FK – Lembata, 28 Agustus 2025 – Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan profesionalisme guru di era digital, SMAN 1 Nagawutung menggelar kegiatan In House Training (IHT) bertema “Deep Learning dan Coding (Kecerdasan Artifisial) bagi Guru”. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari di Aula Sekolah yang juga menjadi Pusat Kegiatan Guru, serta diikuti seluruh pendidik dan tenaga kependidikan SMAN 1 Nagawutung.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Pengawas Pembina SMA Kabupaten Lembata, Erni Johan, S.Pd, serta dihadiri oleh Kepala SMAN 1 Nagawutung, Patrisius Beyeng, S.Pd, dan narasumber utama dari Asosiasi Widyaprada BPMP Provinsi NTT, Wahid N. Aman, S.Pd, M.Hum.
Komitmen Meningkatkan Profesionalisme Guru
Dalam sambutannya, Erni Johan menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret untuk mempersiapkan guru menghadapi tantangan abad ke-21, terutama dalam pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan.
“IHT bukan sekadar pelatihan rutin, tetapi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan penguasaan Deep Learning dan Coding, guru dapat menghadirkan pembelajaran yang kreatif, menarik, dan sesuai perkembangan zaman,” ujarnya.
Erni juga menekankan pentingnya kolaborasi dan pertukaran praktik baik antar guru, sehingga pelatihan ini menjadi ajang pembelajaran bersama yang bermakna.
Kepala Sekolah: IHT Jadi Momentum Transformasi Pendidikan
Kepala SMAN 1 Nagawutung, Patrisius Beyeng, dalam arahannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan narasumber. Ia menyebut pelatihan ini sebagai bagian dari pendidikan berkelanjutan dan transformasi metode pembelajaran di sekolah.
“Pendidikan tidak hanya soal teknologi, tetapi juga tentang karakter dan integritas. Oleh karena itu, kami juga menyisipkan materi kecerdasan emosional dan spiritual agar guru mampu mendampingi siswa secara holistik,” tegasnya.
Materi Pelatihan yang Relevan dan Inovatif
Pelatihan ini menghadirkan narasumber berpengalaman, salah satunya Wahid N. Aman, yang membawakan materi pengenalan Deep Learning dan Coding dalam konteks pendidikan. Materi disampaikan secara interaktif melalui simulasi, diskusi, dan studi kasus.
Selain itu, pelatihan juga mencakup:
- Penerapan konsep Deep Learning dalam pembelajaran,
- Integrasi Coding dalam proses belajar mengajar,
- Penerapan sederhana AI (Artificial Intelligence) di kelas,
- Pendekatan pedagogis berbasis kecerdasan emosional dan spiritual yang disampaikan oleh Sr. Marcelina Lidi, SSpS, S.Fil, Lic, Kepala SMAS Katolik Bhaktyarsa Maumere.
Antusiasme Tinggi dari Para Guru
Suasana pelatihan berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif berdiskusi dan mengeksplorasi pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
