FK – Lembata – Dalam semangat menyongsong era digital yang kian dinamis, SDI Merdeka Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata menyalakan obor literasi di tengah masyarakat pesisir. Bertempat di halaman sekolah yang sederhana namun penuh semangat, Senin, 16 Juni 2025, terselenggara sebuah kegiatan inspiratif bertajuk “Literasi dan Tantangan di Era Digital” bersama narasumber pegiat literasi Lembata, Thomas Krispianus Swalar.
Acara ini dihadiri oleh seluruh guru dan siswa SDI Merdeka. Dalam sambutan awalnya, Kepala Sekolah SDI Merdeka menegaskan bahwa “kita harus bergerak dan berdampak, dan semua usaha ini pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan mutu peserta didik.”
Kegiatan literasi ini tidak sekadar formalitas. Para peserta mengikuti dengan antusias, menunjukkan haus akan ilmu dan kesadaran pentingnya literasi di tengah gempuran teknologi dan informasi yang tak terbendung.
Dalam sesi pemaparan, Thomas menjelaskan bahwa literasi bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi mencakup pemahaman akan informasi, pengambilan keputusan yang bijak, hingga kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman. Ia menekankan bahwa di era digital seperti sekarang, literasi digital dan literasi etika penggunaan gawai (HP) sangat penting. “Jika kita tidak selektif, maka teknologi bisa menjadi jebakan. Tapi jika bijak, ia menjadi alat pemberdayaan,” ujarnya.
Sesi tanya jawab berlangsung hangat. Siswa-siswi dengan berani mengajukan pertanyaan seputar literasi, dampaknya terhadap kehidupan, dan bagaimana mengembangkan minat baca. Mereka disambut dengan penjelasan mendalam dan inspiratif dari narasumber.
Pertanyaan dari para guru pun tak kalah menarik, terutama menyangkut tantangan mendidik di kelas 1, di mana peserta didik banyak yang belum mengenal huruf dan angka secara utuh. Para guru mengakui bahwa proses ini menuntut kesabaran luar biasa. Thomas merespons hal ini dengan penuh apresiasi, menggarisbawahi pentingnya sinergi antara sekolah dan orang tua dalam membangun dasar literasi anak.
Salah satu inisiatif unggulan SDI Merdeka adalah pemilihan Duta Literasi, program yang sudah berjalan selama dua tahun terakhir. Dalam program ini, siswa dilatih untuk membaca, memahami isi bacaan, dan menceritakannya kembali dengan bahasa mereka sendiri. Ini bukan hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga melatih daya pikir kritis dan kemampuan komunikasi siswa secara nyata.
Tak berhenti di situ, pihak sekolah juga menetapkan waktu wajib baca buku setiap hari, baik sebelum jam pelajaran dimulai maupun setelahnya. Setiap anak didorong untuk membaca minimal 15–30 menit per hari secara rutin. Kegiatan ini disertai dengan pemantauan dan pendampingan dari guru kelas. Upaya ini membentuk budaya baca di sekolah dan sekaligus meningkatkan tingkat baca buku di kalangan anak-anak Sekolah Dasar. Bagi SDI Merdeka, membaca bukan lagi kegiatan tambahan, tetapi telah menjadi kebutuhan harian dalam membentuk karakter dan kecerdasan anak-anak.
SDI Merdeka di Kecamatan Lebatukan menjadi teladan dalam membangun budaya literasi dari sekolah dasar. Melalui pembiasaan membaca dan kegiatan literasi yang kontekstual, sekolah ini membuktikan bahwa di balik keterbatasan sarana, semangat dan tekad bisa menjadi modal utama.

Sebagaimana penutup dari narasumber Thomas K. Swalar,
“Teruslah membaca, membaca, dan membaca, sebab hanya dengan itulah masa depan akan terbuka.”
Geliat literasi dari SDI Merdeka menjadi pengingat bahwa pendidikan yang bermakna bisa dimulai dari mana saja—bahkan dari sudut-sudut kecil di tanah Lembata yang penuh cinta belajar.(Thomas Swalar)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
Berita Nasional
Terkini
10 Kunci Koperasi SUKSES
2.497 PPPK Tahap Kedua Pemprov NTT Resmi Terima SK pada 10 Desember 2025
NOVENA 9 HARI
DOA MEDITASI Jam 3 PAGI – ADVEN MINGGU KEDUA
