-
Banyak bahasa daerah tergabung dalam rumpun Austronesia, sehingga memiliki kemiripan struktur dan kosakata.
-
Umumnya memiliki bentuk hormat dan kiasan budaya.
-
Mengandung filosofi relasi antar manusia dan alam.
Perbedaan:
-
Bahasa Papuan (di timur) berbeda jauh dengan Austronesia (di barat).
-
Perbedaan nada, fonologi, dan gramatika seperti Batak vs Toraja atau Minangkabau vs Sasak.
-
Beberapa tidak saling dipahami meski geografis berdekatan.
Tetapi dalam semua itu ada satu nilai: bahasa membawa damai jika dihormati.
6. Toleransi sebagai Falsafa Hidup
Toleransi bukanlah diam atau sekadar tidak menyerang. Toleransi adalah pengakuan aktif atas martabat sesama dalam segala perbedaannya. Filsafat Emmanuel Levinas menekankan: “Wajah orang lain adalah panggilan etis.” Maka dalam wajah yang berbeda, dalam bahasa yang asing, kita dipanggil untuk mencintai.
Toleransi tumbuh saat kita:
-
Mempelajari bahasa orang lain.
-
Menghargai bahasa ibu sebagai pusaka identitas.
-
Membaca Kitab Suci dengan hati terbuka.
-
Menjadi manusia yang berpikir dan merasa dalam terang kemanusiaan.
7. Pendidikan sebagai Taman Falsafa Toleransi
Sekolah adalah ruang filsafat kehidupan. Maka, sistem pendidikan harus:
-
Mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan lintas budaya.
-
Menyediakan ruang bagi pelajaran bahasa ibu.
-
Menumbuhkan kesadaran lintas agama melalui studi Kitab Suci bersama.
-
Mendorong siswa untuk membaca puisi, sastra, dan teks klasik daerah.
Revitalisasi Bahasa Daerah oleh Kemendikbud adalah contoh konkret falsafa hidup bangsa.
Menjadi Manusia Bahasa dan Iman
Ketika bahasa menjadi jiwa, dan iman menjadi cara hidup, maka kita menjadi manusia utuh. Kita tidak lagi takut pada yang berbeda. Sebaliknya, kita merangkul perbedaan sebagai berkah.
Bahasa Indonesia mengikat kita dalam satu kesatuan. Bahasa ibu menanamkan kita pada akar kemanusiaan. Kitab Suci menyalakan obor nilai yang membawa kita pada toleransi aktif.
Maka, sebagai bangsa, kita tidak cukup hanya hidup berdampingan. Kita harus hidup berpelukan dalam perbedaan—dengan hati yang penuh hikmat, dan bahasa yang menyejukkan.

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe