Sementara itu, Yohanes G.S. Demo (akrab disapa Andris Koban) menyampaikan materi tentang pembentukan Tim Siaga Bencana Sekolah, termasuk alur koordinasi dan respons saat kondisi darurat.
Pelatihan dilanjutkan dengan simulasi lapangan yang mencakup evakuasi, pertolongan pertama, dan tanggap darurat, dipandu langsung oleh tim BPBD Kabupaten Lembata.
Langkah Nyata Menuju Sekolah Tangguh Bencana
Pelatihan ini menjadi langkah awal pembentukan budaya sadar bencana di lingkungan sekolah. SMAN 1 Nagawutung diharapkan menjadi contoh inspiratif bagi sekolah lainnya di Lembata dalam hal kesiapsiagaan dan mitigasi bencana.
“Kami berharap pelatihan ini tidak hanya selesai dalam dua hari, tapi berlanjut dalam praktik nyata di lingkungan sekolah,” tutup Kepala SMAN 1 Nagawutung.
Dengan sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat, Lembata meneguhkan komitmennya sebagai daerah yang siap menghadapi risiko bencana di masa depan.(Hans/Humas SMANSA Nagawutung)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
