LARANTUKA, Faktahukumntt.com – 6 Juli 2023

Mengasah pendidikan menjadi aspek yang lebih  kualitas apabilah membangun karya Pastoral Ilmia. Sepak terjang pada wadah SekolahTinggi Pastoral (STP) Reinha Larantuka yang berlokasi di Kelurahan Waibalun, Kabupaten Flores Timur, kembali menggelar pendalaman penelitian ilmiah. Kegiatan berlangsung bagi mahasiwa tingkat akhir yakni melakukan pelatihan dan pendampingan penuli sanartikelilmiah, pada hari Rabu, 05 Juli 2023.

Menarik satu dari antara kegiatan pendampingan penulis anartikel ilmiah dan publikasi bagi mahasiswa. Tujuan utama pada pendalaman karya Ilmia adalah mengasah tata bahasa Indonesia secara filsafat  logika.

Pada kesempatan pertama dan merupakan komitmen lembaga pendidikan tinggi ini untuk mengembangkan budaya ilmiah di kalangan mahasiswa terutama dalam penelitian tugas akhir dan jurnal ilmiah.  “Apa menjadi kata kunci pada Jurnal.

Pada pendidikan filsafat  logika mengajarkan Jurnal merupakan  kumpulan dari artikel yang diterbitkan  secara berkala dalam kurun waktu empat bulan hingga satu tahun sekali. Metode penulisan yang Ilmia isinya mencakup pembahasan yang cukup luas, namun dengan menyampaikan isi yang lebih padat, biasanya terdiri atas enam sampai  delapan halaman.”

Lembaga yang bernaung di bawah   Yayasan Perguruan   Tinggi Hendricus Leven ini sudah beberapa tahun belakangan ini melaksanakan kegiatan yang amat penting ini.

Setiap tahunnya ada karya mahasiswa  yang dipublikasikan pada jurnal-jurnal ilmiah seperti jurnal yang ada pada lembaga    STP Reinha yakni jurnal JAPB (Jurnal Agama, Pendidikan   dan   Budaya) dan jurnal Reinha atau juga jurnal ilmiah dari kampus lainnya.

Intinya bahwa mahasiswa tingkat akhir dapat mempublishkan artikelnya pada jurnal ilmiah. Hal ini merupakan salah satu syarat selain penulisan skripsi.

Untuk  menjaga konsistensi ini maka diperlukan pelatihan atau pembimbingan serta pendampingan efektif bagi mahasiswa.

Kegiatan pendampingan dan penulisan karya ilmiah ini dibuka oleh ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)STP Reinha Larantuka, Yosep Belen Keban.

Selanjutnya Beliau mengharapakan agar hasil penelitian  mahasiswa  yang sudah ditulis dalam skripsi atau tugas akhir dapat diringkas menjadi jurnal ilmiah,tandasnya.

Yosep Belen  mengatakan, kegiatan ini juga dapat menumbuhkan budaya ilmiah di kalangan mahasiswa, meningkatkan kualitas karya ilmiah, dan memotivasi mahasiswa tingkat akhir untuk menulis sesuai  dengan profil STP Reinha Larantuka  yaknisebagaipendidikPendidikan Agama Katolik (PAK), Penyuluh PAK, dan penulis PAK.tuturnya.

Sesungguhnya Peserta kegiatan pendampingan dan penulisan jurnal ilmiah mahasiswa ini adalah mahasiswa semester akhir program studi Pendidikan  Keagamaan  Katolik-STP Reinha  Larantuka yang berjumlah 25 mahasiswa. Kegiatan  ini  dilaksanakan di kampus STP Reinha  Larantuka.

Di hadapan para peserta, adapun wejangan dari Ketua LPPM yang jugasebagai nara sumber dalam kegiatan  ini, Yosep Belen Keban, S,S.,M.M, mengatakan  bahwa  kegiatan  ini  merupakan program dari LPPM setiap tahunnya. Ia juga mengatakan bahwaLembaga STP Reinha Larantuka sudah menyediakan wadah bagi mahasiswa yakni jurnal yang saat ini sudah berindex Garuda.

Untuk itu, ia mengajak peserta agar mulai   menulis     artikel   dan   berusaha agar menghasilkan tulisan yang berkualitas. Lanjutnya.

“Agar tugas akhirAnda tidak hanya disimpan di perpustakaan kampus,atau di rumah anda,maka sangat perludilakukan publikasi dalam jurnalilmiah agar tulisan anda berupa skripsi bias dikonsumsi oleh public dengan membaca artikel ringkasan dari skripsi anda,” ujarYosep Keban.

Pada materinya yang pertama, suster Dr. HermaniaBhoki, S. Fil., M.Pd yang adalah dosen STP Reinha  Larantuka berbicara soal struktur dasar penulisan artikel ilmiah.

Suster yang baru saja menyandang gelar doctor ilmu pendidikan ini betul-betul memberikan edukasi serta memotivasi peserta agar menjadi penulis dan peneliti handal kelak.

Sedangkan pada materi kedua, ketua LPPM, Yosep Belen Keban mengupas tentang Strategi Penulisan Karya Tulis Ilmiah dan Soal Pelanggaran Etika Ilmiah serta tatacara pengiriman artikel pada jurnal online system (OJS).

Susana Letek, salah seorang peserta kegiatan ini mengaku bangga dan senang  memperoleh ilmu yang bermanfaat dari para dosen dalam kegiatan ilmiah ini.

Ia bernazar bahwa akan segera menulis dan mempubliskan artikel ilmiahnya pada jurnal ilmiah sebab hal ini juga menjadi syarat utama untuk yudicium nantinya, imbunya. (Rofinus Rehe Roning)

 

 

 

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.