FK – Tadik Lame: Kisah Keramat Persahabatan Ayam dan Kucing di Kampung Atawolo

Di pedalaman Desa Lusilame, tersembunyi sebuah kampung tua penuh misteri dan nilai budaya sakral yang dikenal dengan nama Tadik Lame. Kampung ini terletak di kaki gunung Atawolo, dan menjadi pusat dari kepercayaan spiritual masyarakat lokal yang berasal dari Suku Mehan. Suku ini dipimpin secara turun-temurun oleh Kepala Suku Beda Gule.

Menurut kisah yang diwariskan secara lisan, nenek moyang dari kampung ini adalah sepasang suami istri: Beda Gule dan istrinya yang dikenal dengan nama Lupa. Ketika keduanya meninggal dunia, mereka tidak benar-benar hilang. Nenek Lupa dipercaya menjelma menjadi seekor ayam betina, sementara Beda Gule berubah menjadi seekor kucing jantan, yang oleh masyarakat Atawolo disebut Neong – nama yang juga digunakan untuk menyebut kucing hutan.

Menariknya, persahabatan antara ayam dan kucing ini menjadi simbol keramat yang dihormati oleh seluruh masyarakat. Mereka bukan hanya makhluk biasa, melainkan roh leluhur yang menjaga kampung, sumber air, serta ketentraman seluruh keturunan mereka. Kampung Tadik Lame sendiri memiliki luas sekitar satu hektare, dan di dalamnya terdapat sumber air suci bernama Liang Meran Matan, yang tidak pernah kering, bahkan di musim kemarau sekalipun.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.