai makanan dengan tidak membuang-buangnya, menyediakan waktu untuk keluarga, dan menghindari kecanduan teknologi. Beliau menekankan bahwa perubahan kecil dalam perilaku sehari-hari dapat membawa dampak besar dalam membangun peradaban kasih dan perdamaian.
Dalam semangat Yubileum, Paus Fransiskus mengajak umat untuk menjadi “misionaris harapan” melalui doa dan tindakan nyata. Beliau menekankan bahwa setiap orang memiliki peran dalam membawa harapan kepada dunia, terutama bagi mereka yang merasa putus asa. Dengan menjadi terang dan garam dunia, umat diharapkan dapat mencerminkan kasih Kristus dalam setiap aspek kehidupan.
Paus juga menyoroti pentingnya menghargai kehidupan dan mempercayakan tahun 2025 kepada Bunda Maria. Dalam homilinya pada Hari Raya Maria, Bunda Allah yang Mahakudus, beliau mengajak umat untuk meneladani Maria dalam melindungi karunia kehidupan dan selalu mengarahkan hati kepada Yesus.
Melalui berbagai pesan dan ajakannya, Paus Fransiskus berperan sebagai terang dan garam dunia, membimbing umat menuju pembaruan spiritual dan mendorong terciptanya perdamaian global. Tahun Yubileum 2025 menjadi kesempatan emas bagi seluruh umat untuk merenungkan kembali panggilan mereka sebagai pembawa harapan dan kasih di tengah dunia yang penuh tantangan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
