Tantangan:
-
Ketiadaan infrastruktur teknologi.
-
Kurangnya pelatihan guru tentang digital literacy.
-
Ketimpangan akses yang memperlebar kesenjangan pendidikan.
Peluang:
-
Memanfaatkan teknologi sederhana seperti radio pendidikan.
-
Mendorong pengembangan aplikasi berbasis offline.
-
Mengembangkan kurikulum digital yang adaptif terhadap kondisi lokal.
Iklim pendidikan digital seharusnya bukan hanya soal koneksi internet, tetapi juga soal bagaimana teknologi digunakan untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan. Filosofi pendidikan harus tetap menjadi fondasi dalam setiap inovasi teknologi yang diterapkan.
Peran Pemerintah dan Masyarakat
Untuk mewujudkan pendidikan yang setara dan berkeadilan, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sekolah menjadi sangat penting. Pemerintah melalui Kemendikbudristek dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dapat:
-
Menyusun kebijakan afirmatif untuk daerah tertinggal.
-
Mengintegrasikan isu perubahan iklim dalam kurikulum nasional.
-
Menyalurkan bantuan infrastruktur dan pelatihan guru berbasis digital dan filosofis.
Sementara itu, masyarakat lokal juga perlu terus diberdayakan untuk menjadi bagian dari sistem pendidikan. Di desa Mikhael, orang tua mendukung anak-anak mereka dengan cara yang sederhana—membantu mereka berangkat sekolah, menanam pohon bersama, atau mendampingi saat membaca.
Pendidikan Berakar Nilai, Berwawasan Masa Depan
Kisah Mikhael dan teman-temannya adalah gambaran nyata bagaimana pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai filosofis dapat tumbuh subur bahkan di tengah keterbatasan. Filosofi idealisme, realisme, pragmatisme, dan Pancasila menjadi pilar kuat yang menopang iklim pendidikan yang bermakna dan humanis.
Undang-Undang Perubahan Iklim dan arah kebijakan pendidikan Indonesia 2025–2030 dapat memberikan kerangka hukum dan strategis untuk memastikan bahwa setiap anak, termasuk mereka yang di pedalaman, mendapatkan hak pendidikan yang layak. Pendidikan tidak boleh sekadar mengejar capaian kognitif, tetapi harus membentuk karakter, mengajarkan kepekaan sosial, dan mempersiapkan generasi masa depan untuk hidup secara bijak di tengah dinamika zaman, termasuk perubahan iklim dan era digital.
Mikhael bukan hanya seorang murid. Ia adalah inspirasi. Ia adalah suara dari pelosok negeri yang mengingatkan kita bahwa pendidikan, ketika ditanamkan dengan filosofi yang benar, akan tumbuh di tanah mana pun. (Rrr)

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe