Air suci ini hanya boleh diminum oleh warga yang meminta izin secara spiritual kepada Beda Gule dan Lupa. Tempat ini juga sering dijadikan tempat bertapa atau bersemedi, bagi mereka yang ingin menjalin kedekatan batin dengan roh leluhur.

Saat ini, kampung tersebut telah menjadi rimbun dengan pohon bambu yang tumbuh subur, menciptakan suasana hening dan magis. Namun, ada aturan sakral yang tidak boleh dilanggar: bambu tidak boleh ditebang, ayam tidak boleh ditangkap atau disakiti, terutama oleh keturunan mereka sendiri. Jika aturan ini dilanggar, maka si pelanggar dipercaya akan mendapat konsekuensi gaib, seperti gangguan dari kucing keramat, burung gagak, atau kekuatan tak kasat mata lainnya.

Tadik Lame bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga ruang spiritual dan budaya, tempat di mana kerja sama antara ayam dan kucing menjadi lambang keseimbangan dan kebahagiaan. Kisah ini mengajarkan bahwa kerukunan bisa hadir dalam bentuk yang paling tak terduga – bahkan dari dua makhluk yang lazimnya berseteru.[Gutun]

 

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.